Senin, 20 Juli 2009



MANFAAT DAN KEUTAMAAN ASMAUL HUSNA
Allah berfirman, “Dia telah mengajari Adam seluruh nama” (Al –Baqarah [2]: 31) dan “Milik Allahlah nama – nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama – nama tersebut” (Al – A`raaf [7]: 180)

Rasulullah bersabda, “Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu; barang siapa memahaminya akan masuk surga.” (Shahiih Bukhaari, Shahiih Muslim). Tentunya dalam memahaminya tidak hanya dengan ucapan saja tetapi juga dengan perbuatan dan tingkah laku kita.

Keutamaan dan manfaat dari Nama – Nama Allah (Asmaul Husna) telah banyak dirasakan oleh banyak orang. Oleh sebab itu saya mencoba merangkum dari beberapa buku yang membahas keutamaan dan manfaat dari Asmaul Husna tersebut. Mudah – mudahan bermanfaat bagi kita semua. Amiin....



Allaah



ALLAAH adalah al-ism al – a`zham, nama teragung, yang mencakup semua sifat Allah yang indah dan menjadi tanda Esensi dan sebab bagi segala esensi.

© Barang siapa membaca ism ini secara rutin setiap hari sebanyak 1000 kali, dengan ucapan Yaa Allaah ya huu, niscaya Allah akan mengaruniakan kepada orang itu kesempurnaan keyakinan, semua keraguan dan ketidakpastian akan hilang dihatinya.

© Barang siapa membacanya pada hari Jumat sebelum sholat, dalam keadaan suci dan bersih pakaiannya, serta bebas dari segala kesibukan, maka Allah akan memudahkan segala permintaannya.

© Jika orang yang sedang menderita suatu penyakit yang sulit disembuhkan oleh dokter, lalu ia berdoa kepada Allah dengan ism ini, niscaya ia akan sembuh dengan izin Allah, selama ajalnya belum tiba.



1. Ar – Rahmaan (Maha Pemurah)

© Barang siapa membaca Ya Rahmaan sebanyak 100 kali tiap selesai mengerjakan sholat fardhu, maka dengan izin Allah akan hilanglah sifat lalai dan lupa dalam dirinya.

2. Ar – Rahiim (Maha Penyayang)

© Barang siapa takut terjerumus kepada perbuatan yang tidak disukainya, maka hendaklah ia berdzikir dengan membaca Ya Rahmaan Ya Rahiim sebanyak 100 kali setiap selesai mengerjakan sholat fardhu.

© Barang siapa yang membaca Ya Rahiim sebanyak 100 kali setelah mengerjakan sholat subuh, niscaya dia akan mendapatkan kasih sayang dari semua makhluk dan terhindar dari semua bencana dan malapetaka.

3. Al – Malik (Maharaja)

© Barang siapa membaca ism ini dengan rutin tiap hari pada waktu matahari tergelincir sebanyak 100 kali niscaya hatinya akan menjadi bersih, dan lenyaplah segala kekotorannya.

© Barang siapa membacanya sesudah terbit fajar sebanyak 120 kali, maka Allah akan memberinya kekayaan dan karunia-Nya, baik dengan sebab – sebab maupun dengan pintu yang dibukakan Allah SWT atasnya.

© Menurut Hadis, Nabi Khaidir a.s mengajarkan doa berikut ini untuk dibacakan kepada orang sakit sebanyak 100 kali : “Allaahhumma anta al – Malik al – Haqq al-ladzii laa ilaaha illaa anta. Yaa Allaah, yaa Salaam, ya Syaafi’ ” dan 3 kali : “yaa Syifaa’ al-quluub” (“Ya Allah, Engkau adalah Raja yang sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, wahai Sumber Kedamaian , wahai Yang Maha Penyembuh; wahai Penyembuh Hati!”). Insya Allah orang itu akan sembuh.

4. Al – Qudduus (Maha Suci)

© Jika seseorang yang memiliki hati yang bersih membaca yaa Qudduus sebanyak 100 kali setiap hari, hatinya akan terbebas dari semua pikiran dan perhatian yang menimbulkan kesulitan, kekhawatiran, dan penderitaan bagi diri kita sendiri.

© Allah akan mengobati semua penyakit ruhani kepada orang yang membaca Asma Allah ini sebanyak – banyaknya setiap hari.

© Barang siapa menuliskan: pada sekeping roti sesudah selesai melaksanakan sholat Jumat kemudian dimakannya, maka Allah akan membukakan baginya pintu ibadat dan akan menyelamatkannya dari bencana.

(Rasakanlah penderitaan orang yang tersesat maupun orang yang malang, bukan dengan cercaan, tetapi dengan perasaan iba dan pertolongan, dan berharaplah kepada janji Allah bahwa kasih sayang-Nya jauh melebihi amarah-Nya)

5. As – Salaam (Maha Sejahtera, Yang Memberikan Kesejahteraan)

© Ism ini berfungsi mengusir bencana dan penyakit, sehingga jika dibacakan atas orang yang sedang menderita sakit sebanyak 120 kali, dengan karunia Allah penyakitnya akan sembuh selama ajalnya belum tiba.

© Jika ism ini dibacakan sebanyak 136 kali dengan suara keras sekedar bisa didengar oleh si sakit, sambil mengangkat tangan diatas kepala si sakit, Insya Allah orang yang sakit itu akan sembuh dengan izin Allah SWT.

© Barang siapa yang membaca ism ini terus menerus, Allah akan melindunginya dari semua bencana dan bahaya.

(“Jangan bersandar pada sebatang pohon yang akan menjadi kering dan tumbang. Jangan bergantung pada manusia, karena mereka akan menjadi tua dan mati.” Orang yang bergantung pada Allah, al-Salaam, Penyelamat, tidak akan pernah panik. Kekuatan Allah akan menampakkan diri pada orang itu sebagai sikap pemberani orang beriman. Inilah manifestasi al-Salaam)

6. Al – Mu’min (Maha Mengaruniakan Keamanan)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 630 kali pada saat mengalami ketakutan, Allah akan melindunginya dari semua bencana, kecelakaan dan kerugian.

© Jika seseorang menuliskan Asma Allah ini di kertas atau dengan mengukirnya di cincin perak kemudian dipakai sebagai ta’wiz, maka keselamatan jasmani dan ruhaninya berada dalam tanggungan Allah SWT.

© Jika seseorang berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 36 kali dan memohon perlindungan kepada-Nya ketika menghadapi kekerasan atau bahaya, maka Insya Allah dia akan selamat.

7. Al – Muhaymin (Maha Memelihara, Yang Maha Melindungi)

© Barang siapa membaca Asma Allah ini sebanyak 100 sesudah mandi dan sholat dua rakaat ditempat yang sunyi dengan memusatkan perhatian kepada Allah SWT, niscaya Allah akan menyucikan lahir dan batinnya.

© Allah SWT juga akan memperlihatkan kepadanya hal yang ghaib jika Asma Allah ini dibaca sebanyak 115 kali.

© Barang siapa yang menuliskan Asma Allah ini pada sehelai sutera, lalu memegangnya di atas asap dari pembakaran minyak wangi, batu amber dan gula dan dibaca lebih dari 5.000 kali selama tujuh hari, lalu ia meletakkannya dibawah bantal, maka Insya Allah dia akan mendapatkan mimpi yang akan berpengaruh terhadap kehidupan material dan spiritualnya dimasa yang akan datang.

8. Al – ‘Aziiz (Maha Perkasa)

© Barang siapa yang berdzikir dengan Asma Allah ini selama 40 hari, tiap harinya sebanyak 40 kali, niscaya Allah akan menolongnya dan memuliakannya, sehingga ia tidak lagi membutuhkan bantuan seorang makhluk pun.
9. Al – Jabbaar (Yang Maha Berkuasa, Maha Memaksa)

© Barang siapa dengan sungguh – sungguh beriman kepada kekuatan Allah yang tak terkalahkan itu dan mengharapkan kekuatan dapat membaca yaa Jabbaar sebanyak 21 kali di pagi dan sore hari, Insya Allah dia akan terhindar dari ancaman orang – orang yang zalim.

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 226 kali di setiap pagi dan sore hari, dia akan diselamatkan dari kezaliman penguasa dan orang – orang yang kejam, baik didarat maupun dilaut, di dalam perjalanan maupun di tempat kediaman.

© Jika seseorang mengukir Asma Allah ini di cincin perak dan memakai cincin tersebut, maka orang – orang akan merasa gentar terhadapnya dan orang – orang akan merasakan kehebatannya, Insya Allah.

(Satu – satunya tempat untuk menghilangkan keputus asaan kita, menentramkan hati dari rasa gundah yang dengannya kita menemukan diri kita sendiri adalah Allah)

10. Al – Mutakabbir (Maha Megah, Yang Mempunyai Keagungan dan Kesombongan)

© Jika seseorang membaca yaa Mutakabbir sebanyak 10 kali sebelum bersebadan dengan istrinya, niscaya mereka akan mendapatkan anak yang sholeh.

© Orang yang membaca Asma Allah ini secara istiqamah, kepadanya akan dikaruniakan kemuliaan dan keagungan.

© Jika dibaca sebelum mengerjakan tugas apa saja, maka tugas itu akan selesai, Insya Allah.

(Dengan kasih sayang-Nya, Dia menangguhkan hukuman-Nya yang keras agar engkau sadar sendiri dan mengubah jalan hidupmu. Janganlah engkau merasa aman karena keadaanmu, perbuatanmu, yang bersifat material maupun spiritual, yang tak pelak lagi akan selalu menyebabkan kerendahan yang menakutkan atau pahala yang ditinggikan)

11. Al – Khaaliq (Maha Pencipta)

© Jika Asma Allah ini dibaca ditengah malam dan memahami maknanya di dalam hatinya, niscaya Allah akan secara khusus akan menciptakan untuknya seorang malaikat yang akan mendoakannya hingga akhir zaman. Juga berguna untuk menerangi hati dan wajah.

© Siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali selama 7 hari, ia akan dilindungi dari semua malapetaka, Insya Allah.

(“Aku adalah Perbendaharaan Tersembunyi. Aku ingin dikenal, maka Kuciptakan makhluk.”)

12. Al – Baari’ (Maha Mengadakan, Yang Merencanakan Segala Sesuatu)

© Jika Seorang wanita yang mandul berpuasa selama 7 hari dan setiap hari setelah berbuka dengan air kemudian membaca Yaa Baari’uu yaa Mushawwiru sebanyak 21 kali, Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya seorang anak lelaki, Insya Allah.

© Barang siapa membaca Asma Allah ini selama 7 hari berturut – turut sebanyak 100 kali maka ia akan selamat dari bencana.

13. Al – Mushawwir (Maha Pembentuk)

© Jika seorang wanita yang tidak dapat memiliki anak dan percaya bahwa hanya Allah – lah Yang Maha Pencipta, kemudian dia berpuasa selama 7 hari dan setiap berbuka puasa membaca yaa Khaaliq yaa Baarii’ yaa Mushawwir sebanyak 21 kali diatas segelas air dan berbuka puasa dengan meminum air ini, Insya Allah dia akan memiliki anak.

(Seperti halnya Allah menggabungkan sel – sel pada tubuh manusia, Dia juga menempatkan setiap orang bersama perbuatannya pada jalan keabadian. Yang menjadi kawan kita hanyalah amal perbuatan kita.)

14. Al – Ghaffaar (Maha Pengampun)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali setelah sholat Jumat, maka segala dosa – dosanya akan diampuni pada minggu sebelumnya.

© Ketika amarah menyala di dalam hati seseorang, kemudian orang itu ingat dan membaca yaa Ghaffaar, maka amarah itu akan reda.

© Barang siapa yang membaca yaa Ghaffaar setiap hari setelah sholat ‘Ashar, Allah SWT akan memasukkan orang yang membacanya dalam golongan orang – orang yang diampuni oleh-Nya.

15. Al – Qahhaar (Maha Mengalahkan)

© Jika seseorang yang memiliki niat ikhlas di dalam hatinya untuk membebaskan diri dari kekuasaan hawa nafsu dan dari hasrat duniawi itu mengingat dan membaca yaa Qahhaar sesering mungkin, niscaya dia akan dapat mengendalikan hawa nafsunya.

© Berkhasiat untuk menghilangkan rasa cinta berlebihan kepada dunia dan pengagungan selain kepada Allah SWT di dalam hati. Barang siapa membiasakan berdzikir dengan Asma Allah ini, maka ia akan mendapatkan hal itu dan akan menang atas seterunya.

16. Al – Wahhaab (Maha Pemberi)

© Orang yang ditimpa kemiskinan hendaknya selalu membaca Asma Allah ini atau menuliskannya untuk dikenakan sebagai ta’wiz. Atau membacanya sebanyak 40 kali dalam sujud terakhir dalam sholat Dhuha. Insya Allah, ia akan terbebas dari kemiskinan melalui jalan yang tidak disangka – sangka.

© Jika seseorang mempunyai hajat, khusus agar hajatnya terkabul, hendaknya melakukan sujud dihalaman rumah atau masjid kemudian membaca Asma Allah ini 100 kali, Insya Allah hajatnya akan terkabul.

© Jika seseorang ingin meningkatkan kehidupan material maupun spiritualnya, hendaklah ia sholat malam dua rakaat selama tiga atau tujuh hari berturut – turut, dengan memanjatkan tangan kepada Allah dan membaca yaa Wahhaab sebanyak 100 kali sebelum dia memohonkan kebutuhannya, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.

(Orang yang berdosa tak ubahnya seperti orang miskin yang jatuh ke dalam saluran pembuangan air. Apakah yang pertama kali harus dilakukannya? Dalam keadaan semacam itu, dia tidak dapat menghadapi orang lain, dan juga tidak dapat berdiri sendiri. Kecuali jika dia gila, tidak menyadari keadaan dirinya yang menjijikan, tentu dia akan segera mandi dan membersihkan diri. Sabun dan air membersihkan batin adalah tobat. Celakalah orang yang tidak melihat dan merasakan bau busuk di dalam batinnya!)

17. Ar – Razzaaq (Maha Pemberi Rezeki)

© Jika seseorang benar – benar percaya bahwa rezeki kita berasal dari Allah dan bahwa rumah tangganya membutuhkan rezeki tersebut, maka setiap selesai melaksanakan sholat subuh dia dapat membaca yaa Razzaaq sebanyak 10 kali di keempat sudut rumahnya, dimulai dari sudut kanan dan menghadap kiblat. Allah akan menambahkan rezeki keluarganya.

© Orang yang menuliskan Asma Allah ini dan menggantungkannya ditempat mereka bekerja. Insya Allah akan bertambah sukses.

© Membaca yaa Razzaaq sebanyak 100 kali setelah sholat jumat akan membantu orang yang mengalami stres dan depresi.

18. Al – Fattaah (Maha Pembuka, Yang Menghilangkan Kesulitan dan Pemberi Keputusan)

© Barang siapa yang meletakkan tangan kanannya didada setelah sholat subuh dan membaca Asma Allah ini sebanyak 70 kali, Insya Allah hatinya akan bersih dari khayalan, kejahatan, egoisme, amarah dan kekotoran yang lainnya. Menerangi jiwanya dan memudahkan urusannya.

(Orang yang beriman bersyukur atas kehidupan yang telah mereka terima. Mereka mewujudkan rasa syukur mereka ke dalam perbuatan dengan melayani makhluk ciptaan Allah karena Allah, dengan selalu bekerja keras seolah – olah mereka tidak akan pernah mati.)

19. Al – ‘Aliim (Maha Mengetahui)

© Barang siapa membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali secara rutin setiap selesai sholat fardhu, maka ia akan memperoleh kemampuan untuk melihat hal – hal tertentu yang luput dari perhatian orang dan memiliki iman yang kuat. Di samping itu, hatinya akan dipenuhi dengan ma’rifatullahi (mengenal Allah).

© Jika seseorang melazinkan membaca Asma Allah ini sebanyak 150 kali setiap hati, niscaya pemikiran dan pemahamannya akan bertambah.

(Dengan kasih sayang dan kemurahan-Nya, Allah memberikan apa yang dipinta oleh hamba-Nya, tanpa memerhatikan keimanan atau kekufuran. Jika engkau menginginkan dunia ini engkau akan mendapatkannya. Jika engkau menginginkan kehidupan yang kekal di akhirat, engkau akan mendapatkannya)

20. Al – Qaabidh (Maha Menyempitkan)

© Yaa Qaabidh adalah dzikir malaikat maut, Izrail. Barang siapa dizalimi disarankan membaca yaa Qaabidh sebanyak 903 kali, maka si zalim maupun kezaliman itu akhirnya akan hancur atau orang itu dilindungi dari keduanya.

© Barang siapa menuliskan ism Al-Qaabidh pada empat puluh keping roti selama 40 hari, maka ia tidak akan merasakan sakitnya penyakit dan diselamatkan dari lapar, haus, luka dan sebagainya.

21. Al – Baasith (Maha Melapangkan)

© Yaa Baasith adalah dzikir malaikat peniup sangkakala, Israfil. Barang siapa terbiasa membaca Asma Allah ini niscaya ia akan beroleh kedamaian di dalam hatinya, terbebas dari stress dan berbagai persoalan, penghasilannya bertambah, dicintai dan dihargai dan dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

© Jika seseorang berdzikir dengan Asma Allah ini seusai mengerjakan sholat Dhuha sebanyak sepuluh kali, sambil mengangkat kedua tangannya ke langit dan kemudian menyapukannya ke muka nya, niscaya Allah akan membukakan baginya salah satu pintu kekayaan.

22. Al – Khaafidh (Maha Merendahkan, Yang Menghinakan Seseorang)

© Barang siapa membaca yaa Khaafidh sebanyak 500 kali, maka semua hajatnya akan dipenuhi Allah dan menghilangkan semua kesulitannya, Insya Allah.

© Orang yang berpuasa selama tiga hari dan pada hari yang keempat membaca Asma Allah ini 70 kali ketika duduk menyendiri, ia akan memperoleh kemenangan atas musuhnya, Insya Allah.

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 889 kali pada waktu yang tepat, niscaya dia tidak akan dikalahkan oleh semua musuhnya.

© Jika sebuah kelompok yang diancam oleh musuh berpuasa selama tiga hari dan pada hari keempat mereka berkumpul untuk membaca yaa Khaafidh sebanyak 7.000 kali yang dibagi sesuai dengan jumlah mereka, maka Allah akan menjaga mereka serta merendahkan musuh mereka.

(Orang yang direndahkan Allah hanya dapat ditinggikan oleh-Nya. Allah adalah Maha Penyayang. Perlakuan seperti itu akan membangunkan orang yang lalai dari tidur mereka. Dengan demikian, melalui penderitaan, keadaan rendah di tangan al-Khaafidh, menjadi karunia yang besar bagi orang yang sadar dan melihat tangan yang meninggikan dan tangan yang merendahkan)

23. Ar – Raafi` (Maha Meninggikan Derajat Seseorang)

© Jika orang yang berkeinginan untuk menjadi tinggi di kalangan manusia, hanya untuk menolong dan membimbing mereka ke jalan yang benar, membaca yaa Raafi’ 100 kali siang dan malam, niscaya kedudukan yang tinggi dan kekuatan akan diperolehnya.

© Barang siapa membaca Yaa Raafi’ sebanyak 70 kali, niscaya ia akan selamat dari gangguan orang – orang yang aniaya.

© Orang yang membaca Asma Allah ini 100 kali di tengah malam pada tanggal ke -14 bulan Qamariyah, Allah SWT akan mengaruniakan kecukupan kepadanya dan tidak berhajat kepada makhluk, Insya Allah.

24. Al – Mu`izzu (Maha Memuliakan, Yang Memberikan Kemuliaan)

© Jika seseorang yang merasa kaya tanpa berharta, yang menjadi kuat tanpa senjata dan otot dan mampu mengesampingkan egonya dalam usahanya untuk membantu orang lain, harus berhadapan dengan musuh yang kuat dan teraniaya, maka dia dapat membaca Yaa Mu’izzu sesudah sholat malam pada hari minggu dan kamis. Dia akan terhindar dari rasa takut dan terlihat perkasa di mata musuh – musuhnya.

© Jika Asma Allah ini dibaca 40 kali setelah sholat maghrib setiap Senin dan Jumat, Allah SWT akan mengaruniakan kepada orang yang membacanya kemuliaan dan kehormatan, dan Allah akan menanamkan rasa takut ke dalam hati seluruh makhluk kepadanya, Insya Allah.

25. Al – Mudzillu (Maha Menghinakan)

© Barang siapa membaca ism Yaa Mudzillu sebanyak 75 kali kemudian ia berdoa didalam sujudnya dan berkata, “Ya Allah, lindungilah aku dari kejahatan si Fulan”, niscaya ia akan bebas dari dalam penjaranya dan akan selamat dari gangguan orang – orang yang dengki dan aniaya.

26. Al – Samii’ (Maha Mendengar)

© Barang siapa membaca Yaa Samii’ pada hari kamis sesudah sholat Dhuha sebanyak 50 kali atau 500 kali, maka ia akan menjadi seorang yang makbul doanya.

© Jika seseorang membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali pada hari kamis antara sholat sunnah dan sholat fardhu pada saat subuh, maka Allah SWT akan mengaruniakan rahmat istimewa kepadanya, Insya Allah.

© Jika seorang da’i atau penceramah di depan umum yang beriman bahwa Allah mendengar apa yang diucapkannya, membiasakan membaca Yaa Samii’ sesering mungkin, niscaya kata –katanya akan sangat berpengaruh terhadap para pendengarnya.

(Allah berfirman dalam salah satu hadis qudsi, “Tidaklah seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan terus menerus bersikap taat kecuali Aku akan mencintai-Nya dan jika Aku mencintainya maka Aku menjadi telinganya yang dengannya dia mendengar dan menjadi lidahnya yang dengannya dia bicara dan menjadi tangannya yang dengannya dia menggenggam.”)

27. Al – Bashiir (Maha Melihat, Yang Maha Melihat Segala Sesuatu)

© Orang yang membaca Yaa Bashiir sebanyak 100 kali setelah sholat jumat secara istiqamah, Allah WT akan mengaruniakan kepadanya penglihatan (mata) yang tajam dan cahaya dalam hatinya. Insya Allah.

© Jika suatu pekerjaan tidak diniatkan untuk diri sendiri melainkan karena Allah, kemudian orang tersebut membaca yaa Allaah yaa Bashiir sebanyak 100 kali sebelum sholat jumat, niscaya Allah akan menggembirakan orang itu dengan kasih sayang-Nya dan memberikannya keberhasilan dalam pekerjaan yang diniatkannya itu.

(Allah juga telah memberikan kepada kita mata hati untuk melihat hal – hal yang lebih dalam daripada yang dapat ditangkap oleh penglihatan mata biasa, mata batin untuk melihat batin manusia. Mata itu disebut bashiirah. Meskipun kita tidak dapat melihat Allah, karena hanya Dia yang dapat melihat diri-Nya, tetapi dengan bashiirah kita dapat melihat diri kita sendiri.)

28. Al – Hakam (Maha Menetapkan Segala Hukum)

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 99 kali pada akhir malam dalam keadaan wudhu dan mengkonsenterasikan pikiran maka Allah akan menjadikan batinnya sebagai tempat rahasia – rahasia ketuhanan dan hatinya akan dipenuhi dengan cahaya.

(Tak perlu khawatir atas apa yang akan terjadi dan ada alasan untuk menyesali apa yang telah terjadi, sebab penyesalan tak akan mengubah apa – apa. Terimalah dan kepadamu akan diberikan keridhoan dan kedamaian. Alih – alih mempersoalkan keputusan Allah, jadilah hakim sejati bagi dirimu sendiri. Janganlah kau aniaya dirimu sendiri dan jangan pula membebaskan atau memanjakan dirimu sendiri. Nilailah orang lain seperti halnya engkau menilai dirimu sendiri)

29. Al – ‘Adl (Mah Adil)

© Barang siapa menulis (dengan za’faran atau dengan isyarat jari) Asma Allah ini di atas 20 potong roti pada malam atau siang hari jumat, kemudian memakannya, maka Allah SWT akan menjadikan seluruh makhluk tunduk kepadanya, Insya Allah.

30. Al – Lathiif (Maha Halus, Maha Lembut, Maha Mengasihi)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak 133 kali setiap hari, Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya rezeki yang berlimpah.

© Siapa saja yang ditimpa kesulitan hendaknya berwudhu dengan benar kemudian mengerjakan sholat sunat dua rakaat, kemudian sambil meniatkan maksudnya dan membaca Asma Allah ini 100 kali, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari kesulitannya itu, Insya Allah.

© Membaca Yaa Lathiif sebanyak 129 kali akan menolong orang yang mengalami depresi dan stres.

© Jika Seseorang biasa membaca Allaah Lathiifun bi ‘ibaadih yarzuq man yasyaa’ wa huwa al-Qawiiyy al-‘Aziiz (Allah Maha Lembut kepada hamba – hamba-Nya, Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa) sebanyak 9 kali setiap, maka Insya Allah dia akan mendapatkan hari yang lebih mudah dan lebih bahagia.

(Sering kali orang harus mengenal lawan kata dari sesuatu untuk memahaminya. Orang yang tidak pernah merasakan kesedihan, tidak akan mengenal kebahagiaan. Jika tidak ada yang buruk, kita tidak akan mengenal keindahan. Baik dan buruk sama pentingnya. Allah menunjukkan yang satu dengan yang lain, yang benar dengan yang salah, dan menunjukkan kepada kita akibat dari masing – masingnya.)

31. Al – Khabiir (Maha Mengetahui)

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini selama 7 hari maka akan datang kepadanya ruhaniah (sebangsa malaikat) yang akan memberitahukan kepadanya berita – berita tentang kejadian yang berlansung pada tahun itu, atau berita tentang raja – raja atau berita tentang hati dan lain – lain.

© Barang siapa berada di dalam kekuasaan orang yang selalu menganiayanya, maka ia harus memperbanyak berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Barang siapa yang hawa nafsunya tidak pernah terpuaskan hendaknya selalu membaca Asma Allah ini, Insya Allah ia akan segera terbebas dari hawa nafsu yang tak terpuaskan itu.

© Jika seseorang yang menderita perangai buruk dan sungguh – sungguh merasa malu serta ingin menghilangkannya, maka sangat berfaedah baginya untuk membaca yaa Khabiir sesering mungkin.

© Jika seorang beriman merasa cemas terhadap akibat dari suatu perbuatan, maka kepadanya akan diperlihatkan akibat dari perbuatannya itu di dalam mimpinya jika dia membaca ayat “alaa ya’lam man khalaqa wa Huwa al-Lathiif al-Khabiir” (Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui [yang kamu lahirkan dan rahasiakan]? Dan Dia Maha Halus lagi Maha mengetahui) [Al-Mulk : 14] sebanyak beberapa kali hingga dia tertidur di malam hari.

32. Al – Haliim (Maha Penyantun)

© Jika Asma Allah ini ditulis di kertas kemudian dituangkan air, lalu air tersebut dipercikkan atau diusapkan pada alat tukangnya, maka akan dapat menambah keberkahannya, jika disapukan pada sebuah kapal, maka kapal tersebut akan terhindar dari bahaya tenggelam dan dari segala marabahaya.

© Jika seseorang yang pemarah membaca yaa Haliim sebanyak 88 kali pada saat amarahnya nyaris memuncak, niscaya marahnya akan reda.

© Jika cinta salah seorang dari pasangan suami istri memudar, maka dengan menuliskan Asma Allah ini pada sebuah apel dan memakannya akan membantu mengembalikan rasa cinta itu.

© Jika Asma Allah ini dituliskan pada secarik kertas, lalu dilarutkan kedalam air dan air itu disiramkkan ke atas lahan atau kebun, maka Insya Allah tanahnya akan menghasilkan panen yang lebih baik.

(Allah mencintai hati yang suci dan bersih, laksana cermin bersih memantulkan sifat – sifat-Nya yang indah. Allah mencintai sikap lemah lembut manusia haliim yang tidak mau mengutuk dan membalas, tetapi lebih suka menunggu dan berharap agar musuh – musuhnya berubah dan menjadi haliim dengan sendirinya.)

33. Al - ‘Azhiim (Maha Agung)

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 12 kali, niscaya ia akan selamat dari segala sesuatu.

© Orang yang sering berdzikir dengan Asma Allah ini, maka Allah SWT akan mengaruniakan kemuliaan dan kehormatan padanya, Insya Allah.

© Menurut sebuah hadist Nabi Muhammad SAW, jika engkau membaca “subhaana Allaah wa bi hamdih subhaana Allaah al-‘azhiim astaghfirullah sebanyak 100 kali antara menyingsingnya fajar dan terbitnya matahari, tentu hal itu akan membantumu menjauhkan diri dari mengejar – ngejar keberhasilan duniawi, sebab keberhasilan duniawi yang akan mengejar dirimu.

© Jika engkau takut terhadap kejahatan musuh yang kuat dan kau baca yaa ‘Azhiim dzaa tsanaa al-fakhr wa al-‘izz wa al-majd wa al-kibriyaa’ falaa yadzillu ‘izzuh (“Wahai Yang Maha Besar yang memiliki pujian Kebanggaan dan Kekuatan, Kemuliaan dan Keagungan; yang kebesaran-Nya tidak direndahkan”) sebanyak 12 kali dan setiap satu kali engkau meniup dirimu sendiri, tentu engkau akan tahan terhadap kejahatan yang akan dilakukan musuhmu terhadap dirimu.

(“Orang yang belajar, mengajarkan apa yang diketahuinya, dan mengamalkan ilmunya disebut ‘Abd al-‘Azhiim di surga.” [Hadist Nabi Muhammad SAW].

‘Abd al-‘Azhiim adalah orang yang kepadanya Allah memperlihatkan kebesaran-Nya yang sempurna. Dan dari kekuatan yang berasal dari kebenaran, dia melihat azab bagi para penentang kebenaran dan pahala bagi pembela kebenaran. Kehebatan dan kekuatannya berada di atas orang lain karena kebesaran batinnya dicerminkan oleh penampilan lahirnya)

34. Al – Ghafuur (Maha Pengampun, Maha Mengampuni)

© Jika Seseorang merasa berdosa dan oleh karenanya merasa berat di dalam hatinya, dengan membaca yaa Ghafuur sebanyak 100 kali setelah sholat jumat, penderitaannya akan hilang dan jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuni dosa itu.

© Barang siapa sering membaca Asma Allah ini maka malapetaka dan duka cita akan menjauh darinya, Insya Allah. Disamping itu Allah SWT akan memberikan keberkahan pada kekayaannya dan keturunannya.

© Orang yang mengucapkan sebanyak tiga kali yaa Rabb Aghfirli Al –Ghafuur ketika sujud maka Allah SWT akan mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

© Barang siapa menuliskan Asma Allah ini diatas orang yang sakit demam, niscaya si pesakit akan sembuh.

© Barang siapa menuliskan Sayyidul – Istighfaar lalu menghapuskannya dengan air dan diminumkannya kepada orang yang sedang kesulitan dalam menghadapi ajal sehingga lidahnya sulit mengucapkan kata – kata, maka akan mudahlah saat sakaratul-maut orang yang bersangkutan. Ini telah coba oleh banyak orang dan berhasil dengan baik.

35. Asy – Syakuur (Maha Mensyukuri)

© Barang siapa menuliskannya bagi orang yang menderita sesak napas atau merasa letih badannya atau merasa berat tubuhnya, kemudian tulisan itu dihapus (dilunturkan)nya dengan air dan diminumkan kepda orang yang sakit itu, serta digunakan untuk mengusap badannya, niscaya si pesakit akan sembuh dari penyakitnya berkat izin Allah SWT. Dan jika air tersebut diusapkan ke muka orang yang menderita lemah pandangan, niscaya ia akan mendapatkan keberkatannya.

© Barang siapa membaca Asma Allah ini setiap hari sebanyak 41 kali untuk mengatasi masalah keuangan, jasmani, ruhani, pikiran dan sebagainya. Insya Allah masalah tersebut akan segera teratasi.

36. Al – ‘Aliiyy (Maha Tinggi)

© Seseorang yang membaca Asma Allah ini setiap hari secara istiqamah dan membawa serta tulisan tersebut dalam badannya, maka derajatnya akan ditinggikan dan dikaruniai kemakmuran, dan semua hajatnya akan terpenuhi, Insya Allah.

© Barang siapa menuliskan Asma Allah ini atas seorang anak kecil, maka Allah SWT akan menyampaikannya kepada tingkat dewasanya; jika dituliskan kepada seorang bujang, maka ia akan dikumpulkan dengan keinginannya; dan kalau dituliskan kepada orang yang miskin, maka ia akan mendapatkan kekayaan berkat karunia Allah SWT.

37. Al – Kabiir (Maha Besar)

© Jika seseorang dipecat dari jabatannya, hendaknya ia berpuasa selama tujuh hari dan setiap hari membaca yaa kabiir anta al-ladzii laa tahdi ‘uquul li washfi ‘azamatih (“Wahai Yang Maha Besaar Yang tak dapat dilukiskan akal”) sebanyak 1.000 kali, maka jabatannya tersebut akan kembali kepadanya, disamping itu ia akan memperoleh kemuliaan dan kehormatan, Insya Allah.

© Berkhasiat untuk membuka pintu ilmu pengetahuan dan makrifat bagi orang yang banyak berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Barang siapa yang mempunyai banyak utang, kemudian ia berdzikir dengan membaca yaa kabiir anta al-ladzii laa tahdi ‘uquul li washfi ‘azamatih (“Wahai Yang Maha Besaar Yang tak dapat dilukiskan akal”) sebanyak 1.000 kali, niscaya mereka akan mampu melunaskan utang – utangnya itu.

38. Al – Hafiizh (Maha Pelestari, Maha Memelihara, Maha Melindungi)

© Barang siapa yang berdzikir dengan Asma Allah ini dengan istiqamah atau menuliskannya dan membawanya di tempat yang menakutkan, maka ia akan selamat, sekalipun ia tidur di tempat binatang buas.

© Jika seseorang mengenakan kalung bertuliskan nama yaa Hafiizh dan dia tidak lupa membacanya paling sedikit 10 kali dalam sehari, niscaya ia akan selamat dari kekerasan, malapetaka, kehilangan dan hal – hal yang membawa madharat, Insya Allah.

39. Al – Muqiit (Maha Pemelihara, Maha Memberi Rezeki dan Kekuatan)

© Barang siapa menuliskan Asma Allah ini atau membacakannya ke atas tanah, lalu tanah itu dibasahinya dan kemudian diciumnya, niscaya Allah akan menguatkannya dalam menahan rasa lapar.

© Orang yang hendak melakukan perjalanan yang sulit dan berbahaya dapat membaca yaa Muqiit sebanyak 7 kali di atas sebotol air, kemudian menuliskan Asma Allah ini pada botol tersebut sebanyak 7 kali pula. Selama dia minum dari botol itu di dalam perjalanannya, dia akan mendapatkan kekuatan untuk mengatasi berbagai kesulitan dan bahaya yang mungkin dihadapinya.

© Barang siapa meniupkan Asma Allah ini di sebuah wadah setelah dibaca sebanyak 7 kali, kemudian meminum airnya untuk dirinya atau untuk orang lain, atau bernafas dalam – dalam di atas wadah tersebut, maka semua hajatnya akan terpenuhi, Insya Allah.

(Memilih yang haram tidak akan menambah rezekimu. Apa pun makananmu dan dari mana pun engkau mendapatkannya, itu hanya dapat menjadi bagianmu. Sarana tidaklah menciptakan rezeki. Bahkan alat tidak memberi rezeki. Sarana dan alat tak ubahnya pipa yang berasal dari Allah, Maha Pemberi Rezeki, kepada setiap makhluk. Makanan yang terdapat di dalam pipa tersebut mengalir sampai kematian menekan dari ujung pipa tersebut. Kematian tidak akan datang kepadamu sampai makananmu habis. Ia pasti datang kepadamu setelah suapan terakhirmu dan embusan napasmu yang penghabisan.)
40. Al – Hasiib (Maha Penghitung)

© Barang siapa takut dikalahkan oleh temannya, menghadapi tetangga yang licik, orang yang iri hati, atau untuk menjaga rumah seseorang dari kerusakan maka ia harus membaca yaa Hasiib setiap hari sebelum matahari terbit dan sesudah matahari tenggelam sebanyak 70 kali. Maka sebelum satu minggu, Allah sudah menyelamatkannya dari rasa takutnya itu. Membaca Asma Allah ini hendaklah dimulai dari hari Kamis.

© Jika seseorang menuliskan nama ini pada botol dan memberi minum bayi yang sering menangis dari botol ini, niscaya tangisnya akan berhenti.

(Ketahuilah bhwa setiap menit yang berlalu tanpa keuntungan, setiap jam yang tidak engkau manfaatkan karena Allah, merawat mahkluk-Nya, atau mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya, memuji-Nya, mencermati apa yang tengah engkau kerjakan, adalah sebuah kerugian. Engkau tidak memiliki harapan untuk mendapatkan kembali yang telah hilang, engkau tidak dapat menebus hari kemarin, bahkan sekiranya engkau habiskan sisa hidupmu. Hargailah hidupmu!!! Janganlah engkau sia – siakan dalam kemalasan, kelalaian dan mimpi. Buatlah perhitungan sejak saat ini sebelum engkau harus memperhitungkannya di hadapan Allah Al-Hasiib)

41. Al – Jaliil (Maha Agung, Maha Tinggi dan Mulia)

© Barang siapa membaca atau menuliskan Asma Allah ini pada sehelai kertas dengan tinta misik dan za’faran, lalu dibawanya, maka Allah akan memberikan kewibawaan dan kebesaran kepada-Nya.

42. Al – Kariim (Maha Dermawan, Maha Pemurah)

© Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini ketika hendak tidur dan dilakukan secara rutin, maka Allah akan menanamkan sifat Karim kedalam hati orang – orang arif.

© Orang yang membaca yaa Kariim sebanyak 270 kali setiap hari akan terbebas sama sekali dari utang mereka.

© Barang siapa membaca astaghfirullaah yaa Kariim sering kali merasa aman dari hukuman Allah dan mengharapkan ampunan-Nya

43. Ar – Raqiib (Maha Mengawasi, Maha Mengamati)

© Orang yang beriman yang telah diberikan karunia ihsaan, dikaruniai keyakinan yang kuat bahwa Allah melihat mereka setiap saat, membaca Asma Allah ini ditempat yang tersembunyi, maka mata hatinya akan melihat rahasia yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Dia bahkan dapat memahami bahasa binatang, tumbuh – tumbuhan dan benda – benda mati.

© Jika seseorang lupa atau kehilangan sesuatu, membaca Asma Allah ini akan membantu orang itu untuk menemukannya kembali.

© Jika seseorang merasa takut terhadap tenung atau sihir yang ditujukan kepadanya, membaca nama ini sebanyak 312 kali sehari selama seminggu akan membantu sihir itu menjadi tak bertuah.

© Barang siapa menginginkan keluarganya dan hartanya dilindungi dari kerusakan dan bencana, hendaknya membaca Asma Allah ini setiap hari 7 kali dan meniupkan pada mereka. Hendaknya dia terus membaca Asma Allah ini kapan saja sehingga akan memperoleh perlindungan setiap saat.

© Barang siapa merasa khawatir terhadap janin yang dikandung oleh seorang ibu dari bahaya keguguran, maka hendaknya dibacakannya ke atas perut si ibu Asma Allah ini sebanyak 7 kali, maka Insya Allah si ibu akan terhindar dari keguguran.

© Barang siapa hendak berlayar dan ia merasa khawatir bahwa di antara keluarga yang ditinggalkannya ada yang berbuat tidak senonoh, maka hendaklah dibacakan Asma Allah ini 7 kali sambil memegang tengkuk mereka. Insya Allah apa yang dikhawatirkannya itu tidak akan terjadi.

(Bagi orang yang miskin, berputus asa dan ragu – ragu terhadap kemurahan Allah juga berbahaya. Juga berbahaya bagi orang yang berdosa, seberapa besar pun dosanya, untuk meragukan kasih sayang dan kemurahan Allah)

44. Al – Mujiib (Maha Mengabulkan)

© Orang yang senantiasa berdzikir membaca yaa Mujiib, maka doa – doanya akan dikabulkan.

© Jika Seseorang membaca yaa Mujiib sebanyak 55 kali setelah mengerjakan sholat sunat, terutama ketika matahari terbit, maka kebutuhannya akan dipenuhi.

© Membaca Asma Allah ini juga akan menghentikan desas – desus dan fitnah yang ditujukan kepada seseorang.

45. Al – Waasi` (Maha Luas)

© Berkhasiat mendatangkan kelapangan dan kedudukan, lapang dada dan terhindarnya ia dari sifat dendam dan tamak, serta mendatangkan sifat qanaa’ah bagi orang yang berdzikir dengannya.

© Barang siapa menginginkan kelimpahan harta benda, ketinggian ruhaniah, kecukupan dan tidak tergantung kepada siapa pun, hendaknya selalu berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Orang – orang yang memiliki beban pekerjaan dan tanggung jawab yang berat yang rasanya tidak dapat mereka pikul akan beroleh kekuatan dan keringan jika mereka terus – menerus berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Membaca yaa Waasi’ sebanyak 170 kali dapat menyembuhkan seseorang dari depresi.

(Ketahuilah bahwa pengetahuan Allah itu luas, menyeluruh dan di mana – mana. Engkau tidak dapat menyembunyikan apa pun dari–Nya. Kekuasaan-Nya mencakup segala, tak ada yang dapat menghindarnya, oleh karena itu berhati – hatilah terhadap perbuatan dosa dan maksiat)

46. Al – Hakiim (Maha Bijaksana)

© Jika Seseorang merasa bahwa dirinya tidak mampu melaksanakan tugas yang diembannya, atau jika semua usaha yang ditempuhnya mengalami kegagalan, kemudian dia tetap membaca Asma Allah ini, niscaya segalanya akan berubah menjadi lebih baik.

© Barang siapa terus menerus membaca yaa Hakiim, maka Allah akan membukakan baginya ilmu dan hikmah.

© Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini, niscaya Allah akan memalingkan dirinya apa – apa yang membahayakan dirinya dan akan membukakan baginya pintu hikmah.

47. Al – Waduud (Maha Pecinta)

© Barang siapa membaca Asma Allah sebanyak 1.000 kali kemudian meniupkannya pada makanan, lalu makanan tersebut ia makan bersama – sama istrinya, maka perselisihan dan perbedaan di antara mereka segera teratasi. Cinta dan kasih sayang juga akan tertanam di hati mereka, Insya Allah.

© Jika seseorang menuliskan Asma Allah ini pada secarik kain sutra kemudian membawanya dan ingat untuk sering membacanya, niscaya orang – orang akan makin menyukainya.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali, niscaya Allah akan mencintainya. Karena itulah para guru tarekat sering menganjurkan murid – muridnya agar berdzikir dengan Asma Allah.

(Dengan mencintai-Nya, kita juga mencintai orang – orang yang dicintai – Nya, orang – orang yang mencintai – Nya, orang – orang yang mengajarkan firman – Nya dan kata – kata yang mereka ajarkan. Semua cinta adalah milik – Nya.

Semua yang kita cintai itu fana, seperti halnya diri kita sendiri. Yang kekal adalah jiwa kita yang suci, karunia terbesar bagi kita dan pemilik jiwa itu yakni Pencipta kita. Kesadaran akan hal itu merupakan anugerah yang lebih besar dari semua yang kita miliki di dunia ini. Sebab jika Allah mencintai hamba-Nya, tentu Dia akan memberikan kepada orang tersebut pemahaman, kesadaran, iman dan rasa cinta kepada – Nya.)

48. Al – Majiid (Maha Mulia)

© Jika seorang beriman yang memiliki sifat yang baik, yang terkena penyakit kulit, berpuasa pada tanggal 13 14 dan 15 bulan Qamariyah dan ketika berbuka membaca yaa Majiid sebanyak 100 kali, maka penyakitnya itu dapat tertolong. Cara ini juga menolong dalam kasus penyakit hati dan depresi.

49. Al – Baa’its (Maha Membangkitkan)

© Jika seseorang mampu mengakui bahwa ia lalai dan gagal dalam menjalani hidup menurut ketentuan – ketentuan Allah, dan mengetahui bahwa dia tidak takut kepada azab Allah, tetapi masih menderita karena keadaan ini dan ingin mengubahnya, dia harus sering membaca Asma Allah ini, maka dia akan merasa takut, cinta dan berharap kasih sayang Allah dan mengubah jalan hidupnya.

© Jika seseorang dituduh secara sewenang – wenang, maka membaca Yaa Baa’its sebanyak 7.070 kali akan menyelamatkannya.

© Barang siapa ketika hendak tidur meletakkan tangannya didadanya dan membaca Asma Allah ini sebanyak 101 kali, maka hatinya akan hidup dengan ilmu dan hikmah, Insya Allah.

50. Asy – Syahiid (Maha Menyaksikan)

© Berkhasiat menjadikan orang yang berdzikir dengan Asma Allah ini kembali kepada kebenaran dari kebathilan.

© Orang yang berdosa karena berbuat maksiat kepada Allah dan dia benar – benar mengetahui bahwa dirinya melakukan hal yang salah akan dapat mengendalikan perbuatannya jika dia membaca yaa Syahiid sebanyak 21 kali tanpa putus.

© Jika Asma Allah ini dibacakan sambil meletakkan telunjuk pada tangan anak yang bandel, niscaya anak itu akan menjadi lebih penurut.

© Barang siapa yang menginginkan agar anak dan istrinya yang durhaka menjadi taat, hendaknya meletakkan tangannya di keningnya, kemudian membaca Asma Allah ini sebanyak 21 kali dan meniupkannya, Insya Allah mereka akan mentaatinya.

(Dia lebih dekat kepada hamba – hamba-Nya daripada jiwa mereka sendiri. Dia memiliki cinta dan kasih sayang terhadap mereka yang jauh lebih besar daripada perhatian mereka terhadap diri mereka sendiri. Karunia-Nya tidak terbatas: tak ada akhir bagi rahmat-Nya)

51. Al – Haqq (Maha Benar)

© Jika membaca laa ilaaha illaa Allaah al-Malik al-Haqq al-Mubiin (“Tidak ada Tuhan selain Allah, Maha Raja, Kebenaran Yang Nyata) sebanyak 100 kali setiap hari, niscaya dia akan mendapat rezeki yang tidak diduga – duga.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali setiap hari, maka akhlaknya akan menjadi baik.

© Orang yang menuliskan Asma Allah ini pada sehelai kertas persegi panjang pada keempat sudutnya, lalu diletakkannya pada telapak tangannya di waktu sahur, sambil mengangkatnya ke arah langit, niscaya Allah akan melindunginya dari apa yang disusahkannya.

(Tawakkul, berserah diri kepada Allah, bukan berarti mengabaikan sebab – sebab dari suatu kejadian. Berdiam diri dan tidak peduli terhadap sebab itu dan akibatnya adalah sikap malas. Bertawakal kepada Allah merupakan salah satu kewajiban dalam Islam, sedangkan sikap malas adalah dosa)

52. Al – Wakiil (Maha Memelihara, Maha Mencukupi)

© Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini, niscaya Allah akan membukakan baginya pintu – pintu kebaikan dan rezeki.

© Jika seseorang yang bertawakal kepada Allah berada dalam bahaya bencana alam atau tengah di serang musuh, membaca Asma Allah ini secara terus menerus sebanyak 66 kali, niscaya dia akan selamat.

© Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau membaca Hasbiiyallaah laa ilaaha illaa huwa ‘alayh tawakkaltu wa huwa rabb al-‘arsy al-‘azhiim (‘Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dialah Tuhan yang memiliki Arasy Yang Agung’ [at-Taubah :129] ) diwaktu pagi dan malam hari, maka Allah akan menjadi wakilmu dan akan membimbing urusanmu di dunia ini dan di akhirat dengan bimbingan yang terbaik bagimu”.

53. Al – Qawiyy (Maha Kuat)

© Orang yang dizalimi hendaknya membaca Asma Allah ini sebanyak – banyaknya untuk menghentikan kezalimannya. Maka Allah akan memberikan perlindungan kepadanya. Insya Allah.

© Orang yang membaca Asma Allah ini sebanyak 116 kali setiap hari, jika mereka lemah atau lelah karena melaksanakan sholat lima waktu, maka mereka akan mendapatkan kekuatan dan senang melaksanakan sholat itu.

© Jika seseorang menderita selama melaksanakan perjalanan yang sulit dan berbahaya membaca Asma Allah ini, niscaya mereka tidak akan merasakan penderitaan itu.

© Jika seseorang memasuki tempat atau keadaan yang berbahaya, mana membaca bi ism Allaah al-Rahmaan al-Rahiim wa laa hawla wa laa quwwata illaa bi Allaah Al-‘Aliyy Al-‘Azhiim (“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan tak ada daya dan tak ada upaya selain Allah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar”) akan menghilangkan bahaya atau memberi orang itu kekuatan untuk menghadapinya.

(Seorang hamba harus mengharapkan agar semua kebaikan dan keindahan datang dari Allah, dan hanya takut kepada azab Allah. Dengan demikian semua rasa takut yang lain hilang dari hati hamba – hamba yang telah tertambat kepada Tuhan mereka)



54. Al – Matiin (Maha Kukuh, Maha Sempurna Kekuatannya)

© Jika seorang yang beriman menydari bahwa dirinya sendiri merupakan seorang yang zalim lagi berperangai buruk, dan ingin meninggalkan sifat buruk itu, maka hendaknya dia membiasakan membaca Asma Allah ini sebanyak 500 kali setiap hari, niscaya akan membantunya untuk menjadi orang yang lebih baik.

© Jika seorang ibu kekurangan air susu untuk bayinya, maka jika dia minum dari cangkir yang bertuliskan yaa Matiin maka air susunya akan bertambah.

© Barang siapa membacakan Asma Allah ini pada anak perempuan kecil atau anak laki – laki kecil sebanyak 10 kali, niscaya anak tersebut tidak akan berbuat durhaka.

55. Al – Waliyy (Maha Melindungi, Maha Menolong dan Mengendalikan)

© Jika seorang beriman membaca Asma Allah ini sebanyak 700 kali pada malam jumat, maka semua rintangan material dan spiritual akan hilang. Mudah – mudahan orang seperti itu melihat hakikat yang sebenarnya dan makna segala sesuatu.

© Dalam perkawinan yang salah satu pasangannya memiliki sifat suka bertengkar, jika pasangan lain mengingat Asma Allah ini ketika mereka sedang bertengkar niscaya pertengkaran itu tidak akan berubah menjadi perkelahian.

© Jika seseorang memiliki istri yang perilakunya buruk, hendaknya Asma Allah ini dibaca terus – menerus ketika berada di hadapannya, Insya Allah perilakunya akan menjadi baik.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini pada malam jumat sebanyak 1.000 kali, nicaya Allah akan memberikan wilayah (kepemimpinan) kepadanya dan akan di hisab dengan hisab yang mudah.

(Para wali Allah mempunyai mata yang diterangi oleh, dan melihat dengan, cahaya Tuhan. Mereka menarik pelajaran dari semua yang mereka dengar dan lihat. Cahaya Tuhan memancar di wajah mereka: siapa pun yang melihatnya menjadi ingat kepada Allah)

56. Al – Hamiid (Maha Terpuji)

© Jika seseorang yang membaca yaa Hamiid dalam keadaan menyendiri sebanyak 93 kali selama 45 hari, maka kebiasaaan dan sifat – sifatnya yang buruk akan berubah menjadi baik. Insya Allah.

© Jika seorang yang keimanan, ibadah dan sifatnya sejalan dengan seorang muslim membaca Asma Allah sebanyak 99 kali setelah sholat subuh, Allah akan menerangi hati orang tersebut pada hari itu.

© Jika seseorang membaca Asma Allah ini sebanyak 66 kali setelah sholat subuh dan sholat isya, maka Allah akan memperindah ucapan dan perbuatannya.

© Jika seseorang membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali setiap setelah melaksanakan sholat lima waktu, Allah akan memasukkan orang tersebut ke dalam golongan hamba – hamba-Nya yang saleh yang akan dicintai dan akan dilayani oleh semua orang dan setiap makhluk hidup

© Jika seseorang memiliki mulut yang kotor, dengan menuliskan yaa Hamiid pada sebuah gelas dan minum dari gelas ini secara teratur, maka ucapannya akan menjadi baik.

(Setan dan setan diri seseorang, hawa nafsu, adalah pencuri yang beroperasi di dalam kegelapan dan masuk ke dalam rumah yang gelap. Mereka tidak akan masuk ke dalam rumah Tuhan, hati yang disinari oleh cahaya iman. Pintu menuju hati adalah pikiran; cahaya pintu itu adalah ilmu. Cahaya itu menghalangi jahatnya kebodohan, khayalan, kemunafikan dan kesombongan. Jika cahaya jiwa adalah kesadaran, maka kegelapannya adalah kelalaian.)

57. Al – Muhshiy (Maha Pencatat, Maha Memperhitungkan Setiap Amalan)

© Orang yang membaca Asma Allah ini sebanyak 20 kali setiap hari kemudian meniupkan di 20 potong roti kemudian dimakan, Allah akan menjadikan seluruh makhluk tunduk kepadanya, Insya Allah.

© Bagi orang yang mengalami kesulitan dalam memahami apa yang mereka dengar atau dalam mengingat sesuatu, membaca Asma Allah ini sebanyak 148 kali akan membantu. Membaca Asma Allah ini juga memberikan dorongan kepada manusia untuk bersikap kritis terhadap diri sendiri.

(Barang siapa menyekutukan Allah, berarti dia telah melakukan satu – satunya dosa yang tidak dapat dimaafkan.)

58. Al – Mubdi’u (Maha Memulai Segala Sesuatu)

© Jika seseorang ragu – ragu dalam menetapkan keputusan yang akan diambilnya, maka dengan membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali dia akan dapat memutuskan dengan cepat.

© Barang siapa yang meletakkan tangannya di perut istrinya yang sedang hamil, kemudian membaca yaa Mubdi’u sebanyak 99 kali pada waktu sahur, maka istrinya tidak akan keguguran dan anaknya tidak akan lahir premature, Insya Allah.

59. Al – Mu`iid (Maha Mengulangi Kejadian)

© Jika ada seseorang yang hilang, hendaknya Asma Allah ini dibaca 70 kali disetiap sudut rumahnya pada malam hari ketika semua orang telah tidur. Maka ia akan kembali setelah 7 hari atau diketahui keberadaannya dalam waktu tersebut. Insya Allah

© Berkhasiat untuk mengingatkan hafalan yang terlupa jika berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Barang siapa membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali, maka akan hilanglah kebingungannya dan akan ditunjukkan ke jalan kebenaran.

© Jika seseorang yang kehilangan alat rumah tangga atau barang yang berharga membaca Asma Allah ini sebanyak 77 kali pada keempat dinding rumah di keheningan malam setelah semua orang tertidur, berita mengenai orang yang mencuri atau barang yang hilang akan mengembalikan barang tersebut.

(Abd al-Mu’iid adalah orang yang didalam dirinya Allah telah menempatkan pengetahuan mengenai rahasia bahwa segala sesuatu terus – menerus diciptakan kembali)

60. Al – Muhyii (Maha Memberi Kehidupan)

© Barang siapa yang berdzikir dengan Asma Allah ini keatas badannya, maka ia akan terhindar dari penjara dan tenggelam.

© Orang yang sakit hendaknya membaca Asma Allah ini terus – menerus. Dapat juga dibacakan orang lain kemudian ditiupkan kepada orang yang sakit, Insya Allah kesehatannya akan pulih.

© Jika seseorang menderita karena menjadi budak hawa nafsunya selalu membaca Asma Allah ini hingga ia tertidur karena kecapaian maka dia akan dapat mengendalikan nafsu jahatnya.

© Jika membaca Asma Allah ini sebanyak 68 kali setiap hari maka Allah akan menghiasi hati mereka dengan cahaya iman dan ilmu dan akan memberikan kepada mereka kemauan untuk menolong orang lain yang tengah membutuhkan pertolongan.

© Jika seorang beriman menderita sakit keras membaca Asma Allah ini sebanyak 68 kali setelah sholat wajib, niscaya dia akan sembuh.

(Derajat pengetahuan paling rendah bagi seseorang adalah kesadaran dan pengenalan terhadap diri sendiri. Orang yang tidak mengenal dirinya sendiri tidak sadar akan eksistensinya mungkin sama dengan orang mati. Ucapan bangkai hidup yang tidak sadar adalah mati dan mematikan: menjauhlah dari mereka!)

61. Al – Mumiit (Maha Mematikan Makhluk-Nya)

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini, maka jiwanya akan patuh melakukan amal kebaikan.

© Orang yang tidak dapat mengendalikan nafsunya hendaknya meletakkan tangannya di dadanya dan terus – menerus membaca Asma Allah ini hingga ia tertidur, Insya Allah ia akan diberi kekuatan untuk mengendalikan nafsunya.

© Membaca Asma Allah ini akan membantu seseorang mendapatkan persahabatan dengan orang beriman dan memperoleh kemenangan atas musuh.

62. Al – Hayy (Maha Hidup)

© Orang yang ingin memperoleh kesehatan hendaknya membaca Asma Allah ini sebanyak 3.000 kali setiap hari.

© Jika orang yang sakit menuliskan Asma Allah ini dengan misik dan air mawar dalam sebuah wadah kemudian membasuh tulisan tersebut dengan air lalu diminum, maka sakitnya akan sembuh, Insya Allah. Dapat juga air itu diberikan kepada orang lain yang sakit.

© Seorang beriman yang membaca Asma Allah ini secara terus – menerus, Insya Allah, akan berumur panjang dan hidup berbahagia.

© Jika seseorang sangat tertekan dan merasa sangat kesulitan, maka dengan membaca Asma Allah ini sebanyak 500 kali setiap hari sebelum matahari terbit, dia akan mendapatkan kedamaikan.

© Barang siapa membaca Asma Allah ini sebanyak 300.000 kali, maka dia tidak akan menderita sakit selama – lamanya.

63. Al – Qayyuum (Maha Mandiri)

© Barang siapa yang membaca yaa Hayyu yaa Qayyuum sejak terbit sampai naiknya matahari, maka ia akan mendapatkan rasa senang dalam dirinya yang tak terhingga.

© Barang siapa yang berdoa dengan Asma Allah ini di lautan luas, maka Allah akan menyelamatkannya dari bahaya tenggelam.

© Orang yang membaca Asma Allah ini sebanyak – banyak nya dalam keadaan menyendiri maka akan menjadi sejahtera dan kaya.

© Jika orang yang menghabiskan banyak waktunya yang berharga untuk tidur , maka sebelum tertidur hendaklah dia membaca Alif laam miim, Allaahu laa ilaaha illaa huw al-Hayy al-Qayyuum (“Alif Laam Miim, Allah tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Yang Ada dengan Sendirinya” [Al-Baqarah : 225] ) maka kantuknya akan hilang.

© Jika orang yang menderita insomnia membaca waa tahsabuhum aiqaazhan wa hun ruquud (“Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur”) fadharabnaa ‘alaa aadzaanihim fii al-kahf siniin ’adadan (“.....Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu ‘), ketika akan tidur maka dia akan bisa tidur.

© Orang yang memiliki kesulitan dalam menghafal dapat membiasakan membaca Asma Allah ini 16 kali sehari di tempat yang sepi, maka dia akan dapat mengatasi kesulitan itu.

64. Al – Waajid (Maha Kaya)

© Barang siapa membaca Asma Allah ini pada setiap suap makanannya, niscaya hatinya diberikan kekuatan dan cahaya oleh Allah.

© Seorang beriman yang membiasakan diri berdzikir dengan Asma Allah ini sesering mungkin akan dapat membantunya menemukan apa yang ingin dia temukan dan menjaga apa yang telah ditemukannya.

(Orang yang beriman bersyukur atas kehidupan yang telah mereka terima. Mereka mewujudkan rasa Syukur mereka kedalam perbuatan dengan melayani makhluk ciptaan Allah karena Allah, dengan selalu bekerja keras seolah – olah mereka tidak akan pernah mati.)

65. Al – Maajid (Maha Mulia, Maha Agung dan Tinggi)

© Barang siapa yang berdzikir dengan Asma Allah ini sampai larut dalam keasyikannya, niscaya Allah akan memberikan cahaya dalam hatinya.

© Orang yang beriman membaca Asma Allah ini sebanyak 465 kali sepanjang siang dan 465 kali sepanjang malam maka kata – katanya akan dipahami oleh orang lain sesuai dengan yang dimaksudkannya. Sifatnya membaik. Dia dicintai dan dihormati. Dia bahkan dapat memahami bahasa hewan dan tumbuhan dan mereka juga dapat memahaminya.

66. Al – Waahid (Maha Esa)

© Barang siapa menginginkan agar perasaan ketergantungan terhadap makhluk keluar dari hatinya, hendaknya membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali setiap hari dan dilenyapkan Allah rasa takutnya yang merupakan asal semua bencana di dunia dan di akhirat.

© Barang sipa menginginkan agar anaknya taat dan shaleh hendaknya menuliskan Asma Allah ini (di kertas, kain dsb) dan tulisan ini selalu dibawa kapan saja dan dimana saja.

© Jika seseorang yang ditimpa khayalan jahat, rsa takut yang tidak beralasan terhadap segala sesuatu dan berat hati, hendaknya mengambil air wudhu dan membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali di tempat yang sunyi, niscaya dia akan sembuh.

© Jika seorang beriman yang menghadapi bahaya dari orang yang sangat zalim membaca yaa Waahiid al –Baaqii awwala kulli syai’ wa aakhirah (“Wahai Engkau Yang Esa, Yang Kekal di awal segala sesuatu dan di akhirnya”) sebanyak 500 kali setelah sholat dzuhur, maka dia akan selamat.

(Dialah Yang Esa dalam nama-Nya yang indah, tak ada yang dapat disifati dengannya selain Dia. Siapa pun yang mempersamakan sesuatu yang lain dengan-Nya adalah berdosa dengan dosa yang tidak dapat diampuni yakni menyekutukan Dia dengan sesuatu yang lain. Dialah satu – satunya yang berhak disembah. Keesaan-Nya tidak dapat dibagi – bagi. Dialah keseluruhan tanpa bagian – bagian.)

67. Al – Ahad (Maha Satu)

© Barang siapa membaca Asma Allah ini dalam keadaan memiliki wudhu sebanyak 19 kali setelah sholat subuh, maka semua doanya akan dikabulkan, Insya Allah.

© Jika seseorang yang duduk sendirian ditempat yang sunyi membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali, merenung artinya dan mencoba merasakan kesatuan pada wujudnya, beberapa hal mengenai inti batin dapat dimanifestasikan.

68. Ash – Shamad (Maha Dibutuhkan)

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah sebanyak 125 kali setelah sholat subuh dan sebelum matahari terbit dalam keadaan sujud, akan tampaklah bekas – bekas kebenaran padanya, akan dilindungi dari berbohong, perilaku haram maupun dari permusuhan orang lain dan akan membaik sifat dan imannya.

© Barang siapa yang mengucapkan Asma Allah ini terus – menerus dan dalam keadaan memiliki wudhu, ia segera tidak akan memiliki ketergantungan kepada seluruh makhluk.

© Jika seseorang memerhatikan orang lain yang tengah berada di bawah pengaruh orang jahat, dan melakukan perbuatan dosa, dia boleh berpuasa secara berturut – turut pada hari kamis, jumat dan sabtu dan berbuka tanpa makan daging atau produk – produk susu, kemudian membaca yaa Shamad sebanyak 100 kali diatas makanan atau minuman dan diberikan kepada orang yang sedang dalam kesulitan itu, maka hal itu akan membantunya untuk bertobat dari perbuatan yang salah dan menyelamatkannya dari pengaruh – pengaruh jahat.

(Allah yang Memenuhi semua kebutuhan selalu ada, mengetahui kebutuhanmu sebelum engkau mengetahuinya, memenuhi kebutuhanmu sebagaimana mestinya, bukan dengan cara yang kau kira bagaimana seharusnya kebutuhan itu terpenuhi)

69. Al – Qaadir (Maha Kuasa)

© Barang siapa yang setelah mengerjakan sholat dua rakaat membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali, Allah akan merendahkan dan menghinakan musuh – musuhnya (asalkan ia tidak zalin)

© Apabila Asma Allah ini dibaca 41 kali sebelum mengerjakan tugas yang sulit, maka kesulitan itu akan hilang, Insya Allah.

© Jika seorang beriman membaca Asma Allah ini kerika sedang membasuh setiap anggota badannya dalam berwudhu, niscaya kepada anggota badannya itu akan diberikan kekuatan.

© Orang yang menderita karena cintanya ditolak hendaknya terus menerus membaca Asma Allah ini sebanyak 305 kali, maka mungkin orang yang dicintai akan membalas cintanya atau penderitaannya akan berakhir.

(Al-Qaadir memiliki kemampuan yang tidak terbatas. Kemampuan-Nya untuk membuat sesuatu menjadi terjadi, Kekuasaan-Nya untuk membuat dan mencipta hanya memiliki sebuah syarat, yaitu kehendak-Nya.)

70. Al – Muqtadir (Maha Menentukan)

© Barang siapa yang terus menerus membaca Asma Allah ini sebanyak 744 kali setelah bangun tidur, Allah akan mengatur urusannya sebagaimana yang ia kehendaki, sehingga ia tidak perlu lagi mengatur dirinya.

71. Al – Muqaddim (Maha Mendahulukan)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini sebanyak – banyaknya pada saat perang atau jihad, Allah akan memberikan keberanian kepadanya dan ia akan selamat dari musuhnya.

© Orang yang membacanya secara terus menerus akan menjadi tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

© Orang yang mengetahui tuntutan hawa nafsu dan keadaan jiwanya, dan yang mengetahui bahwa hawa nafsu menariknya ke bawah menuju tanah karena ia diciptakan dari tanah, sedangkan jiwanya menarik keatas menuju langit karena ia berasal dari arah itu, dapat membiasakan membaca Asma Allah ini sebanyak 148 kali setiap hari. Orang itu akan diberikan kearifan untuk memilih prioritaasnya di dalam hidup ini maupun kehendak untuk melaksanakan kewajiban – kewajiban kita untuk akhirat tepat pada waktunya, dan akan mencapai keberhasilan pada keduanya.

72. Al – Mu’akhkhir ( Maha Mengakhirkan)

© Orang beriman yang membiasakan membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali sehari menjadi mampu melihat kesalahan mereka dan bertobat.

© Jika orang yang bertobat membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali, Insya Allah tobat mereka akan diterima. Tanda diterimanya tobat adalah menguatnya keinginan mereka untuk melaksanakan sholat.

© Jika seseorang ingin mencegah orang zalim dari mendapatkan pangkat yang tinggi, maka hendaklah dia membaca Asma Allah ini sebanyak 1.446 kali sebelum matahari terbit selama tujuh hari berturut – turut. Dengan kehendak Allah dia mampu mencegahnya.

(Allah bereksistensi dengan sendirinya. Eksistensi-Nya tidak bergantung kepada selain diri-Nya sendiri dan Dia Maha Tinggi dari segala eksistensi yang lain. Dialah yang memberikan apa yang diperlukan bagi eksistensi segala sesuatu.)

73. Al – Awwal (Maha Awal, Yang Tidak Berpermulaan)

© Barang siapa yang menginginkan anak laki – laki hendaknya membaca Asma Allah ini sebanyak 40 kali setiap hari selama 40 hari. Maka keinginannya akan terkabul.

© Jika seorang musafir membaca Asma Allah ini 1.000 kali pada hari jumat ia akan segera kembali kerumah dalam keadaan selamat dan sehat.

© Orang yang memiliki banyak persoalan atau kehilangan kekasih hatinya harus membaca yaa Awwal sebanyak 1.000 kali selama 40 jumat berturut – turut. Keinginan mereka akan terpenuhi.

74. Al – Aakhir (Maha Akhir)

© Barang siapa yang ingin agar cinta kepada Allah tertanam kuat dalam hatinya, cinta kepada selain Allah hilang dari hatinya, dosa – dosanya di ampuni dan mati dalam keadaan beriman hendaknya ia membaca Asma Allah ini 1.000 kali setiap hati.

© Kaum beriman yang membaca Asma Allah ini sebanyak 100 kali sehari akan berhenti membodohi diri mereka sendiri dan melihat kebenaran.

© Jika seseorang sedang diserang oleh musuh dan membaca ya Aakhir sebanyak 800 kali, niscaya si penyerang akan mundur.

© Membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali setiap hari jumat akan membantu meningkatkan rezeki seseorang.

(Sifat “Yang Pertama” dan “Yang Terakhir” harus dibaca, disebut dan diingat secara bersamaan karena artinya laksana sebuah lingkaran dimana awal dan akhir adalah satu)

75. Azh – Zhaahir (Maha Nyata)

© Jika Seorang beriman memiliki niat baik dan berupaya keras untuk mewujudkannya, maka hendaklah dia melakukan sholat sunat dua rakaat kemudian membaca Huwa al-Awwal wa al-Aakhir wa al-Zhahir wa al Baathin wa huwa bi kull syay’ ‘Aliim (“Dialah Yang Pertama dan Yang Akhir, Yang Tampak dan Yang Tersembunyi dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu”) sebanyak 145 kali. Dia akan mendapat kesempatan yang lebih baik untuk memperoleh apa yang diinginkannya.

© Membaca Asma Allah ini memampukan seseorang untuk melihat segala sesuatu yang sebelumnya tersembunyi.

© Jika Seseorang memiliki kesulitan dan tidak mengetahui jalan keluarnya, maka setelah mengerjakan shalat isya hendaklah dia mengerjakan sholat sunat dua rakaat lalu membaca yaa Zhaahir sebanyak 1.006 kali, seraya memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan keluar dari masalah tersebut. Jalan keluarnya akan diperlihatkan kepadanya dalam mimpi.

© Orang yang membaca Asma Allah sebanyak 500 kali setiap hari setelah matahari terbit, Allah akan memberikan kepadanya pandangannya dan hatinya di penuhi cahaya.

76. Al – Baathin (Maha Tersembunyi)

© Jika kaum beriman membiasakan diri membaca Asma Allah sebanyak 33 kali dalam sehari maka alam batin mereka akan menjadi terang, mata hati mereka akan terbuka, mereka akan mulai melihat Hakikat yang sebenarnya dan memahami makna segala sesuatu, atas izin Allah. Mereka akan memperoleh kedamaian, ucapan mereka akan menjadi manis dan bermanfaat. Mereka akan dicintai dan dihormati oleh orang lain.

© Barang siapa yang senantiasa membaca huwal awwalu wal aakhiru wazh zhahiru wal baathinu wa huwa bikulli syai’in qadiir setelah mengerjakan sholat 2 rakaat, maka semua hajatnya akan terpenuhi, Insya Allah.

© Khasiat ism Al – Baathin yaitu untuk mendapatkan rasa tenteram bagi orang yang berdzikir dengannya, setiap hati tiga kali dan tiap – tiap kali sesaat lamanya.

77. Al – Waaliy (Maha Memerintah, Yang Menguasai Segala Urusan)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini berulang – ulang, ia akan diselamatkan dari bencana yang tidak diinginkan.

© Jika Asma Allah ini ditulis di gelas atau wadah keramik, kemudian gelas atau wadah tersebut diisi dengan air, dan air itu dipercikan di rumah, maka rumah tersebut akan diselamatkan dari bencana, Insya Allah.

© Jika seseorang bermaksud menundukkan orang lain, hendaknya ia membaca Asma Allah ini 11 kali.

© Jika seorang beriman yang memikul tanggung jawab kekuasaan membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali setiap hari jum’at demi kebaikan rakyat yang beras di bawah kekuasaannya, maka ucapannya akan berfaedah bagi mereka. Mereka juga akan menjadi lebih bersyukur, hormat dan patuh padanya.

78. Al – Muta`aaliy (Maha Tinggi)

© Jika seorang beriman yang diturunkan dari jabatannya padahal dia tidak bersalah, kemudian membaca Asma Allah ini sebanyak 540 kali, maka dia akan memperoleh kembali jabatannya itu atau dinaikan jabatannya yang lebih dari orang lain dengan kualifikasi yang sama.

© Seseorang yang akan melakukan wawancara hendaknya membaca Asma Allah sebanyak 540 kali, akan membantu orang tersebut untuk menjadi lebih efektif.

© Orang yang sering membaca Asma Allah ini, segala permasalahannya akan segera terpecahkan.

© Wanita yang membaca Asma Allah ini sebanyak – banyaknya akan terbebas dari rasa sakit, Insya Allah.

(“Orang yang membaca Al – Quran dan tidak mengamalkan apa yang dibacanya laksana orang yang tidak pernah melihat Al – Quran. Orang yang memandang wajah orang tuanya dengan marah, meskipun dia melayani keduanya dengan tekun, berarti dia tidak mengurus mereka. Aku tidak dapat berbuat apa – apa terhadap orang – orang semacam itu dan mereka juga tidak dapat berbuat apa – apa terhadapku” [HADIST NABI] )

79. Al – Barr (Maha Baik, Maha Kebajikan)

© Barang siapa yang kecanduan minuman keras, berzina atau perbuatan maksiat lainnya, hendaknya membaca Asma Allah ini 700 kali setiap hari, Insya Allah ia akan mendapatkan hidayah dari Allah.

© Jika Asma Allah ini dibaca sebanyak – banyaknya maka akan sangat manjur untuk menghilangkan cinta dunia.

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini 7 kali kemudian meniupkannya pada anaknya segera setelah lahir, Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada anaknya dari bencana hingga dewasa.

© Untuk mendatangkan kebajikan di dalam segala yang ada bagi orang yang berdzikir dengannya.

© Orang – orang yang lumpuh dan terus menerus membaca Asma Allah ini sebanyak 202 kali setiap hari akan mendapatkan kesembuhan, keringanan atau ketabahan untuk menanggung penyakit mereka.

© Orang – orang yang sedang berada di tengah laut ketika terjadi badai akan selamat jika mereka terus menerus membaca Asma Allah.

(Orang munafik laksana ruangan yang sudah digunakan. Bagian luarnya tampak bersih tetapi bagian dalamnya kotor)

80. At – Tawwaab (Maha Penerima Taubat)

© Barang siapa yang menginginkan agar Allah memberikan taufik kepadanya untuk bertaubat, hendaknya membaca Asma Allah ini 360 kali setiap hari setelah sholat Dhuha.

© Jika Asma Allah ini dibaca 10 kali dihadapan seorang yang zalim, orang yang membacanya akan segera terbebas dari kezalimannya, Insya Allah.

© Orang beriman yang tidak dapat berhenti melakukan kesalahan, tetapi dia menyadarinya, dan dipenui perasaan bersalah, hendaknya membaca Asma Allah sebanyak 400 kali pada pagi hari. Pada suatu hari dia akan merasakan bahwa tobatnya diterima. Tanda diterimanya tobat adalah bahwa seseorang tidak dapat lagi melakukan perbuatan dosa itu, dan ingatan akan dosa itu hilang dari pikirannya.

81. Al – Muntaqim (Maha Pembalas)

© Jika seorang beriman dizalimi oleh musuh Allah yang layak dijatuhi hukuman, maka dengan membaca yaa Muntaqim yaa Qahhaar sebanyak 1.000 kali selama satu hari, maka kekuatan si zalim itu akan musnah.

© Barang siapa yang tidak berbuat zalim dan ingin membalas musuhnya tetapi tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya, hendaknya membaca Asma Allah ini terus – menerus selama 3 jumat, maka Allah sendiri yang akan membalasnya.

(Banyak kemalangan yang menimpa manusia merupakan akibat dosa mereka yang tak mengenal tobat. Jika engkau mengeluh terhadap kesulitan ini, maka kesulitan tersebut justru akan bertambah. Tetapi, jika engkau menerimanya, memandangnya sebagai kehendak Allah, dan tunduk maka Allah akan mempertimbangkan sikap tunduk itu sebagai penghapus dosa – dosamu dan sebagai tobat yang sesungguhnya, sehingga kesulitan itu pun akan sirna.)

82. Al - `Afuww (Maha Pemaaf, Maha Mengampuni)

© Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini, niscaya Allah akan membukakan baginya pintu maaf dan ampunan – Nya.

© Seorang beriman yang membaca Asma Allah ini sebanyak 166 kali sehari akan mampu dalam mengendalikan keinginan jahat hawa nafsunya. Sifatnya akan membaik dan orang – orang akan memaafkan kesalahannya.

© Ingat untuk membaca Asma Allah ini ketika tengah berada di ambang kemarahan yang tak terkendali dan diikuti dengan membaca salawat kepada nabi Muhammada SAW akan membantu meredakan amarah seseorang.

© Orang yang tengah menghadapi hakim yang akan menjatuhkan hukuman atas kesalahan yang telah dilakukannya, hendaklah membaca nama ini sebanyak 166 kali, maka hukumannya akan dibatalkan atau dikurangi.

83. Ar – Ra’uuf (Maha Pengasih)

© Orang beriman yang membaca Asma Allah ini sebanyak 286 kali sehari akan memiliki hati yang penuh dengan kemurahan dan kepedulian terhadap orang lain, dan perasaan ini akan bersifat timbal balik. Orang tersebut juga akan diberi jalan untuk menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 10 kli ketika sedang dilanda amarah, dan kemudian membaca salawat nabi Muhammad SAW 10 kali juga, niscaya akan redalah kemarahannya. Demikian pula jika dibacakan dihadapan orang yang sedang marah.

© Barang siapa yang menginginkan agar seluruh makhluk mencintainya dan sebaliknya, hendaknya membaca Asma Allah ini berulang – ulang.

84. Maalikul – Mulk (Maha Menguasai Kerajaan)

© Orang beriman yang membaca Asma Allah ini sebanyak 212 kali setiap hari akan memperoleh rezeki yang banyak dengan cara yang tak terduga. Keraguan yang mungkin ada dalam pikiran mereka akan berubah menjadi keyakinan. Rakyat yang mereka perintah akan menghormati dan mematuhi mereka dengan ikhlas.

© Barang siapa membaca Asma Allah ini secara rutin, maka Allah akan memberikan harta kekayaan kepadanya dan dikayakan-Nya berkat karunia dan kemurahan-Nya.

(Manusia adalah alam semesta dalam bentuk mikrokosmos; apa pun yang bereksistensi di alam semesta, bereksistensi di dalam diri kita. Manusia juga merupakan makhluk tertinggi dan wakil Allah. Itulah mengapa untuk jangka waktu tertentu Allah memberikan kepada sebagian hamba-Nya kerajaan, tanah, kekayaan, kesejahteraan, dan membiarkan mereka menguasainya. Allah juga memberikan kepada hamba – hamba tertentu pengetahuan mengenai cara mengatur sehingga kerajaan mereka berkembang dan keuntungan mereka pun bertambah)

85. Dzul – Jalaali Wal – Ikraam (Maha Memiliki Kebesaran dan Kemulian)

© Berkhasiat mendatangkan kemuliaan, kehormatan dan kebesaran bagi orang yang berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Rasulullah bersabda: “Bacalah Dzuu al-Jalaal wa al-Ikraam jika kamu memohon sesuatu dari Allah.

© Jika seorang beriman membaca Asma Allah ini 100 kali dalam sehari selama seminggu, maka semua beban kesulitan, keraguan, dan persoalan akan meninggalkan hatinya, sehingga hatinya akan terbebas dari khayalan, rasa cemas dan harapan yang sia – sia. Kejahatan tidak akan menyentuhnya dan dia akan mendapatkan kedamaian.

(Ada rahasia dalam tindakan-Nya menangguhkan hukuman dan memaafkan dosa. Dalam mengajarkan kita bahwa api neraka itu ada, Dia mengajarkan kita bahwa ada banyak jalan untuk menyelamatkan diri. Hal itu tak ubahnya seperti pengumuman tuan rumah yang kaya, dermawan dan pemurah yang menyatakan: “Pintu – pintu rumah kami terbuka, meja – meja kami sudah ditata. Orang yang mendapatkan undangan ini dipersilakan datang, dan kami tidak mencerca orang yang tidak datang ke pesta kami”)

86. Al – Muqsith (Maha Mengadili)

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini secara rutin, maka Allah akan mencegah waswas darinya dan melindunginya dari keragu – raguan yang dihembuskan oleh setan.

© Jika pikiran seseorang selalu mengembara pada saat dia tengah mengerjakan sholat, maka dengan membaca Asma Allah ini sebanyak 239 kali sebelum mulai mengerjakan sholat akan ada faedahnya.

© Jika Asma Allah ini dibaca 700 kali untuk suatu tujuan, maka tujuan tersebut akan tercapai, Insya Allah.

© Banyak membaca Asma Allah ini juga akan membantu menenangkan orang ketika mereka sedang marah atau depresi.

87. Al – Jaami` (Maha Mengumpulkan)

© Jika keluarrga atau sanak keluarga seseorang saling terpisah, hendaknya ia mandi pada saat dhuha, kemudian menengadahkan pandangan ke arah langit dan membaca Asma Allah ini 10 kali. Tetapi menghitungnya hendaknya dengan jari sedemikian rupa sehingga dalam setiap bacaan, jarinya tetap tertutup hingga hitungan yang kesepuluh. Setelah itu hendaknya tangannya diusapkan ke wajah. Insya Allah keluarga yang saling terpisah akan berkumpul.

© Jika seseorang yang kehilangan sesuatu atau terpisah dari orang yang dicintainya, maka membaca yaa Jaami’ sebanyak 114 kali diikuti dengan yaa Jaami’ al-Naas li yawm laa rayb fiih ijmaa’ ‘alayya dalatii (“Wahai Tuhan yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan mengenainya, satukanlah apa yang telah hilang dariku dengan diriku”) akan berfedah untuk menemukan apa yang telah hilang.

© Barang siapa memperbanyak berdzikir dengan Asma Allah ini, maka ia akan berhasil mencapai cita – citanya.

88. Al – Ghaniiyy (Maha Kaya)

© Jika dibacakan atas sesuatu yang sakit di tubuhnya atau tubuh orang lain, niscaya akan dilenyapkan Allah SWT sakitnya itu.

© Jika orang – orang yang memiliki kebutuhan material membaca Asma Allah ini sebanyak 1.060 kali pada hari sabtu, maka mereka tidak akan membutuhkan pertolongan dari orang lain, karena Allah akan memenuhi kebutuhan mereka dari tempat – tempat yang sama sekali tidak dapat diduga.

© Jika seseorang membaca Asma Allah ini sebanyak 70 kali, Allah akan mengaruniakan keberkahan pada kekayaannya dan kebutuhannya akan tercukupi.

89. Al – Mughniiy (Maha Pemberi Kekayaan)

© Orang yang berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali tiap hari, niscaya Allah akan menjadikannya kaya – raya.

© Barang siapa yang membaca salawat 11 kali sebelum dan sesudah membaca Asma Allah ini sebanyak 1.111 kali, ia akan dikaruniai kekayaan ruhani dan materi. Membacanya hendaknya dilakukan setelah sholat fajar atau sholat isya. Tetapi Surat Muzzammil juga harus dibaca bersama Asma Allah ini.

© Membaca Asma Allah ini sebanyak 1.121 kal setiap hari jumat selama 10 jumt berturut – turut akan membantu menghilangkan perasaan cemas.

© Jika orang membacakan Asma Allah ini pada telapak tangan dan menggosokkannya kepada bagian tubuhnya yang terasa sakit, maka dia akan sembuh. Hal ini juga dapat menolong membebaskan orang – orang yang dipenjara secara tidak adil.

90. Al – Maani` (Maha Mencegah, Maha Menolak)

© Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini, niscaya segala permintaannya akan dikabulkan oleh Allah dan ditolak-Nya kejahatan darinya.

© Membaca Asma Allah ini sebanyak 161 kali pada pagi dan sore hari membantu menghilangkan penyakit dan rasa takut.

© Jika sepasang suami istri merasa kehilangan rasa cinta diantara mereka, membaca Asma Allah ini secara perlahan ditempat tidur akan menghidupkan kembali cinta di antara keduanya.

© Membaca Asma Allah ini dalam perjalanan akan membantu menjauhkan bahaya dan kesulitan.

(Jika kita tidak mendapatkan apa – apa yang kita inginkan, hal itu bukanlah Dia tidak mengetahuinya, bukan karena Dia tidak memilikinya, bukan karena Dia tidak dapat memberikannya, atau karena Dia tidak mampu menyerahkannya kepada kita. Dia Maha Sempurna, Maha Suci dari segala kekurangan. Meski alasannya mungkin saja tidak kita ketahui, kita harus percaya bahwa jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, itulah yang terbaik untuk kita.)

91. Al – Dhaarr (Maha Pemberi Bahaya)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini 100 kali pada malam jumat, ia akan diselamatkan bencana jasmani dan ruhani. Disamping itu juga akan mendekatkan orang yang membacanya kepada Allah.

© Seseorang yang dipaksa turun kepada kedudukan yang lebih rendah dari yang ditempatinya sebelumnya dapat membaca yaa Dhar, yaa Naafi’ sebanyak 100 kali setiap malam jumat atau lebih baik lagi pada tanggal 13, 14, 15 pada bulan Qamariyah, maka orang – orang itu akan mendapatkan kembali kedudukannya.

© Membaca Asma Allah ini sebanyak 1.001 kali akan menyelamatkan seseorang dari musuh yang zalim.

92. An – Naafi` (Maha Pemberi Manfaat)

© Barang siapa yang menaiki kapal atau menaikan barangnya di kapal, hendaknya membaca Asma Allah ini sebanyak – banyaknya. Insya Allah ia akan diselamatkan dari semua bahaya.

© Jika dibaca Asma Allah ini sebanyak 41 kali sebelum mengerjakan suatu tugas, maka tugas tersebut akan dapat diselesaikan dengan mudah.

© Jika Asma Allah ini dibaca sebelum berjima’, Allah akan mengaruniakan kepadanya anak yang sholeh.

© Membaca Asma Allah ini akan menghilangkan kesedihan, depresi dan stress.

(Sesungguhnya penderitaan yang kita alami dan musibah yang menimpa kita tak lain adalah karena kesalahan kita sendiri. Meskipun Allah menciptakan kejahatan dan memerintahkan kita menjauhinya dan melarang kita darinya, namun kita malah mengejar hal – hal yang dilarang)

93. An – Nuur ( Maha Bercahaya)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini 1.001 kali setelah membaca Surat An-Nur, hatinya akan disinari dengan nur dan cahaya Allah.

© Jika orang – orang beriman, yang hati mereka diliputi gelapnya keraguan dan kesedihan, membaca Surat An-Nur sebanyak 7 kali dan membaca Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali, niscaya keraguan mereka akan hilang dan hati mereka akan manjadi terang.

© Jika seseorang yang tersesat membaca Asma Allah ini sebanyak 265 kali, maka dia akan menemukan kembali jalannya.

© Membaca Asma Allah ini akan menerangi kalbu dan anggota tubuh orang yang berdzikir dengannya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memperbanyakkan menyebutnya dalam doanya sebagai berikut : “Ya Allah, adakan cahaya di dalam kalbuku, cahaya di dalam kuburku, cahaya di dalam penglihatanku, cahaya di dalam pendengaranku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku dan cahaya di atasku. Ya Allah, dakanlah bagiku cahaya dan jadikanlah aku cahaya dengan berkat rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Paling Penyayang.”

94. Al – Haadii (Maha Pemberi Petunjuk)

© Barang siapa yang mengangkat kedua tangannya (sebagaimana ketika berdoa) sambil memandang ke langit dan membaca Asma Allah ini beberapa kali kemudian menyapukan kedua tangannya di wajah (sebagaimana selesai berdoa), Allah akan mengaruniakan kepadanya hidayah yang sempurna, dan akan memasukkannya dalam golongan orang – orang yang taat dan shalih.

© Berkhasiat memberikan petunjuk kepada hati orang yang berdzikir dengan Asma Allah ini.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini, maka ia akan dianugerahi kedudukan untuk menguasai umat dengan hak.

© Membaca Asma Allah ini sebanyak 200 kali setiap hari akan membawa seseorang kepada keberhasilan.

© Jika engkau tidak yakin akan tujuanmu, membaca Asma Allah ini akan membimbingmu kepada pilihan yang tepat.

© Jika seseorang menuliskan Asma Allah ini pada sebuah cangkir, memasukkan air hujan kedalamnya, membacakan yaa Haadii kepadanya dan meminumkannya kepada anak yang mengalami kesulitan menghafal dan tidak patuh, niscaya hal itu akan memperbaiki keadaannya.

95. Al – Badii` (Maha Pencipta Yang Baru)

© Jika seseorang sedang mengalami duka cita, hendaknya ia membaca Asma Allah ini 1.000 kali, maka Allah akan mengeluarkannya dari penderitaan tersebut.

© Apabila seseorang sedang dihimpit kesulitan dan membaca yaa Baadii’ al-samaawaat wa al-ardh (“Wahai Pencipta langit dan bumi”) sebanyak 70 kali maka akan dimudahkan solusinya.

© Apabila seseorang membaca yaa Baadii’ al-samaawaat wa al-ardh (“Wahai Pencipta langit dan bumi”) sebanyak 1.000 kali akan membantu meringankan depresi dan stress.

© Jika Kaum beriman membaca Asma Allah ini sebanyak 86 kali setelah sholat fardhu, maka pemahaman mereka akan bertambah, mata batin mereka akan terbuka dan mencapai makna batin pengetahuan sehingga mereka mampu mengerjakan tugas – tugas sulit secara lebih baik daripada yang lain, dan ucapan mereka akan menjadi kata – kata hikmah.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 700.000 kali, maka hajatnya akan terpenuhi dan akan diangkat oleh Allah kemudharatan darinya.

© Jika seseorang melakukan pencarian, hendaknya membaca Asma Allah ini 1.200 kali, sebelum 12 hari, Insya Allah yang dicarinya akan ketemu.

96. Al – Baaqiiy (Maha Kekal)

© Allah akan mengaruniakan perlindungan dan menerima semua amal shalih orang yang membaca Asma Allah ini 1.000 kali pada malam jumat.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sebanyak 1.000 kali niscaya akan terlepaslah ia dari bencana dan kesusahannya.

© Orang beriman yang membaca Asma Allah ini sebanyak 113 kali setiap hari akan mendapatkan kesehatan dan kekayaan, amal dan harta mereka akan aman, dan diharapkan bahwa mereka akan mendapatkan kasih sayang dan kemurahan Allah pada hari kiamat.

© Jika seseorang yang menderita rasa takut yang sangat, membaca Asma Allah ini sebanyak 113 kali setiap malam ketika hendak tidur niscaya dia akan terbebas dari rasa takut tersebut.

(Jika engkau seorang dokter atau arsitek, ketika engkau pergi ke suatu tempat yang di dalamnya tidak ada orang yang sakit atau tidak ada apa pun untuk dibangun, maka keberadaan dan pengetahuanmu akan musnah. Tetapi jika engkau menemukan penyakit lama setelah kau pergi, atau jika engkau membangun sebuah jembatan yang akan dilalui orang – orang untuk jangka waktu yang lama, dan niatmu dalam mengerjakan semua itu adalah untuk mengabdi dan bukan untuk mencari keuntungan, maka engkau akan memperoleh keabadian di Akhirat karena apa yang telah engkau kerjakan di dunia fana ini)

97. Al – Waarist (Maha Mewarisi)

© Jika Asma Allah ini dibaca 100 kali pada saat matahari terbit, maka ia akan diselamatkan dari duka cita, kesulitan dan bencana. Di samping itu orang yang membacanya akan meninggal dalam keadaan beriman. Insya Allah.

© Orang yang ingin diselamatkan dari kebingungan, kebimbangan dan gangguan hendaknya membaca Asma Allah ini 1.000 kali antara Maghrib dan Isya.

© Pasangan yang mempunyai kesulitan memiliki anak akan mengandung jika mereka sesering mungkin membaca Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khayr al-waaritsiin (“Ya Allah, janganlah Engkau biarkan diriku hidup tanpa keturunan sedangkan Engkau adalah ahli waris yang paling baik” [Al – Anbiya’ : 89] )

(Perhatian dan rasa ingin tahu adalah dua anugerah terbesar bagi manusia. Semua pengetahuan, ilmu dan industri merupakan akibat dari adanya kedua sifat itu. Manusia tidak dapat menciptakan atau membuat; yang dapat kit lakukan adalah menemukan segala sesuatu yang sebelumnya telah Allah ciptakan)

98. Ar – Rasyiid (Maha Pandai)

© Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang seluk beluk suatu tugas atau tidak dapat bekerja atau merencanakan suatu tugas, hendaknya membaca Asma Allah ini 1.000 kali antara Maghrib dan Isya, maka tugas dan rencana tersebut akan dapat dimengerti baik melalui mimpi atau ilham.

© Untuk memudahkan urusan keuangan dan agar selamat dari malapetaka, hendaknya Asma Allah ini dibaca setiap hari.

© Barang siapa berdzikir dengan Asma Allah ini sesudah sholat Isya sebanyak 100 kali, maka segala amalnya akan diterima Allah.

© Berdzikir dengan Asma Allah ini akan membuat doa menjadi terkabul.

© Seorang guru yang beriman yang membaca Asma Allah ini sebanyak 504 kali akan terhindar dari menyampaikan informasi yang salah atau menjadi orang yang disalah pahami.

© Membaca Asma Allah ini sebanyak 152 kali sehari akan meningkatkan kehidupan duniawi dan kehidupan batin seseorang. Ucapan si pembaca Asma Allah ni akan berpengaruh dan perbuatan – perbuatannya adalah kebenaran

(Engkau yang banyak menghabiskan harta dan usaha untuk menyinari kehidupan materialmu dengan kandil, permata yang berkilau dan kemegahan yang terang, mengapa kau padamkan cahaya hatimu? Tidakkah kau tahu bahwa engkau dapat menyebabkan hati itu diperbudak dalam kegelapan, dan buta seperti kalelawar? Jika mata kepalamu buta, seseorang dapat menuntunmu di jalan; namun orang yang hatinya buta tidak dapat dituntun dan akan tersesat selamanya)

99. Ash – Shabuur (Maha Penyabar)

© Barang siapa yang membaca Asma Allah ini 100 kali sebelum matahari terbit akan diselamatkan dari bencana sepanjang hari itu. Disamping itu Allah akan menjadikan musuh – musuhnya tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun dihadapannya.

© Jika seseorang yang menghadapi kesulitan membaca Asma Allah ini 1.020 kali, Insya Allah ia akan terbebas dari kesulitannya dan Allah akan mengaruniakan ketenangan dan kepuasan dalam hatinya.

© Jika seseorang beriman berada dalam kesulitan, penderitaan, dituduh secara semena – mena atau dizalimi, maka dengan membaca yaa Shabuur sebanyak 289 kali, Insya Allah dia akan terhindar dari semua itu dan hatinya akan dipenuhi dengan cinta kepada Allah.

YA ALLAH, DEMI NAMA-MU YANG INDAH DAN DEMI ORANG – ORANG YANG DI DALAM DIRINYA BERMANIFESTASI NAMA-MU, BIMBINGLAH KAMI KE JALAN MEREKA. IZINKANLAH KAMI MELIHAT SIFAT – SIFAT-MU DI MANA SAJA DENGAN SENDIRINYA, DAN BERSIHKANLAH CERMIN HATI KAMI AGAR KAMI DAPAT MELIHAT KEINDAHAN-MU YANG TERPANTUL DI DALAMNYA. [AAMIIN BI HURMAT SAYYID AL-MURSALIIN]



Demikian hasil rangkuman saya. Mudah – mudahan berguna bagi kita semua. Amiin... Mohon maaf apabila masih ada kesalahan dan kekurangan dalam merangkum Manfaat dan Khasiat Asmaul Husna ini.



Dirangkum dari buku :

1. Rahasia Manfaat Asmaul Husna (Solusi masalah dunia dan akhirat) Syaikh Jazri Rah.a

2. Rahasia 99 Nama Allah yang Indah (Mukhtashar fii Ma’aanii Asmaa’ Allaah al-Husnaa) al-Ustaadz Mahmuud Saamii

3. Asmaul Husna, Makna dan Khasiat (The Name and The Named) Syekh Tosun Bayrak al-Jerrahi al-Halveti

Jumat, 19 Juni 2009

Ari1

type here -ari yanto 6/5/09 11
:38 AM 


Jumat, 22 Mei 2009

CERMIN * RAHSA * * ELING LAN WASPADA *

Tan Samar Pamoring Sukma Sinukmaya Winayah Ingasepi Sinimpen Ing Telenging Kalbu Pambukaning Warana Jiwangga Sumanten Haqq Haqq Tan Ajrih lan Kuwatos Suraos Jenjem Ayem Tentrem Sumurup Dening Allah SWT * Ila Hadroh N.Muhammad SAW,Ahli Bait, Shohabat2,Ambiya, Mursalin, Syuhada, Sholihin, Malaikat2,Sulthon Auliya,Murobbi,Rijalulloh,Abdal,Aqthab,Authad,Nujba,Ahli Haqq,Wali2, Guru2, Yogi2,Abi Ummi ,Leluhur2,Mas MbakYu ,Garwo ,Wayah2, Dulur2,Muslimin Muslimat Ahya Wa Mamat AlFatihah *







"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak" (Ar-Rahman: 37)











Tawassul

Yaa sayyid as-Saadaat wa Nuur al-Mawjuudaat, yaa man huwaal-malja’u liman massahu dhaymun wa ghammun wa alam.Yaa Aqrab al-wasaa’ili ila-Allahi ta’aalaa wa yaa Aqwal mustanad, attawasalu ilaa janaabika-l-a‘zham bi-hadzihi-s-saadaati, wa ahlillaah, wa Ahli Baytika-l-Kiraam, li daf’i dhurrin laa yudfa’u illaa bi wasithatik, wa raf’i dhaymin laa yurfa’u illaa bi-dalaalatik, bi Sayyidii wa Mawlay, yaa Sayyidi, yaa Rasuulallaah:

(1) Nabi Muhammad ibn Abd Allah Salla Allahu ’alayhi wa alihi wa sallam
(2) Abu Bakr as-Siddiq radiya-l-Lahu ’anh
(3) Salman al-Farsi radiya-l-Lahu ’anh
(4) Qassim ibn Muhammad ibn Abu Bakr qaddasa-l-Lahu sirrah
(5) Ja’far as-Sadiq alayhi-s-salam
(6) Tayfur Abu Yazid al-Bistami radiya-l-Lahu ’anh
(7) Abul Hassan ’Ali al-Kharqani qaddasa-l-Lahu sirrah
(8) Abu ’Ali al-Farmadi qaddasa-l-Lahu sirrah
(9) Abu Ya’qub Yusuf al-Hamadani qaddasa-l-Lahu sirrah
(10) Abul Abbas al-Khidr alayhi-s-salam
(11) Abdul Khaliq al-Ghujdawani qaddasa-l-Lahu sirrah
(12) ’Arif ar-Riwakri qaddasa-l-Lahu sirrah
(13) Khwaja Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi qaddasa-l-Lahu sirrah
(14) ’Ali ar-Ramitani qaddasa-l-Lahu sirrah
(15) Muhammad Baba as-Samasi qaddasa-l-Lahu sirrah
(16) as-Sayyid Amir Kulal qaddasa-l-Lahu sirrah
(17) Muhammad Bahaa’uddin Shah Naqshband qaddasa-l-Lahu sirrah
(18) ‘Ala’uddin al-Bukhari al-Attar qaddasa-l-Lahu sirrah
(19) Ya’quub al-Charkhi qaddasa-l-Lahu sirrah
(20) Ubaydullah al-Ahrar qaddasa-l-Lahu sirrah
(21) Muhammad az-Zahid qaddasa-l-Lahu sirrah
(22) Darwish Muhammad qaddasa-l-Lahu sirrah
(23) Muhammad Khwaja al-Amkanaki qaddasa-l-Lahu sirrah
(24) Muhammad al-Baqi bi-l-Lah qaddasa-l-Lahu sirrah
(25) Ahmad al-Faruqi as-Sirhindi qaddasa-l-Lahu sirrah
(26) Muhammad al-Ma’sum qaddasa-l-Lahu sirrah
(27) Muhammad Sayfuddin al-Faruqi al-Mujaddidi qaddasa-l-Lahu sirrah
(28) as-Sayyid Nur Muhammad al-Badawani qaddasa-l-Lahu sirrah
(29) Shamsuddin Habib Allah qaddasa-l-Lahu sirrah
(30) ‘Abdullah ad-Dahlawi qaddasa-l-Lahu sirrah
(31) Syekh Khalid al-Baghdadi qaddasa-l-Lahu sirrah
(32) Syekh Ismaa’il Muhammad ash-Shirwani qaddasa-l-Lahu sirrah
(33) Khas Muhammad Shirwani qaddasa-l-Lahu sirrah
(34) Syekh Muhammad Effendi al-Yaraghi qaddasa-l-Lahu sirrah
(35) Sayyid Jamaaluddiin al-Ghumuuqi al-Husayni qaddasa-l-Lahu sirrah
(36) Abuu Ahmad as-Sughuuri qaddasa-l-Lahu sirrah
(37) Abuu Muhammad al-Madanii qaddasa-l-Lahu sirrah
(38) Sayyidina Syekh Syarafuddin ad-Daghestani qaddasa-l-Lahu sirrah
(39) Sayyidina wa Mawlaana Sultan al-Awliya Sayyidi Syekh ‘Abd Allaah al-Fa’iz ad-Daghestani qaddasa-l-Lahu sirrah
(40) Sayyidina wa Mawlaana Sultan al-Awliya Sayyidi Syekh Muhammad Nazhim al-Haqqaani qaddasa-l-Lahu sirrah

Syahaamatu Fardaani
Yuusuf ash-Shiddiiq
‘Abdur Ra’uuf al-Yamaani
Imaamul ‘Arifin Amaanul Haqq
Lisaanul Mutakallimiin ‘Aunullaah as-Sakhaawii
Aarif at-Tayyaar al-Ma’ruuf bi-Mulhaan
Burhaanul Kuramaa’ Ghawtsul Anaam
Yaa Shaahibaz Zaman Sayyidanaa Mahdi Alaihis Salaam
wa yaa Shahibal `Unshur Sayyidanaa Khidr Alaihis Salaam

Yaa Budalla
Yaa Nujaba
Yaa Nuqaba
Yaa Awtad
Yaa Akhyar
Yaa A’Immatal Arba’a
Yaa Malaaikatu fi samaawaati wal ardh
Yaa Awliya Allaah
Yaa Saadaat an-Naqsybandi

Rijaalallaah a’inunna bi’aunillaah waquunuu ‘awnallana bi-Llah, a’sa nahdha bi-fadhlillah .
Al-Faatihah

































































MARHABAN YA QUTB MUTASYARRIF
MARHABAN YA MAWLANA SYAIKH HISYAM KABBANI
MARHABAN YA KHALIFAH SULTAN AWLIYA MAULANA SYAIKH NAZIM HAQQANI
>>>>>> Info Kunjungan Mawlana Syaikh Hisyam ke Indonesia <<<<<<






Healing Power Of

Sufi Meditation

Southeast Asia Tour 2009

May 24-June 12

Mawlana Shaykh Qabbani

150,0000 or More to Attend Special

Mawlid Un Nabi [s]

Mawlana Shaykh Hisham al Qabbani to Make Special Dua

For The Last Days

Come To Learn About

Sufi Meditation of

Body Mind & Soul

Teaching from Ilm Haqq:

Knowledge of the Truth

Power of Sound Therapy:

Chanting/ Dhikr



Locations

Indonesia: MAY 26- June 2

Melbourne June 4-7

Singapore June 10-12

Email Representatives for Dates and Locations

Indonesia 150,000 to attend for Mawlid un Nabi [s]

Contact
Arief Hamdani
Jl. Nipah IX No. 8, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170. Tel 021-7255508, Fax. 021-7255508
HP. 0816830748, 08881335003
E-mail & Web :
ariefdani@yahoo.com

Yayasan Haqqani Indonesia & Yayasan Nurul Musthofa
Location: Jakarta, Pekalongan, Semarang, Solo, Sukabumi
Phone: 081384971997
Email:
alhaqqani@gmail.com

Jadwal Safari Maulid dan Zikir bersama Syekh Hisyam Kabbani QS:

26 Mei 2009 20.00-22.00WIB
Zikir dan Tausiyah di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, Jakarta

27 Mei 2009 20.00-23.00WIB
Maulid Nabi SAW di PPAT Wonopringgo, Pekalongan
bersama K.H.Taufiqurrohman as-Subki

28 Mei 2009 20.00-23.00 WIB
Zikir dan Tausiyah di Zawiyah Erlangga, Semarang

29 Mei 2009 20.00-23.00 WIB
Maulid Nabi SAW di Masjid Agung Surakarta
bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf

30 Mei 2009 20.00-23.00 WIB
Maulid Nabi SAW di Masjid Agung Istiqlal
bersama Habib Hasan bin Ja'far Assegaf dan Majelis Taklim Nurul Musthofa

31 Mei 2009 20.00-23.00 WIB
Maulid Nabi SAW di Pesantren Darus Syifa' Al Fitrat bersama Ust. Ece Supriatna Mubarok dan ulama se Jawa Barat

Australia June 4-7 Info Email Abdul Wahid

Free Public Events:

Thurs June 4, 7 pm Theosophical Society
126 Russell Street, Melbourne, Public Talk & Sufi Zikr

Fri June 5, 7:30 pm St Michael’s Uniting Church
120 Collins Street, Melbourne, Public Talk & Sufi Zikr

Sat June 6, 7 pm, Melbourne Town Hall, Cnr Swanston & Collins Streets, Melbourne
Sufi Whirling Ceremony, Talk & Zikr

Sun June 7, 11:00 am, Shiva Ashram, 27 Tower Road, Mount Eliza, Talk & Zikr

Singapore

Mohamed Nassir
Tel: +65 90703200
Mohamed Razif
Tel: +65 94570018

www.nurmuhammad.com |

As-Sayed Nurjan MirAhmadi

Source : http://www.nurmuhammad.com/healingpowersufimeditationsea2009.htm








Rabu, 2008 April 16

Filosofi Semar dalam Kebudayaan Jawa



Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya

* Bebadra = Membangun sarana dari dasar

* Naya = Nayaka = Utusan mangrasul


Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi
kesejahteraan manusia

Javanologi : Semar = Haseming samar-samar

Harafiah : Sang Penuntun Makna Kehidupan


Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan
kirinya kebelakang. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan
simbul Sang Maha Tunggal". Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan
mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik".

Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel =
keteguhan jiwa.

Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak
mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.
semar


Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia
perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ), yang maha pengasih serta penyayang umat".

Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia), agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi

Ciri sosok semar adalah

* Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua

* Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan

* Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa

* Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok

* Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya


Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan
yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya
kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa.

Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas, dimengerti dan dihayati sampai
dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .

Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.

Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika
artinya "merdekanya jiwa dan sukma", maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh
hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai
oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing
kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji
budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan
hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup".

sumber : http://opensource.opencrack.or.id/
index.php?option=com_content&task=view&id=102&Itemid=43
More ... Alfatiha

14 Prinsip Hidup Jawa

14 Prinsip Hidup Jawa Nov 6, '06 2:11 AM
for everyone
Dapat dari seorang teman, 14 prinsip hidup Jawa yang menurut saya menarik untuk dapat dihayati dan diamalkan. Selamat menikmati :)

==

14 Prinsip Hidup Jawa

1. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

3. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli (Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi)

4. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

5. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

6. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi).

7. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

8. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

9. Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah (Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah).

10. Sing Prihatin Bakal Memimpin (Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin).

11. Sing Resik Uripe Bakal Mulya (Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya).

12. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat).

13. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (Keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera).

14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

sumber : http://wikan.multiply.com/journal/item/67/14_Prinsip_Hidup_Jawa
More ... Alfatiha

Laksita Jati

Laksita Jati PDF Print E-mail
Written by Administrator
Wednesday, 19 March 2008 10:42

Amratelakaken lampah pangluluhaning raga supados yen kita pejah, badan kita wadhag saged nunggil kaliyan badan kita ingkang alus, kasebut badan rohani utawi badan suksma. Menggah janjinipun, badhan wadhag lan alus punika boten kenging pisah, sangkan paranipun anunggil kahanan jati.


Ing tembe badahn wadag punika luluh sampurna wonten salebeting badan alus, kalimputan dening kayu dhahim, tegesipun: gesang kang tetep dumunung ing kahanan kita pribadi, mila dipun pralambangi Warangka Manjing Curiga (badan wadhag dumunung salebeting badhan alus). Nalika badhan wadhag taksih dados embananing badan alus, pralambangipun Curiga Manjing Warangka (badan alus teksih dumunung wonten badan wadag). Mila lajeng wonten andhah-andhahing babasan makaten:

* Jasad embaning budi.
* Budi embaning nafsu.
* Nafsu embaning karsa
* Karsa embaning suksma.
* Suksma embaning rasa.
* Rasa embaning cipta
* Cipta embaning kawasa.
* Kawasa embaning wisesa.

Wondene pangluluhaning badan wadhag wau kalampahanipun kedah ameper saliring hawa nafsu sarta anglampahana budi: rila, legawa, trima, temen bener, susila lan utami. Punapa dene tansah anyipta ajal antukna makaten:

* Jasad bumi alam kabeh sumusupa marang badan.
* Badan sumusupa marang budi.
* Nafsu sumusupa marang nyawa.
* Nyawa sumusupa marang rasa.
* Rasa sumusupa marang cahya.
* Cahya sumusupa marang atma.
* Atma sumusupa marang ingsun.
* Ingsun jumeneng pribadi.

Kajawi punika kedah nyegah lampah pitung prakawis, kados ta:

* Sampun caroba, nanging kedah taberi sesuci.
* Sampun anguja dhahar, nanging dhahara yen sampun luwe.
* Sampun angembong unjukan, nanging ngunjuka manawi sampun ngelak.
* Sampun karem nendra, nanging tilema manawi sampun arip.
* Sampun receh ing wicara, nanging ngendika'a janji angen wahyaning mangsakala.
* Sampun anguja karesmen, nanging sanggama'a manawi sampun kangen sanget.
* Sampun tansah ambibingah penggalih, sanayan kasukan inggih angger boten tilar ing dugi prayogi, muhung angladosi angarah suka pinarenganing para mitra.

Makaten ugi ing ngagesang sampun ngantos kasandhangan pangrencana wolung prakawis:

* Angumbar hawa nafsu.
* Anguja suka-suka.
* Dora paracidra tindak panganiaya.
* Ulah resah.
* Lampah nistha.
* Tingkah deksura.
* Kesed sungkanan sabarang karya.
* Lumuh nastapa pujabrata.

Mila makaten margi kalakuaning ngagesang punika kados kumandhang upaminipun, punapa pandamel ingkang katandukaken ing liyan sayekti badhe tumempuh dhateng badanipun piyambak. Sayoginipun tiyang gesang kedah anglampahana tapa brata kados ing ngandhap punika:
Tapaning badan: kedah anoraga lan taberi ulah pandamel sae.

* Tapaning manah: narima lan sepen pangangsa-angsa gunging pakarti durhaka.
* Tapaning nafsu: rila lan sabar ing coba bilahi sarta ngapuntenana kalepataning liyan.
* Tapaning suksma: temen lan boten dhaweh panasten.
* Tapaning rasa: rereh sabaring karsa miwah agung ing panalangsa.
* Tapaning cahya: eneng-ening tegesipun eneng santosaning pangesti, ening pelenging paningal. Tapaning gesang: awas sarta emut.

Utaminipun anglampahana saungeling babasan kados ing ngandhap punika:

* Katimbang turu, becik tangi.
* Katimbang tangi, becik melek.
* Katimbang melek, becik lungguh.
* Katimbang lungguh, becik ngadeg.
* Katimbang ngadeg, becik lumaku.

Wondene prayoginipun sadaya lampah punika den saged anyamun, sampun ngantos kawistara, sarta tansah prayitna ing gesangipun, sarana amatrapna makaten:

* Solahbawa den angkah-angkah.
* Wedaling wicara den irih-irih.
* Pasanging ulat den amanis

Inggih makaten punika sajatining tata krami, dene sampurnaning lampah wau, empanipun animbanga ing empan papan, patrapipun sampun tilar ing dugi prayogi.

sumber : http://www.jiwantoro.com/index.php/Artikel/
Budaya%20Jawa/2-Jawa/47-Laksita%20Jati
More ... Alfatiha

Wirid Wirayat Jati

Wirid Wirayat Jati PDF Print E-mail
Written by Administrator
Wednesday, 19 March 2008 10:25

Anênggih punika pituduh ingkang sanyata, anggêlarakên dunung lan pangkating kawruh kasampurnan, winiwih saking pamêjangipun para wicaksana ing Nungsa Jawi, karsa ambuka pitêdah kasajatining kawruh kasampurnan, tutuladhan saking Kitab Tasawuf, panggêlaring wêjangan wau thukul saking kawêningan raosing panggalih, inggih cipta sasmitaning Pangeran, rinilan ambuka wêdharing pangandikaning Pangeran dhatêng Nabi. Musa, Kalamolah, ingkang suraosipun makatên: Ing sabênêr-bênêre manungsa iku kanyatahaning Pangeran, lan Pangeran iku mung sawiji.



Inilah sebuah petunujuk yang benar yang menjelaskan tentang ilmu sirr kesempurnaan hidup, yang berakar dari ajaran para ahli hikmah di tanah Jawa, yang hendak membuka hakikat kesempurnaan sejati, sebuah pelajaran dari kitab Tasawuf, tersingkapnya ajaran ini terpancar dari kebersihan jiwa heningnya alam pikiran, yaitu tanggapnya rasa atas cipta Tuhan, dengan ihlash mengawali pelajaran ini yakni dengan menukil Firman Allah kepada Nabi Musa AS yang bermakna : Yang sebenar- benar manusia itu adalah kenyataan (adanya) Tuhan, dan Tuhan itu Maha Esa.

Pangandikaning Pangeran ingkang makatên wau, inggih punika ingkang kawêdharakên dening para gurunadi dhatêng para ingkang sami katarimah puruitanipun. Dene wontên kawruh wau, lajêng kadhapuk 8 papangkatan, sarta pamêjanganipun sarana kawisikakên ing talingan kiwa. Mangêrtosipun asung pêpengêt bilih wêdharing kawruh kasampurnan, punika botên kenging kawêjangakên dhatêng sok tiyanga, dene kengingipun kawêjangakên, namung dhatêng tiyang ingkang sampun pinaringan ilhaming Pangeran, têgêsipun tiyang ingkang sampun tinarbuka papadhanging budi pangangên-angênipun (ciptanipun).

Firman Allah yang demikian ini yang diajarkan oleh para ahli (mursyid) kepada sesiapa yang diterima penghambaannya(salik). Dimana ajaran itu, kemudian teringkas menjadi 8 hal, penyampaiannya dengan cara membisikkan ke telinga murid sebelah kiri. Pemahaman semacan ini memberikan pengertian bahwa ilmu ‘kasampurnan’ ini tidak seyogyanya diajarkan kepada sembarang orang, kecuali kepada orang-orang yang telah mendapat hidayah dari Allah SWT, artinya orang yang telah tercerahkan dirinya (ciptanya).

Awit saking punika, pramila ingkang sami kasdu maos sêrat punika sayuginipun sinêmbuha nunuwun ing Pangeran, murih tinarbuka ciptaning sagêd anampeni saha angêcupi suraosing wejangan punika, awit suraosipun pancen kapara nyata yen saklangkung gawat. Mila kasêmbadanipun sagêd angêcupi punapa suraosing wêjangan punika, inggih muhung dumunung ing ndalêm raosing cipta kemawon.

Maka dari itu, barang siapa yang sudi membaca tulisan ini seyogyanya berlandaskan permohonan kepada Allah, agar kiranya dapat terbuka ciptanya hingga mampu menerima dan memahami maknanya, karena makna dari ajaran ini ternyata sangat rumit/berbahaya. Maka bisanya memahami ajaran ini tidak lain hanya berada di dalam cipta - rasa pribadi.

Mila inggih botên kenging kangge wiraosan kaliyan tiyang ingkang dereng nunggil raos, inggih ingkang dereng kêparêng angsal ilhaming Pangeran. Hewa dene sanadyana kangge wiraosing kaliyan tiyang ingkang dereng nunggil raos, wêdaling pangandika ugi mawia dudugi lan pramayogi, mangêrtosipun kêdah angen mangsa lan êmpan papan saha sinamun ing lulungidaning basa.

Maka tidak boleh kiranya untuk didiskusikan dengan orang yang belum sapai atau belum mengunggal rasanya dengan kita, yaitu orang yang belum menerima hidayah dari Allah SWT. Walau demikian seandainya harus disampaikan kepada orang yang belum sampai, hendaknya disampaikan dengan sangat hati-hati, melihat situasi- kondisi, waktu dan tempat yang tepat serta disampaikan dengan kiasan bahasa yang indah.

Mênggah wontêning wêwêjangan 8 pangkat wau, kados ing ngandhap punika:

Delapan wejangan tersebut di atas, sebagaimana di bawah ini:

I, 1. Wêwêjangan ingkang rumiyin, dipun wastani: pitêdahan wahananing Pangeran, sasadan pangandikanipun Pangeran dhatêng Nabi Mohammad s.a.w. Makatên pangandikanipun: Sajatine ora ana apa-apa, awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhihin iku ingsun, ora ana Pangeran anging ingsun sajatine kang urip luwih suci, anartani warna aran lan pakartiningsun (dat, sipat, asma, afngal).

I. 1 Wejangan yang pertama, disebut pelajaran akan sifat-sifat Allah. Sebagaimana firman Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang bermakna kurang lebih begini: Sesungguhnya tidak ada apa-apa tatkala sebelum masa penciptaan, yang ada (paling awal) itu hanya Aku, tidak ada Tuhan kecuali Aku yang Hidup dan Maha Suci baik asma maupun sifatKu (dzat, sifat, asma, af’al).

I, 2. Mênggah dunungipun makatên: kang binasakake angandika ora ana Pangeran anging ingsun, sajatine urip kang luwih suci, sajatosipun inggih gêsang kita punika rinasuk dening Pangeran kita, mênggahing warna nama lan pakarti kita, punika sadaya saking purbawisesaning Pangeran kita, inggih kang sinuksma, têtêp tintêtêpan, inggih kang misesa, inggih kang manuksma, umpami surya lan sunaripun, mabên lan manisipun, sayêkti botên sagêd den pisaha.

I. 2. Yang dimaksud begini: Yang digambarkan tiada tuhan kecuali aku, hakekat hidup yang suci, sesungguhnya hidup kita ini adalah melambangkan citra Allah, sedang nama dan perbuatan kita itu semua berasal dari Kemahakuasaaan Allah, yang ‘menyatu’ ibarat matahari dan sinarnya, madu dengan manisnya, sungguh tiada terpisahkan.

II, 1. Wêwêjangan ingkang kaping kalih, dipun wastani: Pambuka kahananing Pangeran, pamêjangipun amarahakên papangkatan adêging gêsang kita dumunung ing dalêm 7 kahanan, sasadan pangandikanipun Pangeran dhatêng Nabi Mohammad s.a.w. Makatên pangandikanipun: Satuhune ingsun Pangeran sajati, lan kawasan anitahakên sawiji-wiji, dadi padha sanalika saka karsa lan pêpêsteningsun, ing kono kanyatahane gumêlaring karsa lan pakartiningsun, kang dadi pratandha.

II.1 Wejangan yang kedua adalah : Pengertian adanya Allah., Wejangan ini mengajarkan bahwa elemen hidup kita ini berada pada 7 keadaan, sebagaimana firman Allah kepada Muhammad SAW yang maknanya begini: Sesungguhnya Aku adalah Allah, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu dengan kun fa yakun dari qodrat dan iradatKu, yang demikian ini menjadi pertanda bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

II, 2. Kang dhihin, ingsun gumana ing dalêm awang-uwung kang tanpa wiwitan tanpa wêkasan, iya iku alam ingsun kang maksih piningit.

II.2. Yang pertama, Aku ada dalam ketiadaan yang tanpa awal serta tanpa akhir, itulah alamKu yang Maha Gaib.

II, 3. Kapindho, ingsun anganakake cahya minangka panuksmaningsun dumunung ana ing alam pasênêdaningsun.

II, 3. Kedua, Aku mengadakan cahaya sebagai manifestasiKu, berada dalam kehendakKu.

II, 4. Kaping têlu, ingsun anganakake wawayangan minangka panuksma lan dadi rahsaningsun, dumunung ana ing alam pambabaraning wiji.

II, 4. Ketiga, Aku menciptakan bayang-bayang sebagai pertanda citraKu, yang berada pada alam kejadian/penciptaan (mula-jadi).

II, 5. Kaping pat, ingsun anganakake suksma minangka dadi pratandha kauripaningsun, dumunung ana ing alaming gêtih.

II. 5. Keempat, Aku mengadakan ruh sebagai pertanda hidupku, yang berada pada darah.

II, 6. Kaping lima, ingsun anganakake angên-angên kang uga dadi warnaningsun, ana ing dalêm alam kang lagi kêna kaumpamaake bae.

II, 6. Kelima, Aku mengadakan angan-angan yang juga menjadi sifatku, yang berada pada alam yang baru boleh diumpamakan saja.

II, 7. Kaping ênêm, ingsun anganakake budi, kang minangka kanyatahan pêncaring angên-angên kang dumunung ana ing dalêm alaming badan alus.

II, 7. Keenam, Aku mengadakan budi, yang merupakan kenyataan penjabaran angan- angan yang berada pada alam ruhani.

II, 8. Kaping pitu, ingsun anggêlar warana kang minangka kakandhangan sakabehing paserenaningsun. Kasêbut nêm prakara ing dhuwur mau tumitah ana ing donya iya iku sajatining manungsa.

II, 8. Ketujuh, aku menggelar akal sebagai sentral/wadah atas semua ciptaanku. Enam perkara tersebut di atas tercipta di dunia yang merupakan hakikat manusia.

*Wirayat Jati, Raden Ngabehi Ranggawarsita, Kapethil saking serat Jawi Kandha ing Surakarta Hadiningrat tahun 1908
Last Updated ( Wednesday, 19 March 2008 10:42 )

sumber : http://www.jiwantoro.com/index.php/Artikel/Budaya%20Jawa/2-Jawa/
45-Wirid%20Wirayat%20Jati
More ... Alfatiha

Selasa, 2008 April 15

Sedulur Songo

sedulur 4 kalimo pacer adalah:
1. Kakang kawah = ibu jari = Bayu Sejati = air
2. Kakang darah = telunjuk = Pangaribowo = api
3. Pancer = jari tengah = Wujud manusia (diri) = wujudullah
4. Adik ari-ari = jari manis = Prabowo = tanah
5. Tali pusar = kelingking = Kamayan = angin

Pancer sendiri didalamnya terkandung 4 unsur Ke-illahi-anNya, yaitu:

1. Sirrullah
2. Dzatullah
3. Sifatullah
4. Kodratullah

Ke 9 saudara memang bisa memberikan gerak, bisa diajak berkomunikasi dan bahkan bisa dan memang berujud dan bisa dirasakan keberadaannya didalam diri kita.

sumber : mang dipo

A)
1.Marifatulllah
Dari huruf HA à Telunjuk dan ibu jari -- > Hawa dan rasa -- > Bumi à Af’al -- > Kelakuan -- > Marifatullah

2. Hakekatullah
Dari LAM AKHIR à Jari tengah –> Darah -- > Api à Asma à Nama -- > Hakekatullah

3. Tarekatullah
Dari LAM AWAL -- > Jari manis -- > Liur -- > Air -- > Sifat -- > Rupa -- > Tarekatullah

4. Syari’atullah
Dari ALIF à Jari Kelingking à Nafas -- > Angin -- > Dzat à Diri -- > Syari’atullah

Nafas yang keluar = Mati
Nafas yang masuk = Hidup
Isi napas = Dzat pada diriku , sifat pada rupaku, Asma pada namaku, Af’al pada kelakuanku.


B)
WAHDIAT : Zat Allah – Wujud kita – diri Muhammad
WAHDAT : Sifat Allah – Diri kita – rupa Muhammad
AHDIAT : nama kita – Alam Allah – nama Muhammad

sumber : ageng maruto

----------spiritual-indonesia@yahoogroups.com
More ... Alfatiha

TAROT DALAM PETA DAN POLA JIWA KALACAKRA

TAROT DALAM PETA DAN POLA JIWA KALACAKRA
Oleh Ani Sekarningsih - 3 Des 2003


TAROT DALAM PETA DAN POLA JIWA KALACAKRA
Oleh Ani Sekarningsih - 3 Des 2003


Karya sastra Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu telah mengilhami saya untuk menciptakan sebuah bagan yang merupakan peta dan pola jiwa menurut keilmuan tarot yang sekali gus disempurnakan dengan carakan walik.



1. Roh Suci - Cakra Mahkota 2. Dzatullah - Cakra mata ketiga (maskulin) 3. Sirullah - Cakra Mata Ketiga (feminin) 4. Sifatullah - Cakra Tenggerokan 5. Wujudullah - Cakra Tenggerokan 6. Kamayan - Cakra Jantung 7. Prabowo - Cakra Pusar 8. Pangaribowo - Cakra pusar 9. Kodratullah - Cakra Kemaluan 10.Bayu Sejati - Cakra Dasar 11.Kharomah - titik pusat di antara Dzatullah, Sirullah, Sifatullah, dan Wujudullah

Penjabaran Peta Jiwa Kalacakra.

10. BAYU SEJATI, tubuh dan sensasi; perwujudan segala sesuatu yang membumi. Pusat hidup keseharian anda, yang memuat empat elemen: api, air, udara, dan bumi. Atauyang juga dapat diuraikan sebagai luwamah, amarah, supiah, mutmainah), yaitu pemicu timbulnya aneka macam keinginan. Hasil secara fisik atau dimaknai sebagai kendaraan. Lingkungan. Rumah, Tubuh. Perasaan dan pengertian. Apakah yang menjadi titik pusat yang mendasari Anda? Bagaimana caranya hal itu secara fisik memanifestasi Anda? Bagaimana suasananya?

Cakra dasar. Daya kekuatan tenaga kekuasaan Allah. Energi Kundalini. Pusat lauwamah, amarah, supiah, dan mutmainah. Empat warna menurut ritual Jawa: merah (sirullah), putih (dzatullah), hijau lumut (wujulullah), kuning (air)

Hurufnya: nga, ta
Nga, Ngracut busono ning manungso
Ta, thukul soko niat

9. KODRATULLAH, dasar, Bulan. Zat dasar kesadaran, ide-ide cemerlang, impian, khayalan, gairah. Kegiatan kemampuan pada unsur-unsur kegaiban, dan tembus pandang. Dasar masa silam, atau karma. Kebiasaan-kebiasaan. Kumpulan bawah sadar. Bagaiimana gairah Anda dalam keadaan tersebut? Apa yang terjadi dalam dunia astral, yakni dalam alam bawah sadar Anda? Apa dasar kesadaran Anda? Kegaiban apa, atau kegiatan tembus pandang apa yang mempengaruhi Anda?

Cakra kemaluan. Bayangan Rahsa Jati. Kekuatan dan keindahan. Syahwat. Warnanya ungu.

Hurufnya ba, ga.
Ba, Bayu Sejati kang andalani
Ga, Guru Sejati kang muruki

8. PANGARIBOWO, kemegahan, Mercury. Apa yang kamu pikirkan. Ilmu mantik. Kecerdasan, penalaran. Pengetahuan benar dan palsu. Yaitu tempat disimpannya hukum-hukum moral dan kebenaran. Ekspresi pengungkapan lisan, dan berkomunikasi. Perajin. Ilmuwan. Peneliti. Perencana. Teknologi. Perencanaan. Ambisi. Kemampuan menaklukkan. Sihir. Perlambang dan kiasan. Penuh akal. Jahil dan senang menggrecoki Bagaimana Anda berpikir dan berkomunikasi? Bagaimana Anda menggunakan pengetahuan kekuatan gaib Anda? Kebenaran apakah dari perihal tersebut dan apakah hal itu dinyatakan secara gamblang?

Cakra pusar. Bayangan Roh Suci. Angan-angan. Daya cipta. Ilmu mantik. Moral. Kemegahan. Warnanya oranye.

Hurufnya ya, ja.
Ya, Yen rumonso tanpo kirono
Ja, Jumbuhing kawulo Gusti

7. PRABOWO, perasaan, mencapai kemenangan, Venus. Apa yang kamu cintai. Keinginan-keinginan di belakang motivasi dan semangat. Ilham. Perasaan-perasaan suka dan tidak suka. Kemitraan dengan orang lain, terutama yang berhubungan dengan kelamin. Kenikmatan berkesenian dan hawa napsu. Menemukan keindahan. Perasaan-perasaan. Penghargaan. - erat hubungannya dengan titik solar pleksus) Kehendak apakah yang berada di belakang motivasi-motivasi Anda? Bagaimana hubungan Anda dengan orangt-orang lain? Apakah yang Anda cintai? Bagaimana Anda melihat dan merasakan pengalaman keindahan dan kenikmatan?

Cakra pusar. Bayangan Guru Sejati. Penalaran. Komunikasi. Daya kekuatan gaib. Pemahaman kenikmatan dan keindahan. Warnanya hijau dalam spiritual Jawa.

Hurufnya ma, nya
Ma, Mati biso bali
Nya, Nyoto tanpo mata, ngerti tanpo diwuruki.

6. KAMAYAN, keindahan, cinta - erat hubungannya dengan cakra jantung. Planet Matahari Apakah inti permasalahan yang Anda hadapi? Bagaimana kesehatan dan stamina Anda? Apakah cita-cita dan kecenderungan minat Anda? Bagaimana orang melihat Anda?

Cakra jantung. Bayangan Allah. Cinta tanpa pamrih. Warnanya kuning kemilau dalam spiritual Jawa.

Hurufnya, da pa
Da, Dhuwur pungkasane, endhek wiwitane
Pa, papan tanpo kiblat

5. WUJUDULLAH, letak kemauan, kekuatan dan semangat. Saturnus. Bagaimana Anda menghadapi setiap tantangan, hambatan, frustrasi dan ketidak selarasan? Apakah kebiasaan-kebiasaan jelek yang harus dihilangkan dan kendala yang harus Anda atasi? Di mana Anda melampiaskan sifat agresi dan kemarahan Anda?

Cakra tenggorokan. Lawwamah. Mars. Daging. Elemen tanah. Semangat, kekuatan kemauan, dendam, tabah, tamak, lamban. Warna hitam dalam spiritual Jawa

Hurufnya sa, ta.
Sa, Sifat hono kang wiwit.
Ta, Tetep jumeneng ing Dzat kang wiwit.

4. SIFATULLAH, limpahan rahmat, cinta, pengawasan, pengendalian. Apakah peluang-peluang dan pemberian-pemberian yang Anda pernah terima? Siapa dan apa yang membantu Anda selama ini? Di manakah kemampuan Anda dan bagaimana kemampuan itu dikenali masyarakat lingkungan Anda?

Cakra tenggorokan. Sifatullah. Yupiter. Air. Tulang sumsum. Hasrat keinginan. Limpahan rahmat. Akal-budi (mind). Pengendalian dan pengawasan. Bijaksana dan arif. Anugerah yang pernah diterima. Warna kuning muda dalam spiritual Jawa.

Hurufnya la, wa,
La, lali eling wewatasane.
Wa, Wujud kang kirono.

3. SIRULLAH, pengertian/pemahaman - erat hubungannya dengan cakra mata ketiga. Saturnus. Bagaimana Anda mengungkapkan gagasan-gagasan Anda? Apa yang Anda pelajari dari keterbatasan-keterbatasan dan kendala-kendala yang ada? Bagaimana sifat feminin keibuan yang dimanifestasikan oleh ibu?

Cakra Mata Ketiga. Amarah. Darah. Elemen api. Sisi feminin. Emosi. Tekad dan ketekunan. Warna merah

Hurufnya ra, ca.
Ra, Roso kuoso tanpo kirono.
Ca, Cipto roso karso kuoso

2. DZATULLAH, kearifan/sabda Tuhan - erat hubungannya dengan mata ketiga. Kemauan menukik dunia spiritual. Uranus Energi apa yang mempengaruhi kepribadian Anda? Bagaimana Anda mengambil inisiatif dan melaksanakan dorongan-dorongan kehendak Anda? Kearifan apa yang anda pelajari dari setiap situasi? Nilai apa yang berkesan tentang sifat maskulin dari bapak?

Cakra Mata Ketiga. Mutmainah. Napas. Elemen Udara. GURU SEJATI. Sabda Tuhan. Sisi maskulin. Pasrah. Watak jernih. Belas kasih. Sisi maskulin. Warna putih berdasar spiritual Jawa.

Hurufnya da, ka.
Da, Dumadi kang tanpo kinardi.
Ka, Karso juoso tanpo kirono.

1. ROH SUCI Alasan-alasan spiritual dalam membaca situasi.Neptunus. Apakah hal yang ideal yang menjadi idaman Anda? Apakah alasan-alasan spiritual dalam membaca situasi?

Hurufnya na, ha
Na, Nur urip cahyo wewayangan,
Ha, Huripku cahyaning Allah

KHAROMAH - terletak pada titik tengah antara Sirullah-Dzatullah-Wujudullah-Sifatullah. Pengetahuan tersembunyi apakah yang dapat menolong Anda, memanifestasikan aspirasi-aspirasi luhung Anda? Apakah Anda siap menggunakannya?

Apa yang dijelaskan oleh Wujudullah - Kamayan - Prabowo tentang dinamika dan pertentangan kutub seksual Anda?

Bagaimana Pangaribowo - Kamayan - Sifatullah menggambarkan komunikasi, penulisan, penerbitan perjalanan, pengajaran dan filsafat Anda?

Bagaimana Anda mencapai transformasi diri melalui energi yang tergambar pada Tonggak Tengah: Roh Suci - Kamayan - Kodratullah - Bayu Sejati?

Nadi Kalacakra sebagai penghubung Periksalah kembali struktur titik-titik pandang diagonal Wujudullah - Kamayan - Prabowo yang menggambarkan dinamika dan pertentangan kutub seksual Anda

sumber : http://www.geocities.com/tarotwayang/petajiwa.htm
More ... Alfatiha

Sekilas Ritual dan Teknik Spiritual Naqsyabandiyah

Seperti tarekat-tarekat yang lain, Tarekat Naqsyabandiyah itu pun mempunyai sejumlah tata-cara peribadatan, teknik spiritual dan ritual tersendiri. Memang dapat juga dikatakan bahwa Tarekat Naqsyabandiyah terdiri atas ibadah, teknik dan ritual, sebab demikianlah makna asal dari istilah thariqah, "jalan" atau "marga". Hanya saja kemudian istilah itu pun mengacu kepada perkumpulan orang-orang yang mengamalkan "jalan" tadi.

Naqsyabandiyah, sebagai tarekat terorganisasi, punya sejarah dalam rentangan masa hampir enam abad, dan penyebaran yang secara geografis meliputi tiga benua. Maka tidaklah mengherankan apabila warna dan tata cara Naqsyabandiyah menunjukkan aneka variasi mengikuti masa dan tempat tumbuhnya. Adaptasi terjadi karena keadaan memang berubah, dan guru-guru yang berbeda telah memberikan penekanan pada aspek yang berbeda dari asas yang sama, serta para pembaharu menghapuskan pola pikir tertentu atau amalan-amalan tertentu dan memperkenalkan sesuatu yang lain. Dalam membaca pembahasan mengenai berbagai pikiran dasar dan ritual berikut, hendaknya selalu diingat bahwa dalam pengamalannya sehari-hari variasinya tidak sedikit.

Asas-asas
Penganut Naqsyabandiyah mengenal sebelas asas Thariqah. Delapan dari asas itu dirumuskan oleh 'Abd al-Khaliq Ghuzdawani, sedangkan sisanya adalah penambahan oleh Baha' al-Din Naqsyaband. Asas-asas ini disebutkan satu per satu dalam banyak risalah, termasuk dalam dua kitab pegangan utama para penganut Khalidiyah, Jami al-'Ushul Fi al-'Auliya. Kitab karya Ahmad Dhiya' al-Din Gumusykhanawi itu dibawa pulang dari Makkah oleh tidak sedikit jamaah haji Indonesia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kitab yang satu lagi, yaitu Tanwir al-Qulub oleh Muhammad Amin al-Kurdi dicetak ulang di Singapura dan di Surabaya, dan masih dipakai secara luas. Uraian dalam karya-karya ini sebagian besar mirip dengan uraian Taj al-Din Zakarya ("Kakek" spiritual dari Yusuf Makassar) sebagaimana dikutip Trimingham. Masing-masing asas dikenal dengan namanya dalam bahasa Parsi (bahasa para Khwajagan dan kebanyakan penganut Naqsyabandiyah India).

Asas-asasnya 'Abd al-Khaliq adalah:

1. Hush dar dam: "sadar sewaktu bernafas". Suatu latihan konsentrasi: sufi yang bersangkutan haruslah sadar setiap menarik nafas, menghembuskan nafas, dan ketika berhenti sebentar di antara keduanya. Perhatian pada nafas dalam keadaan sadar akan Allah, memberikan kekuatan spiritual dan membawa orang lebih hampir kepada Allah; lupa atau kurang perhatian berarti kematian spiritual dan membawa orang jauh dari Allah (al-Kurdi).

2. Nazar bar qadam: "menjaga langkah". Sewaktu berjalan, sang murid haruslah menjaga langkah-langkahnya, sewaktu duduk memandang lurus ke depan, demikianlah agar supaya tujuan-tujuan (ruhani)-nya tidak dikacaukan oleh segala hal di sekelilingnya yang tidak relevan.

3. Safar dar watan: "melakukan perjalanan di tanah kelahirannya". Melakukan perjalanan batin, yakni meninggalkan segala bentuk ketidaksempurnaannya sebagai manusia menuju kesadaran akan hakikatnya sebagai makhluk yang mulia. [Atau, dengan penafsiran lain: suatu perjalanan fisik, melintasi sekian negeri, untuk mencari mursyid yang sejati, kepada siapa seseorang sepenuhnya pasrah dan dialah yang akan menjadi perantaranya dengan Allah (Gumusykhanawi)].

4. Khalwat dar anjuman: "sepi di tengah keramaian". Berbagai pengarang memberikan bermacam tafsiran, beberapa dekat pada konsep "innerweltliche Askese" dalam sosiologi agama Max Weber. Khalwat bermakna menyepinya seorang pertapa, anjuman dapat berarti perkumpulan tertentu. Beberapa orang mengartikan asas ini sebagai "menyibukkan diri dengan terus menerus membaca dzikir tanpa memperhatikan hal-hal lainnya bahkan sewaktu berada di tengah keramaian orang"; yang lain mengartikan sebagai perintah untuk turut serta secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat sementara pada waktu yang sama hatinya tetap terpaut kepada Allah saja dan selalu wara'. Keterlibatan banyak kaum Naqsyabandiyah secara aktif dalam politik dilegitimasikan (dan mungkin dirangsang) dengan mengacu kepada asas ini.

5. Yad kard: "ingat", "menyebut". Terus-menerus mengulangi nama Allah, dzikir tauhid (berisi formula la ilaha illallah), atau formula dzikir lainnya yang diberikan oleh guru seseorang, dalam hati atau dengan lisan. Oleh sebab itu, bagi penganut Naqsyabandiyah, dzikir itu tidak dilakukan sebatas berjamaah ataupun sendirian sehabis shalat, tetapi harus terus-menerus, agar di dalam hati bersemayam kesadaran akan Allah yang permanen.

6. Baz gasyt: "kembali", " memperbarui". Demi mengendalikan hati supaya tidak condong kepada hal-hal yang menyimpang (melantur), sang murid harus membaca setelah dzikir tauhid atau ketika berhenti sebentar di antara dua nafas, formula ilahi anta maqsudi wa ridlaka mathlubi (Ya Tuhanku, Engkaulah tempatku memohon dan keridlaan-Mulah yang kuharapkan). Sewaktu mengucapkan dzikir, arti dari kalimat ini haruslah senantiasa berada di hati seseorang, untuk mengarahkan perasaannya yang halus kepada Tuhan semata.

7. Nigah dasyt: "waspada". Yaitu menjaga pikiran dan perasaan terus-menerus sewaktu melakukan dzikir tauhid, untuk mencegah agar pikiran dan perasaan tidak menyimpang dari kesadaran yang tetap akan Tuhan, dan untuk memlihara pikiran dan perilaku seseorang agar sesuai dengan makna kalimat tersebut. Al-Kurdi mengutip seorang guru (anonim): "Kujaga hatiku selama sepuluh hari; kemudian hatiku menjagaku selama dua puluh tahun."

8. Yad dasyt: "mengingat kembali". Penglihatan yang diberkahi: secara langsung menangkap Zat Allah, yang berbeda dari sifat-sifat dan nama-namanya; mengalami bahwa segalanya berasal dari Allah Yang Esa dan beraneka ragam ciptaan terus berlanjut ke tak berhingga. Penglihatan ini ternyata hanya mungkin dalam keadaan jadzbah: itulah derajat ruhani tertinggi yang bisa dicapai.



Asas-asas Tambahan dari Baha al-Din Naqsyabandi:

1. Wuquf-i zamani: "memeriksa penggunaan waktu seseorang". Mengamati secara teratur bagaimana seseorang menghabiskan waktunya. (Al-Kurdi menyarankan agar ini dikerjakan setiap dua atau tiga jam). Jika seseorang secara terus-menerus sadar dan tenggelam dalam dzikir, dan melakukan perbuatan terpuji, hendaklah berterimakasih kepada Allah, jika seseorang tidak ada perhatian atau lupa atau melakukan perbuatan berdosa, hendaklah ia meminta ampun kepada-Nya.

2. Wuquf-i 'adadi: "memeriksa hitungan dzikir seseorang". Dengan hati-hati beberapa kali seseorang mengulangi kalimat dzikir (tanpa pikirannya mengembara ke mana-mana). Dzikir itu diucapkan dalam jumlah hitungan ganjil yang telah ditetapkan sebelumnya.

3. Wuquf-I qalbi: "menjaga hati tetap terkontrol". Dengan membayangkan hati seseorang (yang di dalamnya secara batin dzikir ditempatkan) berada di hadirat Allah, maka hati itu tidak sadar akan yang lain kecuali Allah, dan dengan demikian perhatian seseorang secara sempurna selaras dengan dzikir dan maknanya. Taj al-Din menganjurkan untuk membayangkan gambar hati dengan nama Allah terukir di atasnya.



Zikir dan Wirid
Teknik dasar Naqsyabandiyah, seperti kebanyakan tarekat lainnya, adalah dzikir yaitu berulang-ulang menyebut nama Tuhan ataupun menyatakan kalimat la ilaha illallah. Tujuan latihan itu ialah untuk mencapai kesadaran akan Tuhan yang lebih langsung dan permanen. Pertama sekali, Tarekat Naqsyabandiyah membedakan dirinya dengan aliran lain dalam hal dzikir yang lazimnya adalah dzikir diam (khafi, "tersembunyi", atau qalbi, " dalam hati"), sebagai lawan dari dzikir keras (dhahri) yang lebih disukai tarekat-tarekat lain. Kedua, jumlah hitungan dzikir yang mesti diamalkan lebih banyak pada Tarekat Naqsyabandiyah daripada kebanyakan tarekat lain.

Dzikir dapat dilakukan baik secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. Banyak penganut Naqsyabandiyah lebih sering melakukan dzikir secara sendiri-sendiri, tetapi mereka yang tinggal dekat seseorang syekh cenderung ikut serta secara teratur dalam pertemuan-pertemuan di mana dilakukan dzikir berjamaah. Di banyak tempat pertemuan semacam itu dilakukan dua kali seminggu, pada malam Jum'at dan malam Selasa; di tempat lain dilaksanakan tengah hari sekali seminggu atau dalam selang waktu yang lebih lama lagi.

Dua dzikir dasar Naqsyabandiyah, keduanya biasanya diamalkan pada pertemuan yang sama, adalah dzikir ism al-dzat, "mengingat yang Haqiqi" dan dzikir tauhid, " mengingat keesaan". Yang duluan terdiri dari pengucapan asma Allah berulang-ulang dalam hati, ribuan kali (dihitung dengan tasbih), sambil memusatkan perhatian kepada Tuhan semata. Dzikir Tauhid (juga dzikir tahlil atau dzikir nafty wa itsbat) terdiri atas bacaan perlahan disertai dengan pengaturan nafas, kalimat la ilaha illa llah, yang dibayangkan seperti menggambar jalan (garis) melalui tubuh. Bunyi la permulaan digambar dari daerah pusar terus ke hati sampai ke ubun-ubun. Bunyi Ilaha turun ke kanan dan berhenti pada ujung bahu kanan. Di situ, kata berikutnya, illa dimulai dengan turun melewati bidang dada, sampai ke jantung, dan ke arah jantung inilah kata Allah di hujamkan dengan sekuat tenaga. Orang membayangkan jantung itu mendenyutkan nama Allah dan membara, memusnahkan segala kotoran.

Variasi lain yang diamalkan oleh para pengikut Naqsyabandiyah yang lebih tinggi tingkatannya adalah dzikir latha'if. Dengan dzikir ini, orang memusatkan kesadarannya (dan membayangkan nama Allah itu bergetar dan memancarkan panas) berturut-turut pada tujuh titik halus pada tubuh. Titik-titik ini, lathifah (jamak latha'if), adalah qalb (hati), terletak selebar dua jari di bawah puting susu kiri; ruh (jiwa), selebar dua jari di atas susu kanan; sirr (nurani terdalam), selebar dua jari di atas putting susu kanan; khafi (kedalaman tersembunyi), dua jari di atas puting susu kanan; akhfa (kedalaman paling tersembunyi), di tengah dada; dan nafs nathiqah (akal budi), di otak belahan pertama. Lathifah ketujuh, kull jasad sebetulnya tidak merupakan titik tetapi luasnya meliputi seluruh tubuh. Bila seseorang telah mencapai tingkat dzikir yang sesuai dengan lathifah terakhir ini, seluruh tubuh akan bergetar dalam nama Tuhan. Konsep latha'if -- dibedakan dari teknik dzikir yang didasarkan padanya -- bukanlah khas Naqsyabandiyah saja tetapi terdapat pada berbagai sistem psikologi mistik. Jumlah latha'if dan nama-namanya bisa berbeda; kebanyakan titik-titik itu disusun berdasarkan kehalusannya dan kaitannya dengan pengembangan spiritual.

Ternyata latha'if pun persis serupa dengan cakra dalam teori yoga. Memang, titik-titik itu letaknya berbeda pada tubuh, tetapi peranan dalam psikologi dan teknik meditasi seluruhnya sama saja.

Asal-usul ketiga macam dzikir ini sukar untuk ditentukan; dua yang pertama seluruhnya sesuai dengan asas-asas yang diletakkan oleh 'Abd Al-Khaliq Al-Ghujdawani, dan muntik sudah diamalkan sejak pada zamannya, atau bahkan lebih awal. Pengenalan dzikir latha'if umumnya dalam kepustakaan Naqsyabandiyah dihubungkan dengan nama Ahmad Sirhindi. Kelihatannya sudah digunakan dalam Tarekat Kubrawiyah sebelumnya; jika ini benar, maka penganut Naqsyabandiyah di Asia Tengah sebetulnya sudah mengenal teknik tersebut sebelum dilegitimasikan oleh Ahmad Sirhindi.

Pembacaan tidaklah berhenti pada dzikir; pembacaan aurad (Indonesia: wirid), meskipun tidak wajib, sangatlah dianjurkan. Aurad merupakan doa-doa pendek atau formula-formula untuk memuja Tuhan dan atau memuji Nabi Muhammad, dan membacanya dalam hitungan sekian kali pada jam-jam yang sudah ditentukan dipercayai akan memperoleh keajaiban, atau paling tidak secara psikologis akan mendatangkan manfaat. Seorang murid dapat saja diberikan wirid khusus untuk dirinya sendiri oleh syekhnya, untuk diamalkan secara rahasia (diam-diam) dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain; atau seseorang dapat memakai kumpulan aurad yang sudah diterbitkan. Naqsyabandiyah tidak mempunyai kumpulan aurad yang unik. Kumpulan-kumpulan yang dibuat kalangan lain bebas saja dipakai; dan kaum Naqsyabandiyah di tempat yang lain dan pada masa yang berbeda memakai aurad yang berbeda-beda. Penganut Naqsyabandiyah di Turki, umpamanya, sering memakai Al-Aurad Al-Fathiyyah, dihimpun oleh Ali Hamadani, seorang sufi yang tidak memiliki persamaan sama sekali dengan kaum Naqsyabandiyah.

sumber : http://www.sufinews.com/index.php?
subaction=showfull&id=1078317578&archive=&start_from=&ucat=8&do=tarekat
More ... Alfatiha

Jumat, 2008 April 11

MSN-Sohbet

*Sohbet Hari Sabtu Tanggal 15 Maret 2008*

*Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al Haqqani (qs)*

* *

*Tidak Ada Obat Untuk Satu Gigitan Setan!*

* *

*Atau Oh Manusia, Jagalah Kehormatanmu!*



...*As-salamu 'alaikum*! Untuk selamat, insya Allah, disini dan Akhirat,
gunakan sebanyak mungkin dengan mengucap: "*As-salamu 'alaikum*", (jadi)
Malaikat, juga mengucap hal yang sama padamu: "Salam, selamat, disini dan
Akhirat!"



*Destur, ya Sayyidi, ya Sultanu-l Awliya, Madad, ya Rijalallah*!

*A'udzu bi-llahi mina syaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim. *



Itulah tanda (seorang) Muslim: lari dari setan, karena setan mengejar
manusia. Setan mengejar Anak-anak Adam, oleh karena itu kau harus berseru
memanggil Allah yang Maha Kuasa dan mohon perlindungan atau kau bisa jatuh
ke dalam perangkap setan. Dan setan menggunakan ratusan godaan/trik untuk
membuatmu jatuh ke dalam perangkapnya! Jangan tidur! Bangunlah, wahai
manusia! Jangan berkata: "Aku berkekuatan penuh", tidak, kau lemah, lemah!
Kau harus memohon perlindungan dari Tuhan-mu. Jangan lupa mengucap: "*A'udzu
bi-llahi mina syaitani rajim* *A'udzu bi-llahi mina syaitani rajim* Ya Tuhan
kami, aku berlari kepada-Mu dari godaan-godaan setan!"



Apakah target utama setan? Target utamanya adalah menjadikan seluruh manusia
terjebak dalam perangkapnya. Siapa yang jatuh dalam perangkap setan harus
ikur bersamanya ke Neraka. Setan tidak pernah senang dengan Anak-anak Adam
baik disini ataupun di Akhirat, tidak, setan amat marah! Setan berkata:
"Untuk alasanmu, alasan, aku jatuh, aku telah dilempar dari Hadirat Ilahiah.
Oleh karenanya aku akan menggunakan seluruh kemampuan, kesanggupan,
energiku, semuanya. Targetku adalah membuatmu jatuh ke dalam Neraka yang
sama, tidak bahagia dalam kehidupan di bumi atau dengan kehidupan setelahnya
untuk kehidupan abadi. Aku tidak pernah senang kalau manusia hidup bahagia
selamanya. Tidak! Aku akan berusaha dan bersumpah bahwa aku akan berusaha
sekuat tenaga untuk membuat Anak-anak Adam bersamaku dalam kesusahan disini
dan di Neraka sana!" Oleh karena itu hati-hatilah dengan Setan!



Namun manusia menulis: Hati-hati ada anjing! Pada tiap pintu dituliskan
seperti itu: Hati-hati ada anjing. Anjing, bukan anjing yang merupakan
makhluk mengerikan seperti setan. (Seekor) anjing bisa menggigitmu dan kau
bisa sembuh dari gigitannya itu, tapi jika setan menggigitmu, itu sulit,
sangat sulit, tidak ada obatnya! Oleh karena itu, tanda (seorang) Muslim
adalah dengan mengucap: "*A'udzu bi-llahi mina syaitani rajim*! O Tuhan
kami, mohon lindungilah aku!"



Allah swt, Dia-lah sang Pelindung dari jagad raya yang tak terhitung
banyaknya dan manusia yang berpikir kalau Allah yang Maha Kuasa datang dan
melindungi kamu…kamu…kamu. Bukan! Tapi adab kita, tata krama yang baik,
adalah memanggil Dia dan kemudian Allah yang Maha Kuasa mengirimkan
pelindung untukmu. Kau benar-benar bisa menemukan sebuah pelindung bagimu
dari manusia juga, dari orang-orang spiritual, orang suci, namun Adab, tata
krama yang baik, adalah dengan mengucap: "Ya Tuhan-ku, mohon lindungi aku
dari setan yang mengejarku dan mungkin aku bisa jatuh dalam perangkapnya!"
Oleh karenanya, inilah tanda (seorang) Muslim dengan mengucap: "*A'udzu
bi-llahi mina syaitani rajim*!" Kemudian kau akan dilindungi.



Kau sudah dilindungi. Lalu kau harus tahu bahwa kau adalah hamba yang lemah.
Dan Tuhan Penguasa Surga memberimu suatu kehormatan dan berkata: "Oh para
hamba-Ku!" Menjadi hamba dari Tuhan adalah kehormatan yang begitu tinggi,
kau tidak bisa mencari sebuah batas untuk kehormatan itu! Itulah yang Allah
Maha Kuasa ucapkan:



"*F abudni*! Oh hamba-Ku, pujilah Aku dan sembahlah Aku, o hamba-Ku. *F
abudni*, sembahlah Aku dan berusalah menjadi hamba-Ku dan penghambaan
kepada-Ku adalah suatu kehormatan yang tidak bisa kau bayangkan!"



Jika seorang Raja memintamu untuk datang dan jadi penjaga atau pelayannya
dan dia mendandanimu dengan pakaian kerajaan yang merupakan milik para
penjaga dan pelayan Raja atau Ratu, kau akan begitu bangga!... Kau tidak
melihat penjaga-penjaga istana Buckingham, bagaimana dengan mereka? (Jika)
kau melihatnya, (pakaiannya) seperti ini, tidak pernah berubah. Mereka
begitu bangga dengan topi-topi besarnya, itu merupakan milik Seri Baginda
Raja atau Seri Baginda Ratu. Apakah menurutmu apabila Allah yang Maha Kuasa
berseru kepadamu: "Oh para hamba-Ku, oh makhluk-makhluk-Ku, datanglah,
datanglah! Aku membedakanmu dengan beberapa kehormatan yang tidak pernah Aku
anugerahkan bahkan kepada para Malaikat!" Kau dapat mengerti, kau dapat
memikirkannya?



Kau harus memikirkannya! (Ini) jutaan kali lebih baik daripada memiliki
sebuah gelar: "Aku lulusan… Aku lulusan dari Universitas Oxford!" (Dia
berpakaian) seperti ini dan mengenakan sebuah topi di atas kepalanya
-orang-orang bodoh- pada orang ini (???) sesuatu, memegang (sebuah gelar
diploma, membanggakan diri) "Akulah satu-satunya!"

"Siapakah?"

"Aku..."

(Dia) tidak mengatakan nama pertamanya Thomas atau William atau George
(tetapi) dia berkata: "Aku Phd, Dr. William!" Menempatkan kehormatannya
lebih dulu dan baru namanya dibagian akhir. Begitu bangga! Apa itu! Mereka
pikir kalau itulah kehormatan tinggi bagi mereka! Beberapa dari mereka
menggunakan huruf-huruf... huruf-huruf alfabetik seraya berkata: "Oh! Aku
punya (sebuah) kehormatan dari 29 atau 30 buah huruf (alfabet) dan ini semua
tidak cukup untuk memperlihatkan kehormatanku!" Memasang kaca mata; itu
artinya orang penting, VIP! Tanda VIP bukanlah kehormatan, tetapi
orang-orang menyukainya!



Dan Tuhan-mu memberikan sebuah kehormatan yang bahkan tidak dianugerahkan
kepada para Malaikat dan kau tidak menghargai kehormatan itu? Kebodohan
apakah itu? Itulah batasan-batasan kebodohan, batasan tidak mau peduli.
Bagaimana kita menjauh dari kehormatan yang mengagumkan dari Tuhan kita
bahwa Dia sudah menganugerahi kita bukan dengan apa-apa? Ini sebuah
pemberian dari Allah! Orang-orang berlarian disini, disana -kini tidak
seorangpun menghargai kehormatan penghambaan kepada Tuhan Penguasa Surga!
Apakah yang akan terjadi atas mereka disini dan Akhirat? Apakah yang mereka
cari? Kemana mereka akan mencapai? (Mereka) meraih ke -*Taubat*,*Astaghfirullah
*- meraih ke saluran-saluran. Orang-orang mengejar kotoran! (Mereka) tidak
memohon untuk keluar, dibersihkan, dihormati, tetapi mereka berlarian ke
saluran-saluran pembuangan kotoran.



"*Ya Hu*", Aku berkata, "Kau bisa mati" - bukan kamu, orang-orang setan itu,
mereka bisa mati dalam saluran-saluran pembuangan kotoran! "Mana yang baik?
(Saluran di) New York atau saluran-saluran WC, Washington lebih baik? Atau
Moskow lebih baik? Atau Ankara lebih baik? Atau Peking lebih baik? Yang
mana?"

"Oh temanku, dari mana kau memperolehnya... dari lulusan manakah engkau?"

"Oh saudaraku, Aku lulusan dari saluran-saluran London"

"Aku lulusan dari saluran-saluran pembuangan kotoran Sorbonne" atau "Aku
lulusan dari saluran-saluran pembuangan kotoran Moskow."

"Kau pikir adakah saluran-saluran lainnya selain saluran kita?"

"Ya, mungkin, mungkin di Pakistan. Mungkin Pakistan, ya, jika kau pergi ke
Pakistan dan lulus disana, kau akan menjadi para pejuang!"

"Bagaimana dengan Turki?"

"Turki juga sangat bagus, tingkat mereka untuk bertikai dan membunuh dan
menghancurkan serta saling menjatuhkan. Itu juga kehormatan mereka."

"Bagaimana dengan Jerman?"

"Jerman, ehhh, kadang-kadang mereka menggunakan akal mereka dan berlari ke
Berlin, kadang-kadang tidak digunakan, pergi ke Bonn, kadang-kadang mereka
berkata saluran-saluran Romawi lebih baik, karena saluran-saluran Adriatical
mengalir dan saluran-saluran Mediterranean bisa mengalir didalamnya... dan
juga saluran-saluran Spanyol. Kau mengusahakannya, oh saudaraku?"

"Aku berusaha, tapi tidak ada waktu sekarang ini, aku semakin tua"



Jika aku bisa datang untuk kedua kalinya - seperti *kuru kafali* berkata
kalau kami datang berkali-kali - lain kali aku datang seperti seekor keledai
yang berlari, atau seperti tikus... dan berusaha menemukan mana saluran yang
terbaik!"

"Kau berkata benar? Menurutmu adakah hal seperti ini kalau ada orang yang
datang lagi dilain waktu?"

"Ya, Pak! Ini juga merupakan kehormatan kami, satu kali kami datang dalam
rupa anjing, sekali (kami) akan menjadi keledai, sekali kami akan menjadi
kucing, sekali kami akan menjadi unta, sekali kami akan menjadi serigala,
sekali kami akan menjadi…"

"(Apakah) kami tidak pernah menjadi manusia?"

"Tidak, tidak, selesai! Kau masuk ke saluran-saluran lain untuk meraih
tingkat-tingkat kehidupan yang lain!"

"Siapakah yang mengatakan hal ini?"

"*Kuru*, *kuru kafali*, kepala yang kering. *Kuru* artinya kering dalam
bahasa Turki... akal mereka kering."

"Ya, aku berharap ketika aku selesai kali ini dan berubah untuk kali kedua
aku berharap menjadi sebuah *kuru* (*kafali*)"

"Kau tidak bisa melihat wajahnya! Jika melihat wajahnya, kau tidak bisa
makan apapun selama 7 hari, begitulah! Wajah simpanse lebih baik. Bukan
simpanse, tapi gorilla! Gorilla milik bangsa Eropa. Dalam bahasa India *
kurus* - mereka punya banyak jenis kera- mereka bisa memperlihatkan diri
sendiri seperti jenis mereka. Benar?"

"Benar, Pak!"



Itulah situasi kita dimana mereka mengatakan: "Kita meraih puncak peradaban
melalui abad 21." Aku berkata, "Selamat bahwa kau... sekali lagi kau akan
kembali menjadi binatang! Karena kau tidak akan dihormati. Kau menolak
kehormatan menjadi bagian dari manusia dan kau ingin kembali ke dunia
binatang! Dan selamat untuk pemahamanmu dan tingkat barumu. Aku pikit itu
juga merupakan tingkat binatang yang lebih rendah!"



Semoga Allah mengampuni kita!



Wahai manusia, seluruh manusia dibumi, waspadalah terhadap setan! Apa yang
kami katakan semuanya- (itulah) tujuan setan untuk membuatmu, menghindarkan
kamu dari penghambaan surgawi dan kehormatan (yang diberikan setan itu)
untuk menjadikanmu seperti dunia binatang dan bahkan dibawah tingkat
binatang -tidak seorangpun dapat berkata-kata atau keberatan dengan apa yang
aku katakan! Jika mereka berkata sesuatu, datanglah kesini! Akan aku ajari
kamu! Aku bisa mengajar, aku bisa memperlihatkan kepadamu jalan yang benar!
Aku sudah diberi otoritas, akulah yang diberi otoritas untuk membuat manusia
mencari jalan-jalan mereka dan menjaga kehormatan mereka, (dan untuk
mengajari mereka) yang kehilangan target sejatinya dan makna diciptakan
serta (pemahaman tentang) apa itu kehormatan sejati. Akulah yang paling
rendah yang bisa mengajarkan seluruh manusia mengenai kehormatan dan kondisi
mereka sekarang ini…

Semoga Allah mengampuni kita!



Demi kehormatan yang paling terhormat dalam Hadirat Ilahiah-Nya S.Muhammad
sws, Fatiha!



*Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Aziz Allah...*

*Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Karim Alah *

*Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhan Allah *

*Allah Allah, Allah Allah, Allah, Allah, Sultan Allah Sultan Sensin, ya
Rabb! *

*Allahumma shalli wa sallim ala Nabiyina Muhammad alayhi salam, *

*shalatan tadumu wa tughda ilay, mamarra layali wa tula dawam Fatiha*!

sumber : muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
More ... Alfatiha

Mengurai Makna Pulung dan Daya Magisnya

Mengurai Makna Pulung dan Daya Magisnya

BINTANG
cemerlang di langit yang jatuh ke bumi diyakini punya kekuatan magis
sebagai daya seseorang untuk menduduki kursi kepemimpinan atau jabatan.
Inilah dalam paham kekuasaan Jawa dikenal apa yang disebut pulung.
Intinya tidak jauh dari pemahaman mistis tentang bintang jatuh. Barang
siapa yang kejatuhan bintang keberuntungan, ia disebut telah memiliki
pulung. Artinya, yang bersangkutan akan memperoleh kekuasaan dalam
hidupnya.


Kisah
Ken Arok disebut-sebut tidak jauh-jauh dari pemahaman seperti itu. Ia
orang biasa, tapi memiliki ambisi besar untuk berkuasa sehingga rajin
mencari ilmu. Termasuk mengasah potensi batinnya. Akhirnya ia tahu dan
percaya bahwa Tunggul Ametung yang sedang berkuasa, secara mistis tidak
memiliki kekuatan apa-apa. Yang memiliki pulung adalah
istrinya, Ken Dedes. Akhirnya Ken Arok sampai pada kesimpulan, kalau
ingin memiliki kekuasaan tidak ada jalan lain kecuali dengan menikahi
Ken Dedes. Maka dengan segala cara (dan muslihat) akhirnya ia menemukan
cara untuk membunuh Tunggul Ametung dan menikahi bekas permaisurinya.
Sejarah mencatat, Ken Arok kemudian memang dicatat sebagai salah
seorang raja Jawa, meski riwayat hidup serta keturunannya pun
berdarah-darah.


Sebagian masyarakat masih
beranggapan bahwa wahyu adalah wujud kelimpahan rahmat dan pencerahan
Tuhan kepada seseorang. Sehingga orang yang mendapat wahyu atau kewahyon,
dapat dikatakan hidupnya berhasil secara lahir dan batin. Dengan
demikian wahyu dimaknai sebagai tanda perubahan seseorang mengarah
kepada kebaikan, kesuksesan, dan kemasyhuran yang berguna bagi
kesejahteraan banyak orang. Perubahan tersebut tidak terjadi dengan
sendirinya, tetapi merupakan hasil dari sebuah keprihatinan yang
dibarengi laku batin. Pada umumnya laku batin adalah bertapa, berpuasa,
berpantang, mengurangi tidur, pergi ke suatu tempat yang dianggap
sakral dan laku yang lain. Itu semua merupakan wujud kesungguhan dari
usaha manusia dalam mendapatkan apa yang diinginkan dan dicita-citakan.


Namun tidak semua orang yang menjalani laku
batin tersebut kejatuhan wahyu. Mengingat bahwa wahyu adalah anugerah
dari Tuhan kepada manusia, maka tentu saja wahyu tidak dapat dikejar,
apalagi dipaksa untuk jatuh dan tinggal pada orang tertentu. Karena
jika yang terjadi demikian akan bertentangan dengan karakteristik
wahyu, yaitu sebuah tanda perubahan yang mengarah pada hal-hal
kebaikan.


Menurut kitab Widya Kirana,
secara fisik wahyu berwujud cahaya yang turun dari langit, besarnya
hampir sama dengan bulan. Cahaya wahyu terjadi dari campuran sinar
manik-manik emas dan salaka (logam putih), sehingga menimbulkan cahaya
putih kehijau-hijauan. Bagi masyarakat, terutama yang masih berpegang
pada tradisi turun-temurun, jatuhnya sebuah wahyu yang sesungguhnya
pada suatu tempat, merupakan tanda bahwa dari tempat tersebut nantinya
akan muncul seorang yang sukses besar, baik dalam bidang derajat
kepangkatan maupun kelimpahan harta benda, yang dapat dirasakan
masyarakat luas. Biasanya Wahyu turun pada jam-jam keramat, yaitu
berkisar pada pukul 03.00 dini hari.


Tiga Cahaya Magis

Selain Wahyu, ada empat macam cahaya yang jatuh dari langit,
masing-masing mempunyai nama dan karakteristik berbeda, yaitu:

Andaru;
berwujud sinar berwarna kuning kemilau yang pinggirnya kemerah-merahan,
terjadi dari campuran sinar manik-manik emas, tembaga, dan timah.
Seseorang yang kejatuhan Andaru, akan menjadi kaya, dengan
mendapatkan kelimpahan harta benda, yang dapat menyenangkan banyak
orang. Dengan demikian orang yang mendapatkan Andaru akan disujudi orang banyak. Andaru
berkarakter kebendaan, sehingga ia akan memilih seseorang yang
menjalani laku batin karena keprihatinannya akan kemiskinan hidupnya.


Pulung:
yaitu cahaya yang jatuh dari langit dengan warna biru kehijau-hijauan.
Cahaya tersebut terjadi dari sinar manik-manik emas dan tembaga.
Seseorang yang kejatuhan pulung hidupnya akan dipenuhi oleh belas kasihan kepada sesama, sehingga ia akan disegani dan dihormati banyak orang. Pulung
berkarakter cinta kasih, sehingga jatuhnya pulung akan memilih orang
yang menjalani upaya lahir batin atas keprihatinannya mengamalkan cinta
kasih kepada sesama, dalam mewujudkan keindahan, ketenteraman, dan
kedamaian dunia, Amemayu Hayuning Bawana.


Guntur:
cahaya berwarna ungu, pinggirnya berwarna merah muda, yang terjadi dari
campuran tiga sinar, yaitu tembaga, garam, dan belerang. Bagi orang
yang kejatuhan guntur, hidupnya akan menjadi besar karena kebengisan dan ketamakannya. Sepak terjangnya membuat banyak orang takut dan tercekam. Guntur
berkarakter angkaramurka, dan cocok bagi orang yang sedang menjalani
laku dengan tujuan menjadi orang besar dan mampu memerintah dan
menguasai orang banyak.


Teluhbraja:
wujudnya sinar yang jatuh dari langit dengan warna merah, pinggirnya
berwarna biru. Terjadi dari campuran tiga sinar, yaitu timah, tembaga,
dan belerang. Seseorang yang berwatak iri hati, licik, dan senang
mencelakai orang lain, jika mempunyai keingingan menjadi besar dengan
dibarengi laku batin, maka yang akan jatuh dan memberi tambahan daya
kekuatan dalam hidupnya adalah teluhbraja. Karena karakter teluhbraja
cocok dengan karakter orang tersebut, yaitu menimbulkan banyak orang
celaka dan susah. Dipercaya, jika di suatu tempat jatuh sebuah sinar
yang berwarna merah kebiru-biruan, itu namanya teluhbraja, dan akibatnya di daerah tersebut akan timbul bencana yang menyengsarakan orang banyak.


Dari
pemaparan tersebut, dapat dimaknai bahwa keprihatinan, usaha, dan
gerakan lahir batin seseorang, atau putaran jagad cilik (micro cosmos), berpengaruh langsung dengan kehidupan alam semesta dan manusia dil uar dirinya (macro cosmos).


Ketika
batin seseorang bergerak dengan dibarengi laku, maka akan menimbulkan
energi berkekuatan magnet yang dapat menarik energi alam semesta.
Semakin berat laku batin seseorang, semakin cepat putaran yang
digerakkan dan akan semakin kuat daya magnetisnya dalam menyedot energi
alam semesta.


Jika yang digerakkan
mengandung energi kebaikan dan keluhuran, maka yang masuk dinamakan
wahyu. Jika yang digerakkan berupa energi cinta dan belas kasihan, maka
energi yang masuk dinamakan pulung. Demikian pula jika yang digerakkan adalah energi derajat dan pangkat, maka yang singgah dan masuk di dalamnya dinamakan andaru. Sedangkan teluhbraja dan guntur akan memberi energi kepada orang yang menggerakkan energi angkaramurka dan ketamakan.


Saat
bersatunya energi seseorang dengan energi alam semesta itulah yang
ditandai dengan jatuhnya sebuah sinar. Dengan mengenali ciri-cirinya
dari masing-masing sinar yang jatuh di suatu tempat pada dini hari,
apakah itu sinar wahyu, andaru, pulung, teluhbraja, atau guntur,
paling tidak orang akan mampu menangkap pertanda alam untuk memprediksi
apa yang akan terjadi. Dan itu merupakan awal dari sebuah peringatan
bagi orang yang berada di sekitarnya, agar siap dan waspada menghadapi
perubahan seseorang entah baik atau buruk, yang akan berdampak langsung
secara luas.

es danar pangeran/ bs







Wahyu Cakraningrat






SAPA sing cidra wahyune bakal sirna
(siapa yang curang wahyunya akan hilang). Demikianlah kata pepatah tua
Jawa. Dalam pemahaman Jawa pula, wahyu jika dikejar akan lari
menghindar. Jika dihindari, malah mengejar. Artinya, wahyu itu hanya
mau manjing (masuk dan menyatu) pada wadah (orang) yang benar-benar semestinya (kewahyon).


Dalam
lakon pewayangan, terdapat kisah yang paling gamblang untuk memahami
seluk-beluk tentang wahyu. Yakni lakon “Wahyu Cakraningrat”. Di dalam
lakon tersebut dikisahkan, para ksatria yang berupaya mendapatkan Wahyu
Cakraningrat. Sebuah wahyu yang merupakan penjelmaan Sang Hyang Bathara
Cakraningrat, salah satu dewa di Kahyangan Suralaya.


Barang
siapa mendapatkan wahyu tersebut, semua keturunannya akan menjadi raja
di Tanah Jawa Dwipa. Artinya, Wahyu Cakraningrat sama halnya dengan wahyu wijining ratu (wahyu bagi keturunan raja). Dengan demikian, tak heran jika banyak orang yang menginginkannya.


Tersebutlah,
ada tiga ksatria yang berkehendak mendapatkan Wahyu Cakraningrat.
Pertama, Raden Abimanyu alias Angkawijaya (Ksatria Plangkawati), anak
Raden Arjuna-Dewi Wara Sumbadra. Kedua, Raden Samba Wisnubratha
(Ksatria Parang Garuda), anak Prabu Kresna-Dewi Jembawati. Ketiga,
Raden Lesmana Mandrakumara (Ksatria Sarojabinangun), anak Prabu
Duryudana-Dewi Banowati.


Ketiganya pun setelah
mohon doa restu kepada orang tua masing-masing, secara terpisah
berangkat ke Alas Krendhawahana, untuk bertapa di sana. Sebuah hutan
yang menurut wangsit dari para dewa menjadi lokasi turunnya Wahyu
Cakraningrat. Padahal, Alas Krendhawahana merupakan “rumah” bagi para
jin, setan brekasakan, peri perayangan—yang merupakan anak buah Bathari Durga, sang dewi kegelapan/kejahatan.

Abimanyu berangkat ke lokasi dikawal oleh panakawan:
Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Samba Wisnubratha dikawal oleh
pamannya, Arya Setyaki dan Patih Udawa. Lesmana Mandrakumara dikawal
oleh sepasukan prajurit Kerajaan Astina, lengkap dengan perbekalan dan
persenjataan. Bahkan, pangeran pati (putra mahkota) Astina ini juga
dibekingi oleh Bathari Durga.


Ujian pertama pun
harus dihadapi. Tiba-tiba muncul banyak perwujudan menyeramkan. Memang,
Bathari Durga memerintahkan para jin dan setan untuk mengganggu
orang-orang yang bertapa. Dari ketiga pertapa, hanya Abimanyu yang
tampaknya tidak terpengaruh, dan tetap tekun bertapa.


Ujian
kedua datang. Muncul sepasang raksasa sebesar bukit yang mengamuk di
tengah hutan. Dia mengaku bernama Maling Raga dan Maling Sukma. Ulahnya
membikin Samba Wisnubratha dan Lesmana Mandrakumara ketakutan. Kedua
raksasa itu pun berperang tanding melawan Abimanyu. Keduanya tewas
terkena panah sakti ksatria bagus tersebut. Tiba-tiba, jasad Maling
Raga berubah menjadi Bathara Indra, dan jasad Maling Sukma berubah
menjadi Bathara Kamajaya. Kedua dewa itu pun memberikan banyak petuah,
bagaimana agar Abimanyu berhasil mendapatkan Wahyu Cakraningrat.


Pada
suatu tengah malam, terlihat seberkas sinar yang sangat terang
berkeliling di atas Alas Krendhawahana. Sinar itu tak lain adalah Wahyu
Cakraningrat yang tengah mencari wadah. Pertama-tama, Wahyu
Cakraningrat “masuk” ke dalam diri Lesmana Mandrakumara. Merasa
kemasukan wahyu, ia pun menyudahi tapanya. Berjingkrak-jingkrak
kegirangan. Dia pun berpesta pora merayakannya bersama para prajurit
Astina. Seperti “balas dendam”, untuk makan dan minum yang enak-enak,
sepuas-puasnya.





Wahyu
Cakraningrat yang berada dalam tubuh Lesmana Mandrakumara pun tak kuat
berlama-lama. Dia tak tahan dengan hawa panas Lesmana Mandrakumara yang
penuh hawa nafsu. Wahyu Cakraningrat segera keluar, dan berkeliling
mencari pertapa yang lain. Kali ini, dia mencoba “masuk” ke dalam jasad
Samba Wisnubratha. Merasa kemasukan wahyu, dia pun menyudahi tapanya.
Anak Prabu Kresna ini sangat bersyukur bisa mendapatkan apa yang
diinginkannya.


Melihat Samba Wisnubratha
mendapatkan Wahyu Cakraningrat, Bathari Durga tidak berkenan. Dia pun
ingin wahyu itu keluar dari dalam tubuh anak Prabu Kresna tersebut.
Bathari Durga pun bersalin wujud menjadi wanita yang sangat cantik dan
molek. Mengalahkan kecantikan para bidadari. Dia pun menggoda Samba
Wisnubratha. Minta untuk dikawin. Kalaupun tidak dikawini, minta
diobati rasa kesepiannya.


Mendapat tawaran
menggiurkan tersebut, Samba Wisnubratha terpengaruh dan tergoda. Dia
pun mencumbu dan memperlakukan si wanita itu layaknya istri sendiri.
Akibatnya sangat fatal, Wahyu Cakraningrat yang berada dalam tubuhnya
seketika keluar dan melesat, mencari pertapa lain.


Kali
ini, Wahyu Cakraningrat “masuk” ke dalam tubuh Abimanyu. Merasa
kemasukan wahyu, ksatria anak Raden Arjuna ini pun merasa sangat
bersyukur kepada Tuhan Yang Mahaesa. Mengetahui momongannya kemasukan
wahyu, Semar pun mewanti-wanti agar Abimanyu semakin berhati-hati,
dalam tutur kata, sikap, dan perilaku. Sekaligus selalu waspada
terhadap segala cobaan dan ujian yang bisa datang sewaktu-waktu.


Melihat
Abimanyu mendapatkan Wahyu Cakraningrat, Bathari Durga pun ingin
menggagalkannya. Sebagaimana dilakukan kepada Samba Wisnubratha,
Bathari Durga pun bersalin wujud seorang wanita yang sangat cantik dan
aduhai. Ia mulai menggoda Abimanyu. Bukan hanya minta dikawini atau
diobati rasa kesepiannya. Kali ini, wanita cantik tersebut begitu ngebet (bernafsu) terhadap Abimanyu.


Ingat
wejangan para dewa dan Ki Semar, Abimanyu pun selalu menghindar meski
si wanita terus-menerus mengejarnya. Melihat momongannya dalam
kesulitan, Semar segera membantu. Dia menghajar wanita cantik itu
habis-habisan. Tiba-tiba, si wanita cantik itu berubah wujud aslinya
sebagai Bathari Durga. Sang dewi kegelapan itu pun mohon maaf, dan
kembali ke alamnya.


Dari kisah ini, dapat dipahami
bahwa Abimanyu sukses mendapatkan Wahyu Cakraningrat, karena tahan
ujian, rintangan, hambatan, dan cobaan. Dia tetap zikir (ingat) kepada
Tuhan. Meski digoda oleh perwujudan setan, ancaman bahaya, dan wanita
cantik. Ini karena ketulusan dan kesucian (kemurnian) niat Abimanyu
untuk mengemban amanat sebagai penurun wijining ratu
(keturunan raja). Yang tujuan utamanya, hanya untuk kemaslahatan umat
dan kemakmuran rakyat secara lahir-batin. Berbeda dengan Lesmana
Mandrakumara dan Samba Wisnubratha yang belum bisa mengendalikan hawa
nafsu mereka. moko


Sumber : posmo
More ... Alfatiha

Silat Kumango dan Filosofi Minangkabau

silat kumango dan filosofi minangkabau

Silat atau biasa di sebut silek dalam dialek minangkabau adalah seni beladiri masyarakat minang yang juga berperan dalam mendidik manusia minangkabau untuk menjadi manusia yang mempunyai ketinggian baik lahir maupun batin (urang nan sabana urang/manusia yang sebenarnya manusia). Karena dalam tradisi silek minang tidak hanya di ajarkan untuk membela diri dalam bentuk belajar serangan atau hindaran, tapi juga di isi dengan materi-materi yang penuh filosofi yang di simbolkan dalam aplikasi gerakan silat.

Menurut beberapa penelitian di sebutkan bahwa silek minang adalah hasil kolaborasi dari aliran silat di jaman minang kuno dahulu yang di sebut gayuang dengan beladiri dari luar minang, antara lain Harimau Campa, Kuciang Siam, Kambing Hutan, dan Silat Anjing Mualim dari Persia. Oleh Datuk Suri Dirajo semua unsur itu di rangkum menjadi satu aliran yang di sebut Silek Usali atau biasa di sebut Silek Tuo.

Silek Tuo ini memiliki gerakan yang sederhana, sehingga banyak pandeka - pandeka minang yang memodifikasi gerakan-gerakannya sesuai dengan pengetahuannya masing-masing, dan di beri nama sesuai dengan tempat asal silat tersebut atau kemiripan gerakan tersebut dengan alam sekitarnya (alam takambang manjadi guru), sehingga akhirnya banyak varian-varian silat minangkabau seperti silek lintau, silek pauh, silek sungai patai, silek kumango (berdasarkan lokasi), silek buayo, silek harimau, silek kuciang bagaluik, silek baringin (nama hewan/tumbuhan), silek starlak, silek sentak (berdasarkan gerakan) dll

Dari sekian banyak jenis silek yang terdapat di minangkabau itu, di kabupaten Tanah Datar tepatnya di kampung kumango, merupakan tempat asal silek yang di sebut silek kumango. Silek kumango merupakan salah satu aliran silek yang termuda, dan juga merupakan salah satu silek minang yang tumbuh berasal dari lingkungan surau. Silek Kumango di kembangkan oleh Syekh Abdurahman Al Khalidi yang merupakan mursyid Tarekat Samaniyah yang melakukan aktifitasnya di Surau Kumango. Perlu diketahui, Surau Syekh Kumango ini adalah salah satu tonggak penting dalam penyebaran tarekat khususnya tarekat samaniyah di minangkabau. Banyak orang yang datang untuk mengambil baiat tarekat ke Surau Kumango ini, dan sampai saat ini pun Surau Seykh Kumango menjadi pusat ziarah bagi para murid tarekat samaniyah yang ada di minangkabau, malaysia, kalimantan, dan sekitarnya.

Nama kecil Syekh Abdurahman Al Khalidi Kumango adalah Alam Basifat, sejak kecil Alam sudah di kenal sebagai parewa (preman), dan akhirnya belajar mengaji dan mengkaji termasuk ilmu tarekat. Cabang tarekat yang dikuasainya adalah Tarekat Samaniyah, Naqsyabandiyah dan Syatariyah, namun yang di ajarkannya kepada masyarakat dari Surau Kumango adalah Tarekat Samaniyah. Bakat parewa Syekh Abdurahman ini rupanya di salurkan dalam bentuk ilmu silat, yang dikemudian hari di kenal sebagai silat kumango.

Saat ini silek kumango di pimpin oleh Guru Gadang Lazuardi Malin Maradjo, di bantu oleh beberapa asistennya yang di sebut Guru Tuo, antara lain Uda Lesmandri, yang juga seorang praktisi tari kontemporer yang berbasis Silek Kumango.

Filosofi dalam silek kumango antara lain dimulai pada saat penerimaan murid baru (mangangkat anak sasian) yang di wajibkan untuk memenuhi syarat-syarat tertentu yang di sebut manatiang syaraik (mengangkat syarat/sumpah), yaitu dengan membawa barang2 tertentu:

1. membao lado jo garam (membawa cabai dan garam) -->merupakan simbol agar ilmu yang diperoleh akan melebihi pedasnya cabai dan asinnya garam
2. pisau tumpul--> sebagai simbol bahwa murid yang baru datang di ibaratkan sebagai pisau tumpul yang akan di asah di sasaran agar menjadi tajam
3. kain putiah/kain kafan-->simbol kepasrahan kepada Sang Khalik agar selalu siap utk kembali kepadaNya
4. jarum panjaik jo banang-->simbol efisiensi, hemat dan tidak boros
5. bareh sacupak-->simbol utk bekal agar mandiri
6. ayam batino-->ayam ini biasanya dipelihara di rumah guru dan telurnya di ambil utk dimakan bersama-sama

Sebagai mana sebagian besar silek minang lainnya, dalam pola langkahnya silek kumango juga menganut sistem langkah nan ampek (langkah empat). Pola langkah empat ini pada dasarnya adalah membagi ruang di sekeliling kita menjadi empat bagian, depan, belakang, kiri dan kanan. Pola ini banyak di temui di banyak aliran beladiri lainnya. Dalam silek kumango langkah ampek ni di simbolkan sebagai langkah Alif, Lam, Lam, Ha dan Mim, Ha, Mim, Dal, yang merupakan huruf hijaiyah dalam kalimah Allah dan Muhammad.

Langkah nan ampek ini adalah bagian dari pituah pituah filosofis urang minang yang biasa di sebut sagalo nan ampek. Dalam menghadapi orang atau anak yang susah untuk di atur, para orang tua minang suka mengatakan mengatakan "indak tau nan ampek" kepada anak2nya, tidak tahu yang empat, artinya itu adalah sindiran bahwa ia tak tau tentang yang empat itu.

Ampek macam batang aka
Partamo syariaik
Kaduo tarikaik
Katigo hakikaik
Kaampek makripaik

Urang nan ampek golongan
Partamo niniak mamak
Kaduo cadiak pandai
Katigo alim ulamo
Kaampek bundo kanduang

Adaik nan ampek
Partamo adaik nan sabana adaik
Kaduo adaik nan diadaikkan
Katigo adaik nan taradaik
Kaampek adaik istiadaik

Langkah nan ampek ini juga di simbolkan dengan sifat dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Siddik, Tabligh, Amanah dan Fatonah. Dan banyak lagi filosofi minang yang terangkum dalam sagalo nan ampek.

Dari sisi ilmu batin, langkah nan ampek ini juga merupakan simbol dari nafsu manusia yang terdiri dari nafsu ammarah, lawwamah, sufiyah dan muthmainah. Dan ini juga merupakan awal dari ilmu untuk mencari saudara batin guna mencari DIRI yang sejati. Ini mirip dengan pemahaman sedulur papat lima pancer yang ada di tanah jawa. Sehingga pada akhirnya nanti akan menemukan jati diri manusia yang benar-benar MANUSIA. Ada empat tingkatan jenis manusia menurut pemahaman minangkabau yang juga terangkum dalam empat bagian, yaitu : urang, urang nan takka urang, urang nan ka jadi urang, urang nan sabana urang.

Selain langkah ampek, dikenal dalam silek minang juga dikenal filosofi langkah tigo, yang memiliki muatan filosofis serupa dengan langkah nan ampek, namun bila langkah ampek memiliki muatan agamis, sebaliknya langkah tigo memiliki muatan adat, yang menjadi landasan dalam pola pikir masyarakat minangkabau, termasuk dalam seni sileknya.

Adat babarih babalabeh
Baukua jo bajangko
Tungku nan tigo sajarangan
Patamo banamo alua jo patuik
Kaduo banamo anggo tanggo
Katigo banamo raso pareso

Alua jo patuik (alur dan kepatutan/kepantasan) secara singkat adalah logika, anggo tanggo (anggaran tangga) kedisiplinan, raso jo pareso (rasa dan periksa) adalah perasaan/olah rasa dan ketelitian/periksa.

Aplikasinya dalam ilmu silek adalah bahwa silek itu haruslah bersesuaian dengan ilmu pengetahuan/logika/masuk di akal, dalam mempelajarinya diperlukan kedisiplinan, dan terakhir yang tak kalah penting adalah pengolahan rasa untuk mempertajam gerakannya.

Dalam silek kumango, pengaruh sufistik dari Syekh Abdurahman juga tampak dalam filosofi, bahwa setiap serangan haruslah dielakan terlebih dahulu. Tidak tanggung-tanggung bukan sekali di elakan, melainkan di elakan sebanyak empat kali.
Elakan pertama di simbolkan sebagai elakan mande, dalam menghadapi serangan pertama dari seorang musuh, harus di elakan, dianggap nasihat dari seorang ibu kepada anaknya, jadi kita wajib memahaminya dan bukan melawannya.
Elakan kedua di simbolkan sebagai elakan ayah, jadi harus dipahami dan bukan dilawan.
Elakan ke tiga di simbolkan sebagai elakan guru, kita harus mengumpamakan bahwa itu adalah seorang guru yang sedang marah kepada kita sehingga wajib di pahami dan tidak dilawan dengan cara mengelakan serangannya,
Elakan keempat di simbolkan sebagai elakan kawan, yaitu di artikan bahwa itu adalah seorang kawan yang hendak bermain-main kepada kita sehingga harus kita pahami dan dalam gerakan silat harus kita elakan.
Baru pada serangan kelimalah seorang pesilat kumango dapat melakukan gerakan perlawanan, karena pada serangan kelima ini di ibaratkan si penyerang sudah bersama setan, sehingga wajib bagi kita untuk menyadarkannya, dalam aplikasi gerakan silat ini bisa dilakukan dengan gerakan serangan berupa pukulan atau sapuan kaki yang diakhiri dengan kuncian, dengan catatan bahwa serangan dari kita hendaknya tidak boleh sampai mencederai lawan, dan bahkan apabila lawan sampai kesakitan, minta maaf adalah hal yang patut dilakukan.

Dalam diskusi silat kumango beberapa waktu lalu di padepokan TMII yang diprakarsai oleh rekan2 sahabat silat (www.sahabatsilat.com) , ada seorang peserta yang menanyakan bagaimana aplikasi silek kumango dalam menghadapi lawan yang berada di bawah (jatuh atau menjatuhkan diri), misalnya saja dalam menghadapi seorang ahli gulat/grappling, ternyata dalam filosofi silek kumango di sarankan untuk tidak menyerang lawan yang posisinya sudah berada di bawah.

Dalam pepatah minang ini di simbolkan dengan “alah kanyang ka tambah” sudah kenyang masih mau nambah, maka yang terjadi adalah hilanglah rasa kenyang dan tibul rasa sakit perut. Karena lawan yang berada di bawah di posisikan sebagai lawan yang sudah jatuh, nah menyerang lawan yang sudah kita jatuhkan bisa mengakibatkan posisi kita malah menjadi lemah, maka sebaiknya di biarkan lawan sampai bisa berdiri kembali.

Jurus Silat Kumango :
1. Elakan (kiri luar, dalam)
2. Elakan (kanan luar, dalam)
3. Sambut Pisau
4. Rambah
5. Cancang
6. Ampang
7. Lantak Siku
8. Patah Tabu
9. Sandang
10. Ucak Tanggung
11. Ucak Lapeh

Dalam permainan silek kumango tidak dikenal permainan senjata, kecuali dalam kembangan yang berbentuk tarian. Sebagai silek yang berasal dari budaya surau, maka senjata yang dikenal dalam silek kumango adalah sarung. Jadi selain sebagai alat untuk beribadah, sarung juga merupakan senjata yang dapat di andalkan. Dalam diskusi silat kemarin itu Guru Gadang Amak Ar juga memperagakan gerakan beladiri dengan mempergunakan senjata sarung.

Demikianlah sekilas tentang silek kumango, yang selain berguna dalam fungsi pembelaadi diri, juga berperan dalam pembentukan moral manusia minang. Didalam silek ini banyak sekali pituah pituah urang minang dengan arti yang sangat dalam. Sangat di sayangkan kalau budaya ini sampai hilang di telan zaman.


Usang usang di pabarui
Nan lapuak di kajangi
Nan senteng di bilai
Nan taserak di kumpuekan
Nan hanyuik di pintehi
Nan takalok di jagokan
Nan hilang di cari

Sumber : http://devilbuddy.multiply.com/journal/item/35
More ... Alfatiha

Sohbet Tanggal 30 Maret 2008

Sohbet Tanggal 30 Maret 2008

Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al Haqqani (qs)



Manusia Mempunyai Segalanya Kecuali Keyakinan!

Atau: Bagaimana Caranya Mendekat kepada Allah

Atau: Ajarkan yang Kau Tahu!

As-salamu 'alaikum!

Suatu kali Khwaja Nasrudin- Allah merahmati beliau...

Destur, ya Sultanu-l Awliya! Madad, ya Rijalallah!

Oh Tuhan kami, ampuni kami! Oh Tuhan kami, kirimkan kami berkah-berkah-Mu! Jika Kau tidak senang dengan sebagian besar manusia karena kelakuan mereka. Kau mempunyai orang-orang yang membuat-Mu bahagia dan ridho kepada mereka. Untuk kehormatan mereka kirimkan kami berkah-berkah-Mu!

Kami mengucap: A'udzu bi-llahi mina syaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim.

Ini sebuah pertemuan. Sebuah pertemuan adalah mengambil sesuatu dari keliaran dan kekejaman manusia. agar bersama-sama datang berkaj-berkah dari Surga. Bahkan jika 2 orang beriman datang bersamaan dan duduk demi kepentingan Allah yang Maha Kuasa, datanglah Berkah-berkah dan Rahmat-rahmat. Oleh karenanya, kami disini lebih dari 2 orang dan kami berharap bahwa rahmat seseorang itu datang. Tanyalah! Jika kau ingin kesenangan dan kebahagiaan dalam Hadirat Ilahiah dari waktu ke waktu, kau harus bertanya kepada seseorang yang dekat kepada Tuhan mereka, Allah yang Maha Kuasa. Bagaimana caranya untuk lebih dekat kepada Pencipta kita, Tuhan Penguasa Surga? Seseorang boleh bertanya, ya... Madad, ya Sultanu-l Awliya!

(Ini) sederhana dan mudah! Jika kau memohon untuk lebih dekat dengan Allah yang Maha Kuasa, maka kau harus berusaha menjauhkan diri dari egomu! Kau harus lari dari egomu, lalu kau akan semakin dekat. Jika kau semakin mendekat ke egomu, kau tidak sanggup mendekat kepada Allah yang Maha Kuasa, tidak! Oleh karenanya, siapapun yang memohon mendekat kepada Allah yang Maha Kuasa: larilah dari egomu, larilah dari keinginan-keinginan egoistik! Tinggalkan, lalau kau akan menemukan dirimu semakin dekat dengan Allah yang Maha Kuasa!

Itu penting dan siapa yang semakin dekat dengan Allah yang Maha Kuasa, bisa meraih segala sesuatu disini dan Akhirat. Tetapi jika orang itu tidak dekat dengan Tuhan-Nya, Allah yang Maha Kuasa, segalanya, setiap kebaikan, setiap kesenangan, setiap kedamaian, setiap harapan, setiap keindahan akan lari darimu. Dan sebaliknya: kau, saat lari ke Allah yang Maha Kuasa dan memohon Kesenangan dan Kegembiraan-Nya, segala sesuatu disekitar dirimu berusaha untuk membuatmu senang. Tidak seorangpun menyakitimu, tidak mungkin! Tidak mungkin!

Jika Allah yang Maha Kuasa ridho kepadamu dan kau berusaha untuk menjadikan Allah yang Maha Kuasa ridho kepadamu, bagaimana mungkin makhluk-makhluk-Nya berusaha membuatmu sedih, putus asa? Tidak, tidak ada yang berusaha membuatmu berkubang dalam kesedihan, dalam lautan kesedihan, dalam gelapnya dunia! Dunia dimana kau tinggal didalamnya, akan diperintahkan: Oh, siapapun yang ada disekitar hamba-Ku, semuanya, karena Aku ridho kepada hamba-Ku, kalian harus berusaha menyenangkan hamba-Ku! Itulah Perintah-Nya! Dan lalu segalanya akan berusaha membuatmu senang, gembira dan damai. Tidak ada yang dapat memberimu kesenangan jika Allah yang Maha Kuasa tidak memberi perintah! Uang -itu tidak ada artinya! Kekayaan tidak ada artinya! (Sebuah) Kerajaan tidak ada artinya! Tidak akan pernah ada yang akan memberimu kesenangan dan kegembiraan jika Allah yang Maha Kuasa tidak perintahkan -Perintah-Nya menembus apapun!



Atom-atom mendengar Perintah-perintah-Nya dan mereka patuh! (Sebuah) virus mendengar apa yang Pencipta-nya perintahkan. Pencipta-nya berkata: Oh makhluk-Ku dan semuanya, ini mempunyai sebuah nama khusus dalam Hadirat Ilahiah! Bahkan kau tidak bisa menemukan satu atom pun yang tak bernama karena Tuhan Penguasa Surga berkata kepada mereka: Jadilah! S jadilah!, A jadilah!, M jadilah! dan mereka pun ada. Dia memanggil mereka dengan nama (mereka)!

Dan kau bisa bertanya: Bagaimana itu bisa terjadi?

Kau harus yakin bahwa Tuhan-mu bisa melakukan apapun yang Dia kehendaki untuk dilakukan atau dijadikan dan Dia cukup berkata: "Jadilah" dan terjadilah. Dia bisa berkata: "O atom-atom," dan Dia menunjuk kepada setiap atom: "Oh atom-atom di Hadirat Ilahiah" atau: "atom-atom Surga!" Satu per satu Dia mengetahui nama-nama mereka; Dia tahu dimana mereka, Dia tahu untuk apa mereka menjadi ada! Karena Dia-lah sang Pencipta! (Sang) Pencipta harus tahu tiap makhluk yang sudah diciptakan-Nya, untuk apa Dia menciptakan mereka!



Tanpa satu pun kearifan, maksud, target, maka tidak bisa menjadi apa-apa! Sebuah atom harus ada untuk sesuatu! Atom itu tahu! Dan ketika Tuhan Penguasa Surga -Pencipta mereka- berkata, "Oh makhluk-makhluk-Ku" mereka menjawab, "Labbaik! Oh Tuhan kami, kami siap, kami mendengarkan-Mu! Apakah Perintah-Mu?" "Dengar dan patuhi!"

(Perintah) datang karena Dia-lah sang Pencipta dan Dia-lah satu-satunya yang dapat memberikan perintah, Dia-lah satu-satunya yang membuat Peraturan-peraturan.



Kesalahan terbesar manusia adalah: Mereka meminta peraturan-peraturan untuk diri mereka sendiri, yaitu aturan yang dibuat manusia. Aturan yang dibuat manusia tidak mempunyai nilai, tidak ada kekuatan! Tidak seorangpun mendengarkan, tidak seorang pun patuh! Tetapi Perintah-perintah surgawi -yang hanya Allah Maha Kuasa bisa memberikan perintah- Perintah-perintah-Nya harus didengar, didengarkan baik-baik, dipatuhi! Perintah-perintah-Nya! Itulah kesalahan terbesar manusia abad 21, mereka ingin membuat sendiri peraturan seperti: Kau sama dengan aku. Kalau kau bisa membuat sebuah peraturan, aku bisa buat peraturan lain dan aku tidak harus patuh kepadamu. Siapa kamu? Kau sama seperti aku, (seorang) manusia, mengapa aku menjadi pelayanmu? Bagaimana aku akan menjadi pelayan yang patuh kepadamu? Lebih-lebih adakah hal yang membuatmu lebih daripada aku. Tidak ada!



Seluruh manusia berada pada standar yang sama. Bahwa Tuhan Penguasa Surag menjadikan sebagian hamba-Nya pengecualian, mereka berbeda, benar-benar berbeda. Berapa banyakkah perbedaannya? 100% berbeda! Kaum Wahabi berkata seperti ini: "Apa itu Nabi! Dia sama seperti kita!"

Masya Allah! Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa sang Nabi (saw) sama dengan kalian? Tidak! 100% beliau berbeda dalam penciptaannya, beliau mempunyai pengecualian karena beliaulah lebih dekat atau dia harus lebih dekat kepada Tuhan Penguasa Surga untuk mendengar, memperhatikan dan mematuhi serta membawa manusia pada umumnya Aturan-aturan Surgawi, Aturan-aturan Tuhan Penguasa Surga.



Itulah kesalahan terbesar manusia, namun kini semua orang sama seperti Nimrod dengan berkata, "Akulah tuhan dimuka bumi!" Ha? Ya Maulayi!... Ja. Itulah kesalahan terbesar... tetapi mereka mendesak orang lain: Kau harus patuh padaku! Untuk apa? Siapa kamu? Kau sama seperti aku. Kau membuat peraturan kepadaku karena dibelakangmu ada beberapa kerumunan orang bodoh, seperti kerumunan serigala... dan kau memaksaku untuk mematuhimu? Tidak, aku tidak terima!



Namun ketika Kekuatan surgawi datang, Aturan-aturan dari Surag, siapakah yang membawa aturan-aturan tersebut, mereka 100% berbeda. Apa yang mereka katakan? Mereka berkata, "Oh manusia, patuh atau kau akan diakhiri! Tapi manusia berpikir bahwa tidak ada yang lain melampaui diri mereka, siapa yang dapat memberikan perintah kepada mereka atau mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan dan menjadikan orang lain mengejar jalan-jalan imitasi mereka sehingga mereka jatuh dalam kegelapan, jatuh ke lembah yang dalamnya tak diketahui.



Tuhan Penguasa Surga berseru pada tiap makhluk: Oh para makhluk-Ku! Yang itu... yang itu... dia hamba-Ku. Dia menjaga Perintah-perintah-Ku, mendengar, memperhatikan, patuh dan lain-lainya, kau harus memberikan kehormatanmu kepada dia dan jangan menyakitinya! Jangan sakiti dia dengan segala cara, jangan! Kau tidak boleh menyentuh yang itu, tidak boleh! Itulah Perintah Surgawi pada tiap atom yang dipanggil dengan nama mereka.



Oleh karena itu, keselamatan bagi manusia adalah dengan patuh terhadap Pencipta mereka, berusaha menjadikan sang Pencipta bahagia dan ridho dengan mereka serta Dia kemudian akan menganugerahi mereka dari Samudera Rahmat-Nya yang tak bertepi, dari Samudera kesenangan-Nya yang tak bertepi, Samudera kegembiraan-Nya yang tak bertepi, Samudera keindahan-Nya yang tak bertepi, dari samudera yang tak bertepi, tak bertepi, tak bertepi!

Manusia harus belajar! Mereka sebaiknya belajar atau mereka akan menjadi sampah yang dibuah ke tempat sampah, tidak ada harganya! Tidak berharga, jadi Allah yang Maha Kuasa menjadikan makhluk-makhluk-Nya untuk menyakiti orang-orang itu... disakiti tidak cukup untuk kata itu asa ... membuat mereka tidak bahagia... Jika Allah yang Maha Kuasa tidak berfirman: Berikan kesenanganmu kepada para hamba-Ku yang patuh, semua akan menyerang orang itu. Saat makhluk yang tidak terlihat berlari dan menyerang seorang manusia, bahkan satu dari mereka dapat mengantarkan orang itu dari hidup ke mati!



Oh manusia, kau harus berusaha yakin kepada Kekuatan Tuhan-mu dan Kemungkinan bahwa Kemungkinan-Nya adalah Samudera-samudera tanpa batas! Kemungkinan... paham?... Dia dapat melakukan apapun dengan Kekuatan-Nya yang tidak terbatas! Dia dapat melakukan apapun dan tak seorang pun dapat menghentikan Tuhan Penguasa Surga melakukan ini dan itu!



Kita butuh percaya kepada Dia! Kita punya segalanya kecuali kepercayaan. Orang-orang punya segalanya hanya dari materi, mereka kehilangan spiritualitasn dan Perintah-perintah Tuhan mereka. Oleh karenanya, dari hari ke hari mereka turun. Dari hari ke hari merka jatuh ke dalam sumur kegelapan yang tak ada akhirnya dimana tidak seorangpun dapat mengeluarkan mereka kecuali jika Tuhan Penguasa Surga menurunkan seutas tali kepadamu. Tali itu selalu siap, tidak mungkin dipotong. Jagalah tali itu, kau akan selamat, diberi pahala dan diberi kehormatan dan dipuji dalam Hadirat Ilahiah-Nya.



Semoga Allah mengampuni kita! Demi kehormatan yang paling terhormat dan paling terpuji dalam Hadirat Ilahiah-Nya, Sayyidina Muhammad saw, Fatiha... Ya Rabbi, Syukr!... Selamat datang!

Aku bicara untuk Nasrudin Hoja, (seseorang) yang sangat termasyur. Dia hanyalah seorang pelayan, namun spiritualitasnya menutupi manusia selama berabad-abad dari Timur hingga ke Barat. Dan dia seorang terpelajar dan berusaha mengajarkab banyak orang sesuatu yang mungkin sangat bermanfaat, bisa berguna bagi banyak orang. Dia memberi nasehat kepada mereka. Suatu kali dia datang ke masjid dan duduk... bukan seperti ini.. (duduk pada) kursi resmi dalam masjid... duduk dan memperhatikan ke orang-orang: Masya Allah! Orang-orang yang sangat baik, penuh sesak orang disini... "Ya, wahai para pendengarku! Kalian tahu apa yang aku ajarkan?"

(Dan) mereka menjawab, "Tidak, Tuan. Kami tidak tahu apa yang kau katakan kepada kami."

Dan dia berkata: "Jika kalian tidak tahu, apa gunanya aku berkata sesuatu kepada kalian? Ehhh...ma a Salaam!"

Oh! Orang-orang mulai beranjak pergi... Jika kalian tidak tahu apa yang aku katakan, apa gunanya aku berkata-kata sesuatu kepada kalian? Mereka pergi.

Lain kali... orang-orang berkata: Nasrudin Hoja, guru kami, penasehat kami, dia tidak pernah bicara. (Dia) bertanya pertanyaan itu dan kita menjawab, "Kami tidak tahu" dan dia menjawab: "Tidak mengapa."

Kali ini kita harus menjawab, "Kami tahu."



Dan (pada) kesempatan kedua, Nasrudin Hoja berdiri (disana) melihat: "Masya Allah! Begitu banyak orang disini... As-salamu 'laikum! Apakah kalian tahu apa yang aku katakan kepada kalian?"

Mereka menjawab, "Ya, tuan. Kami tahu!"

"Jika kalian tahu, untuk apa aku berkata-kata kepada kalian?"

Dan mereka semua terpaku. Mereka berkata, "Kali ini kita harus menjawab, sebagian dari kita: 'Kami tahu" sebagian yang lain berkata: "Kami tidak tahu."

(Pada) kesempatan ketiga, Mullah Nasrudin datang dan duduk: "Oh, masya Allah! Orang-orang yang baik... Kalian tahu apa yang akan aku ajarkan?"

Orang-orang ini menjawab, "Ya, kami tahu" dan kelompok lain menjawab, "Kami tidak tahu, Hoja Effendi, kami tidak tahu!"
"Sangat bagus! Siapa yang tahu, (mereka) mengajarkan kepada yang tidak tahu!"

Aku datang dan berkata kepadamu: "Kau tahu, apa yang aku katakan?" namun kau tidak menjawab, oleh karenanya aku bicara kepada tembok, dan lantai dan langit-langit... Apa yang akan kita lakukan!... Yalla, pergilah!



As-salamu 'alaikum...

A'udzu bi-llahi mina syaitani rajim, Bsmillahir Rahmanir Rahim. Ya Rabbana, ya Rabbi-ghfir wa-rham wa Anta khairu Rahimin, innaka Afuwu Karim, tuhibbu-l afwa, fa-fuanna, ya Karim, bi jahi man arsaltahu Suratu-l Fatiha!




BRR

As-salamu alaikum, dear brothers and sisters!

Here the Sohbet from Maulana Sheikh Nazim from 30th of March!

Salaams to all

Khairiyah





Sohbet from 30.3.08

People have everything except belief!





Or: How to come closer to Allah

Or: Teach what you know!





As-salamu alaikum!





Once Khwaja Nasrudin- Allah blesses him... Destur, ya Sultanu-l Awliya! Meded, ya Rijalallah!





O our Lord, forgive us! O our Lord, send us your Blessings! If You are not happy from big mass of mankind, through themselves You have someones that You are happy and pleased with them. For their honour send us Your Blessings!

We are saying: Audhu bi-llahi mina shaitani rajim, Bismillahir Rahmanir Rahim.

It is an association. An association (is) taking away from people wildness and their violence. To be together, coming from Heavens Blessings. If even two believers (are) coming together and (are) sitting for the sake of Allah Almighty, (it is) coming Blessings and Mercy. Therefore, we are here more than two people and we hope that for someones blessings (is) coming. Ask! If you like to be in pleasure and pleasement in divinely Presence even time by time, you must ask someones, whom they are closer to their Lord Allah Almighty, how (you are) going to be closer to our Creator, the Lord of Heavens? Someone may ask, yes...Meded, ya Sultanu-l Awliya!





(It is) simple and easy! If you are asking to be closer to Allah Almighty, you must try to be (far away) from your ego! You must run away from your ego, then you are going to be closer. If you are coming closer to your ego, you can t be able to be closer to Allah Almighty, no! Therefore, anyone asking to be closer from Allah Almighty: Run away from (your) ego, run away from your egoistic demands! Leave, then you should find yourself closer to Allah Almighty!





That is important and who is coming closer from Allah Almighty, he may reach everything here and Hereafter. But if that one (is) not closer to his Lord Almighty Allah, everything, every goodness, every pleasure, every peace, every hope, every beauty (is) running away from you. And in opposite: You, when you are running to Allah Almighty and asking His Pleasure and Pleasement, everything around yourself (is ) trying to make you pleased. No one (is) harming you, no, it is impossible! It is impossible!





If Allah Almighty (is) pleased with you and you are trying to make Allah Almighty to be pleased with you, how His creatures (are) trying to make you sad, hopeless? No, nothing (is) trying to make you in sadness, through sadness oceans, through darkness worlds! Your world that you are living in it, just (is) going to be ordered: Oh, who is around My servant, everything, because I am pleased with My servant, you must try to make pleased My servant! That is (His) Order! And then everything (is) trying to make you in pleasure, pleasement and peace. Nothing can give to you pleasure, if Allah Almighty (is) not ordering! Money- it means nothing! Richness should be nothing! (A) Kingdom (is) going to be nothing! Never (anything is) going to give you any pleasure and pleasement, if Allah Almighty (is) not ordering- that His Order (is) through everything!





Atoms (are) hearing His Orders, and (they are) obeying! (A) Virus (is) listening, what its Creator (is) ordering. Its Creator (is) saying: O My creature and everything, it has a special name in (the) divine Presence! You can t find even an atom without a name, because the Lord of Heavens (is) addressing to them: Come into existence! Come, S., in existence, come, A., in existence. Come, M., in existence! and they are coming. By their names (He is) calling (them)!





And you can say: How it can be?

You must believe that your Lord may do everything that He asking to do or to be and (He is only) saying: Be , and (it is) being in existence. He may say: O atoms , and His divinely Addressing (is) to every atom: O divinely Presences atoms or: Heavens atoms! One after one He knows their names; He knows where they are, He knows for what they are in existence! Because He is (the) Creator! (The) Creator must know every creature that He created them, for what (He has created them)!





Without any wisdom, without any purpose, without a target, can t be anything! An atom must be in existence for something! It knows! And when the Lord of Heavens, their Creator, (is) saying: O My creatures , they are saying: Labbaik! O our Lord, we are ready, we are listening to You! What is Your Command? Listen and obey! (This Order is) coming, because He is (the) Creator and He is (the) only One who can order, He is (the) only one who (is) making Rules.





(The) biggest mistake of mankind that is: They are asking to do rules by themselves. Man-made rules. Man-made rules (have) no value, no power! No one (is) listening, no one (is) obeying! But heavenly Orders that Allah Almighty only may order, His Orders must be heard, must be listened, must be obeyed! His Orders! (The) biggest mistake of mankind through (the) 21st century that is, that they are trying to make rules: You (are) like me. What you are making, a rule, I can do another (rule) and I am not obliged to obey to you. Who are you? You are like me, (a) person, why I am going to be your servant? How I am going to be (an) obedient servant to you? What is more, (what is the) thing that you have more than me? No!





Our whole mankind (is) on (the) same standard. Only someones (not)- that the Lord of Heavens (is) making some of His servants exception- that their creation (is) different, just different. How much different? 1oo % (they are) different for their existence! Those Wahabi people they are saying that: What is (that) Prophet! He is like ourselves! Ma sha Allah! Who said to you that (the) Prophet looks like you? No! 1oo % (he is) different (in) his creation, he has an exception, because he is closer or he must be closer to the Lord of Heavens, to hear and listen and obey and to bring (to the) common people (the) Rules of Heavens, (the) Rules of (the) Lord of Heavens.





That is (a) biggest mistake (of mankind), but in our days whole people they like to be like Nimrods, saying: I am the Lord on earth! Ha? Ya Maulayi!... Ja. That is (a) biggest mistake... but they are forcing people: You must obey to me! For what? Who are you? You are like myself. You are putting rules on me, because behind of you there is some foolish crowding ones, like wolves... and you are trying to make an order on me? No, I am not accepting!





But when heavenly Power (is) coming, Rules from Heavens- (those), whom they are carrying that rules, they are just 1oo % different. What they are saying? They are saying: O man, obey or you are going to be finished! But people they are thinking that (there is) no any other one over themselves, (who) can order to them or (that) they may do everything as they like and (they are) making people to run on their imitated ways and they are falling into darkness, falling through depthless valleys.





The Lord of Heavens (is) calling every creation: O My creatures! That one... that one... he is My servant. He is or she is keeping My Orders, hearing and listening and obeying, so that everything, you must give your honours to him and don t harm him! Don t harm him in any way, no! You can t touch that one, no! That is the Order of Heavens to every atom through their names.





Therefore, safety for mankind is to obey to their Creator, to try to make their Creator happy with them and pleased with them and then He (is) granting to them (from) His kinds... from His endless Mercy Oceans, from His endless pleasure Oceans, from His endless Pleasement Oceans, from endless Beauty Oceans, from endless, endless, endless, endless Oceans!

People must learn! They should learn or they are going to be garbage through dustbin, no value! No value, (so Allah Almighty is) making them (His creatures) to give every harm (to those people)... harm is not enough for that word asa ... to make them (in) displeasure... If Allah Almighty (is) not saying: Give your pleasure to My obedient servants , everything should attack on people. When unseen creatures (are) running and attacking on a man, even one (of them) may take that person from life to death!





O people, you must try to believe (in) your Lords Power and Possibility that His possibility (is) endless Oceans! Possibility... understanding?... He can do everything with His unlimited Powers! He can do everything and no one can stop the Lord of Heavens to do like this and to do like that!





We need to believe in Him! We have everything, except belief. People, they have everything from materials, only they lost spirituality and their Lords Commands. Therefore, they are day by day coming down. Day by day they are falling through (the) darkness of an endless well that no one can take them out, except, if the Lord of Heavens (is) sending to you a rope. That rope it is impossible to be cut off, always (it) is ready. Keep that rope, you should be saved and rewarded and honoured and glorified in His divinely Presence.





May Allah forgive us! For the honour of most honoured and glorified one on His divinely Presence, S.Muhammad sws, Fatiha... Ya Rabbi, Shukr!... Welcome to you!





I was speaking for Nasrudin Hoca, (a) very popular one that he was only one servant, but his spirituality (is) covering mankind through centuries from East to West. And he was just a learned person and (he was) trying to teach people something that may be (of) too much benefit, maybe useful for people. He was advising to them. Once (he was) coming (to the) mosque and (he was) sitting... not like this.. (on the) official seat in (the) mosque... (he was) sitting and looking to people: Ma sha Allah! Very good people, good crowding here... Yes, o my listeners! Are you knowing what I am teaching to you? (And the) people (were) saying: No, Sir we are not knowing what you are saying to us. And he was saying: If you are not knowing, for what I am saying to you something? Ehhh...ma a Salaam! Oh! (The) people (were) going away... If you are not knowing, what I am saying, for what I am saying to you something? They left.





Next time... people (were) saying: Nasrudin Hoca, our teacher, our advisor, he (is) never speaking., (He is) asking that question and we are saying: We are not knowing and he is saying: (It) doesn t matter . This time we must say: We know.

And (on the) second occasion Nasrudin Hoca (was) standing (there), looking: Ma sha Allah! So many people here... As-salamu alaikum! Are you knowing, what I am saying to you? They are saying: Yes, Sir, we are knowing! If you are knowing, for what I am saying to you? And people, they were astonished. They were saying: This time we must say, some of ourselves: We know , some other say: We don t know.





(On) a third occasion Molla Nasrudin (was) coming and sitting: O, ma sha Allah! Good people... Are you knowing, what I am going to teach you? These people (were) saying: Yes, we are knowing and another group (was) saying: We are not knowing, Hoca Effendi, we are not knowing! Very good! Who (is) knowing, (they are) teaching unknowing people!

I am coming and saying to you: You know, what I am saying? , but you are not answering, therefore I am addressing to walls, and (the) floor and (the) ceiling... What we shall do!... Yalla, go away!



As-salamu alaikum...





Audhu bi-llahi mina shaitani rajim, Bsmillahir Rahmanir Rahim. Ya Rabbana, ya Rabbi-ghfir wa-rham wa Anta khairu Rahimin, innaka Afuwu Karim, tuhibbu-l afwa, fa-fuanna, ya Karim, bi jahi man arsaltahu Suratu-l Fatiha!

sumber : muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
More ... Alfatiha

Sebuah Khotbah Nikah

Sebuah Khotbah Nikah

Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs







Pernikahan adalah salah satu perintah Tuhan, dan ini merupakan jalan para anbiya, termasuk manusia pertama, Adam (as) dan wanita pertama, Hawa (ra). Mereka melangsungkan pernikahannya di Surga, oleh sebab itu Allah (swt) memberikan suatu Wewangian Surgawi kepada setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan agar mereka bahagia. Tetapi mereka sendiri harus menjaga wewangian itu sepanjang hidupnya, ini sangat penting. Dan sekarang kita memohon kepada Allah (swt) untuk melestarikan wewangian tadi bagi mereka berdua sepanjang hidupnya di dunia, dan kita berharap agar mereka akan bersatu di akhirat kelak, dalam kehidupan yang kekal. Itulah makna dari pelaksanaan upacara pernikahan bagi sepasang pengantin baru.



Kita bersyukur kepada Tuhan kita, yang menciptakan pria dan wanita, dan mengaruniai mereka dari Cinta Ilahiah-Nya. Jika Dia tidak menganugerahkan Cinta Ilahiah-Nya, tak seorang pun akan menemukan jodohnya. Dan Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menjalani kehidupan yang mulia, dengan menjadikan orang saling berpasangan, bukannya satu wanita untuk semua pria atau seorang pria bagi seluruh wanita.



Suatu kehormatan bagi wanita, bahwa ia hanya diperuntukkan bagi seorang pria dan sebaliknya seorang pria hanya untuk seorang wanita. Itu merupakan suatu kemuliaan bagi mereka dalam kehidupan ini. Siapapun yang melanggar aturan tersebut, Allah (swt) tidak akan menyebut mereka sebagai orang yang terhormat. Oleh sebab itu kita memegang teguh upacara yang mulia ini, dan kita memohon kepada Allah (swt) agar mereka berhasil dalam menjalani kehidupan mereka bersama.



Para wanita hanya boleh memandang suaminya. Jika kalian ditanya, “Siapakah orang yang paling tampan di dunia?” Kalian harus menjawab bahwa suami kalianlah yang paling tampan. Begitu pula dengan para pria, siapakah orang tercantik di London? Istri kalian. Jika masing-masing melihat pada pasangannya, takkan ada lagi masalah, baik di London, di Inggris, di Turki, di Siprus, di Timur dan di Barat.



Ini adalah nasihat yang paling penting bagi pasangan yang baru menikah. Saya mendengar bahwa banyak pasangan yang mendaftarkan diri melalui petugas KUA. Setelah tiga hari, tiga minggu, tiga bulan, atau tiga tahun, keduanya menjalani jalan yang berbeda, karena mereka melihat (pada orang lain), yang wanita melihat pria lain; yang pria melihat wanita lain. Kalau demikian, pernikahan mereka tidak akan berusia panjang.



Sekarang kalian tengah membangun suatu ‘gedung’ baru, melangsungkan sebuah pernikahan, dan kita memohon kepada Allah (swt) untuk membuat kalian saling mencintai satu sama lain.



==00==



Kalian harus tahu, kalian semua: Jangan menyakiti hati istri kalian, jangan menyakiti hati istri kalian! Buatlah (suasana) agar mereka senantiasa bahagia dengan kalian; kalau tidak, ketika kalian datang, mereka akan pergi. Mengerti? Jagalah agar mereka tetap bahagia. Dengan demikan mereka pun akan berusaha membuat kalian bahagia.



Bawakan dia beberapa perhiasan (emas), seperti ini, seperti itu, sehingga dia akan senang denganmu. Lakukanlah selalu; ketika istrimu marah kepadamu, bawakanlah sesuatu yang disukainya.



==00==





Wanita sangat beruntung, di dunia dan di akhirat kelak. Mengapa? Karena tidak ada pertanyaan bagi mereka.



Pada Hari Kebangkitan, setiap wanita akan datang bersama suaminya dan ketika sang suami masuk surga, istrinya pun akan masuk bersamanya. Tak ada pertanyaan bagi mereka. Tetapi kalian—para pria—akan mendapat begitu banyak pertanyaan.



Kalian mengerti? Tunjukkan paspor kalian di depan pintu surga, masuklah, dan istri kalian akan masuk bersama kalian. “Ini istrimu?” Allah ‘Azza wa Jalla akan bertanya pada kalian. Kalian akan menjawab, “Ya.” “Kamu bahagia bersamanya?” Jika kalian menjawab, “Ya”; Allah (swt) akan berkata, “Bawa dia masuk ke dalam surga.”



Tetapi jika kalian berkata, “Ya Tuhanku, Aku tidak pernah puas dengannya. Dia terlalu banyak bicara!” Lalu Allah (swt) akan berkata, “Stop! Berdiri! Mengapa kamu tidak bahagia dengannya? Dia adalah hijab antara dirimu dengan neraka. Jika dia tidak bersamamu, kamu pasti sudah tergelincir ke jurang neraka. Oleh sebab itu mereka semua lebih berharga daripada kalian.”



Ya, karena jika istri kalian tidak melayani kalian sebagai hijab, kita semua akan terjerumus ke dalam neraka, tak seorang pun yang akan mengeluarkan kita, kecuali isteri kita, tempat berlindung kita. Jadi di siang hari, ketika kalian hendak berangkat kerja, raihlah tangan istrimu (Syaikh Nazim ق menunjukkan gerakan mencium tangan), begitu pula di malam hari. Kalian harus memperlakukan istri kalian dengan lembut. Ya, hal ini adalah benar, mutlak, pasti dan bahkan sangat benar.



Oleh sebab itu kalian harus menjaga hak-hak mereka. Kalian, para pria suka melakukan kekejaman terhadap wanita dan tidak mempedulikan hak-hak mereka. Setiap orang harus menjaga hak-hak mereka (wanita). Allah (swt) akan bertanya, “Mengapa kalian tidak merasa puas terhadap istri kalian? Apa masalahnya, karena dia adalah yang menjadi hijab antara kalian dengan neraka, apakah dia tidak menjaga rumahmu? Apakah dia tidak memasak? Tidak mencuci? Tidak merawat anak-anak? Tidak bersih-bersih?” Allah (swt) akan bertanya.



Tidak ada kewajiban bagi wanita untuk melakukan suatu pekerjaan. (Menurut syariah Islam, sebenarnya pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak merupakan tugas pria atau suami. Jika istri tidak sanggup atau tidak ingin merawat anaknya, maka si suami bertanggung jawab untuk menyediakan makanan bagi anaknya. Namun karena sudah menjadi kebiasaan, maka istrilah yang mengerjakan hal-hal tersebut. Syaikh Nazim (qs) mengatakan bahwa pria harus bersikap lebih apresiatif, arif dan menolong bukannya memanfaatkan istrinya untuk mengurus rumah dan merawat anaknya.) Kalian (pria) harus melakukannya: mencuci, bersih-bersih, dan merawat anak-anak. Dalam syariah, Allah (swt) bahkan tidak memerintahkan wanita untuk memberikan susu kepada anak-anak kalian. Itu termasuk tanggung jawab kalian, wahai pria. Kalian harus menyediakannya (susu), kalian harus membayarnya.



Kalian memberi bayaran pada wanita? Untuk setiap bayi yang dia lahirkan, kalian harus membawakan rantai emas (perhiasan) untuk istrimu. Ya, ketika dia memberikan susunya kepada si bayi, kalian harus membayarnya, bukannya mengatakan, “Kamu dapat melakukannya, kamu bisa menemukan seseorang untuk memberi susu kepada bayimu.”



Jangan menyuruhnya untuk bekerja! Dia hanyalah sebagai hijab antara kamu dengan hal-hal yang haram, itulah tugasnya. Segalanya berada di pundak pria, tetapi mereka (wanita) mau melakukannya… karena mereka bersyukur kepada kita, mereka melakukannya dengan sukarela. Apakah kamu sekali-sekali pernah mencuci?

SUMBER :muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
More ... Alfatiha

Hakikat ilmu tauhid

Pengertian Tauhid

Mengesakan Allah , tuhan yang tiada sekutu bagiNya, yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, kesucian, kebesaran dan keadilan .

Pengertian Iman

Keyakinan yang kukuh dengan hati, mengakui dengan lidah dan melaksanakan dengan anggota.

Rukun Iman dan Pengertiannya

Rukun

* Percaya kepada Allah

Sifat Allah

* Percaya kepada Malaikat

Malaikat yang wajib dipercayai secara tafsili

* Percaya kepada Kitab

Kitab Samawi

Al-Quran


Injil


Zabur


Taurat

Muhammad


Bahasa Arab


Isa


Bahasa Siryani


Daud


Bahasa Qibti


Musa


Bahasa Ibrani

* Percaya kepada Rasul

1. Adam 2. Idris 3. Nuh 4. Hud 5. Saleh
6. Ibrahim 7. Luth 8. Ishak 9. Ismail 10. Ya’qub
11. Yusuf 12. Ayub 13. Syu’aib 14. Harun 15. Musa
16. Ilyasa’ 17. Zulkifli 18. Daud 19. Sulaiman 20. Ilyas
21. Yunus 22. Zakaria 23. Yahya 24. Isa 25. Muhammad S.A.W.

* Percaya kepada Hari Akhirat
* Percaya kepada Qadha dan Qadar
o Arti Qadha’ adalah perlaksanaan setiap satu perkara
o Arti Qadar pula adalah ketentuan setiap satu perkara
o Oleh itu percaya kepada Qadha’ dan Qadar adalah setiap perkara yang terjadi itu adalah kehendak dan ketentuan Allah

SUMBER : http://ardhi88.wordpress.com/hakikat-ilmu-tauhid/
More ... Alfatiha

Sohbat (nasihat agama) KH Mustafa Mas'ud Haqqani

Shohbet Syaikh Mustafa Mas'ud Haqqani
Di Masjid Al Ikhlas Semarang
Tanggal 19 Feb 2006

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Allaahumma shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammadiw wa 'alaa
aalihi wa Shahbihi ajma'iin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Allah Allah Aziz Allah
Allah Allah Subhan Allah
Allah Allah Sulthon Allah
Allah Allah Karim Allah

Saudara-saudariku,
Mari kita rentas tali hubungan yang hidup antara kita
dan Allah untuk menghidupkan majlis ini, untuk membuka
antenna parabola kita supaya yang dibilang oleh Prof.
Dr. Amin Syukur tadi bisa di clearkan. Beliau bilang
dengan rendah hati meminta maaf tidak bisa menyambut
dengan sebaik-baiknya, tapi yang beliau berikan sudah
lebih dari apa yang kita semua dapat capai, karena
beliau menyambut kita dengan doa. Moga-moga ridho
Allah terlimpah kepada kita. Apa ada hal yang lebih
baik dari yang dibilang Pak Amin ? Tidak ada, sudah
sangat bagus sekali. Tapi begitulah saudara-saudariku
kita
harus mengambil posisi dan memproposisikan diri
dikehidupan kita.
Mari kita tarik dan kita rentas hubungan real antara
kita dengan
Allah.

Allah Allah Aziz Allah
Duh Gusti kulo niki hina, mboten wonten napa-napane
(Ya Allah, saya ini hina, tidak mempunyai apa-apa).
Aku adalah kesempurnaan dari ketidak berdayaan diri.
Engkaulah yang maha Perkasa. Engkaulah yang
Maha Suci. Monggo di gesangake (mari kita hidupkan)
pertalian antara dua titik (hamba dan Allah) yang kita
hidupkan dengan tulus. Itulah Islam, itulah
penghambaan diri kita kepada Allah. Itu awal dari
langkah kita untuk menjemput rahmat Allah. Rahmat
memang diturunkan
kepada kita, seperti partikel di udara, tak terbilang,
tak pernah terhenti. Begitu ada ruang kosong, masuk
dia (baca: udara). Itulah rahmat Allah. Rahmat yang
mengimplikasikan barakah ridho dan keabadian karunia
di alam baqa, yang bermula dari karsa. Karena itu
kita sudah dimerdekakan oleh Allah untuk membangun
sendiri karsa dikehidupan. Kita berada dalam track
kehidupan yang seperti itu.

Allah Allah
Allah Allah Karim Allah
Oh… Allah…kehidupanku, kehidupan kami adalah suatu
sense, suatu kesadaran mengenai mengenai kefakiran dan
kebutuhan yang tiada pernah henti. Suatu kebutuhan
belum tunai, datang kebutuhan lain. Aku dan kami tak
berdaya Ya Allah. Engkau beri suatu gita dalam
kehidupan kami untuk selalu butuh, padahal kami
lumpuh, buntung, tidak apapun, tapi untung Engkau maha
kaya dan pemurah. Engkau suruh kami untuk hidup secara
baik dan benar begitu diberitahukan oleh kekasihmu
Muhammad, yang selalu kami lupa. Kau suruh kami untuk
menjadi baik dan benar., Kami sedang membangun
keyakinan. Mana mungkin kami berjalan dengan baik dan
benar bila Engkau tidak akan mencukupi kami. Yang
tidak kami mintapun Engkau memberi.

Allah Allah Subhan Allah
Duh Gusti Kulo niki keliru terus Gusti. Mboten
leren-leren. (Ya Allah, kami ini banyak salahnya,
terus menerus berbuat salah). Maju sedikit mandur
banyak, maju sedikit mundur banyak lagi, maju sedikit
mundur banyak lagi. Akhirnya kemunduran yang aku
jalani. Hakekat kehidupan kita ini adalah suatu
kemunduran yang tidak bisa dibendung. Untung Engkau
Maha Suci, memberi aku, memberi kami semua
suatu track kehidupan yang positif " Innaa sholata
kaanat `alal mu'miniinaa kitaaban mauquta." Engkau
jaga kami dengan periode yang begitu close circuit,
keliru Engkau hadang dengan tasbih, Engkau beri,
Engkau luberkan kecucianMu, Engkau ajari kami bahwa
ketika
Nabi Muhammad dulu lahir, terlahir didunia ini dengan
karsa serta manifestasi dari rahmatMu, seluruh isi
cakrawala bertasbih.
Subhanallah Walhamdulillah Walaa illaahaillallah
Allahu Akbar.
Engkau suruh kami untuk berada dalam close circuit
dikehidupan ini bernyanyi bersama malaikat untuk
meraih dan menggapai Nabi Muhammad. Maha Suci Engkau
Ya Allah.


Allah Allah
Allah Allah Sulthon Allah
Engkau adalah puncak kesadaranku Ya Allah. Engkau
adalah sulthan, sulthan diantara sulthan-sulthan yang
ada. Abadilah Engkau di pusat kesadaranku Ya Allah,
bahkan di akar kesadaranku.

Saudara-saudariku,
Ketika aku dan kamu telah beranjak lebih maju untuk
mengabadikan Allah sebagai tumpuan di puncak kesadaran
kita, itulah dzikir, itulah Islam, itulah Ihsan. Anta
buddallah kaanaka taroohu fainlam takun taroohu
fainnahu yarooka (Ihsan adalah engkau menyembah Allah
seakan-akan engkau melihatNya, dan jika engkau tidak
melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu). Kapan aku dan
kamu punya prakarsa untuk mengahadirkan Allah dalam
ruang lingkup consciousness/ kesadaran
kita. Itulah masalah kita.

Saudara-saudariku,
Aku adalah `hadam' (peladen, kacung, pelayan) dari
tarekat naqshbandi. Kalau disebut "Haqqani" hanya
karena Mursyid-ku adalah Muhammad Nazim Adil Al
Haqqani, sulthanul auliya hadzihiz zaman,
artinya siapa diantara kalian disini yang telah
related dengan Tarekat Naqshbandi, that means "same
with me". Mau Qodiriyyah naqshbandi, sama. Mau
naqshbandi kholidiyah, sama. "Naqshbandi". Naqshbandi
adalah sesuatu yang menjadi sebutan attributive untuk
menghadirkan Allah dengan sistematis yang kalau mau
diungkap gambarannya dengan abstrak akan menyebabkan
jidat kita berkerut. Aku mau bercerita, dan
dengarkanlah dengan tawajuhmu, saudara-saudariku.

1427 tahun yang lalu ketika Rosulullah SAW harus
hijrah ke Madinah. Beliau mengajak Sayyidina Abu Bakar
orang yang sangat dekat dengan Beliau untuk menjadi
pendamping Beliau dalam perjalanan menuju ke
Madinah. Sayyidinia Abu Bakar dengan penuh adab yang
bersungguh, kata kuncinya dengan "Penuh Adab yang
Bersungguh", di ajak ke Madinah. Harusnya dari
kediaman Beliau berjalannya adalah ke Utara, karena
Madinah secara geografis terletak di Utara dari Mekah,
tetapi
Rosulullah berjalan menuju ke Tenggara. Sayyidina Abu
Bakar boro-boro (baca : tak sedikitpun) complain
(mengeluh), criticizing, bertanya pun tidak, jare nang
(katanya menuju) Madinah, lha kok ngidul (kenapa lewat
Tenggara). Itu cerminan dari Adab. Dengan penuh
kecintaan, Sayyidina Abu Bakar yang lebih tua dari
Rosulullah, yang punya kelayakan psikologis untuk
mempertanyakan, untuk meminta kejelasan seperti yang
barangkali terjadi dalam kehidupan kita sekarang yang
menjadi ruh dari reformasi, segala hal dipertanyakan
sehingga batasan antara adab dan tidak adab, luber,
hilang.

Sayyidina Abu Bakar tidak bertanya, Beliau ikut saja
apa yang dibuat oleh Rosulullah, karena di hati Beliau
ada "CINTA" dan PERCAYA" dan sesuatu yang tidak lagi
perlu "TAWAR MENAWAR". Rosulullah, Al Amin,
tidak pernah keluar dari lidah Beliau sesuatu yang
tidak patut tidak dipercaya. Pribadinya penuh pancaran
kecintaan. Mencintai dan sangat pantes dicintai.
Pribadinya begitu rupa menimbulkan `desire',
suatu kerinduan. Ini sebenarnya yang menjadi sangat
penting untuk dijelaskan.

Beliau berjalan, dan Sayyidina Abu Bakar mengikuti.
Ketika akan sampai, agak 8 km dari arah Masjidil
Haram, baru Sayyidina Abu Bakar sadar. "Ooo … mau
istirahat ke Jabal/Gua Tsur, karena sudah mendekati
Gunung Tsur. Ketika Rosulullah naik, Oooo…kesimpulan
Sayyidina Abu Bakar, with no curiousity, tidak dengan
rewel, tidak dengan mempertanyakan, memaklumi.

Islam adalah tuntunan dari Allah Ta'ala. Pertama-tama
kita bukan `ngerti'. Pertama yang harus kita buat
adalah Cinta, menghargai, kesediaan mematuhi dengan
sangka baik. Tanpa kaca mata tersebut, kita tidak akan
mengerti Islam. Islam hanya menjadi "The
Matter of Transaction", tawar menawar. Itu tidak
terjadi pada Abu Bakar. Begitu Rosulullah mau naik ke
arah gua, di Jabal Tsur itu, maka kemudian Beliau (Abu
Bakar) menarik kesimpulan "Oooo … Rosulullah mau
istirahat di Gua Tsur." Beliau (Abu Bakar) mengerti
sebagai orang gurun, tidak akan pernah ada lubang
bebatuan di gunung, pasti ada ular berbisanya. Itu
`Reason', pikiran digunakan sesudah Cinta, sesudah
tulus, sesudah bersedia untuk patuh. Itu namanya
pikiran yang Well Enlighted, pikiran yang tercerahkan,
bukan pikiran yang cluthak (pikiran liar), yang bisa
bertingkah macam-macam menimbulkan problem. Beliau
Abu Bakar kemudian mendekati Rosulullah "Kasih aku
kesempatan masuk. Rosulullah dan Abu Bakar,
interespecting, saling menghargai. Sayyidina Abu Bakar
masuk gua. Gua itu kecil kalau diisi 3 orang, Pak
Joko, Pak Amin dan saya (Syaikh Mustafa), barangkali
sudah kruntelan disitu, kayak bako susur yang
dijejel-jejelkan (dimasukkan) ke mulut. Sayyidina Abu
Bakar masuk, beliau cari, bener ada lubang disitu.
Beliau buka slippernya/ sandalnya, ditaruhnya kaki
kanannya di mulut lubang itu. Dengan cinta, Beliau
korbankan kakinya untuk Rosulullah. Beliau
tidak mau Rosulullah digigit ular. Akhirnya kakinya di
catel, digigit oleh ular. Kemudian Beliau bilang,
Silakan Masuk Rosulullah dengan penuh cinta, dengan
penuh pengorbanan dan husnudzon. Rosul masuk dan
berbaring dipaha Abu Bakar. Rupanya Rosulullah terkena
angin sepoi-sepoi pagi. Beliau tertidur. Ketika Beliau
tertidur, ketika itu pulalah Abu Bakar menahan bisa
dari ular yang sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh.
Abu Bakar berkeringat, dan diriwiyatkan
bahwa keringatnya sudah berisi darah. Tetesan keringat
Abu Bakar mengenai Rosulullah. "Nangis kamu, kata
Rosulullah." "Tidak, jawab Abu Bakar, kakiku digigit
ular." There was something happen.
Ditariknya kaki Abu Bakar dari lubang itu, maka
kemudian Rosulullah membentak si Ular " Hai…Tahu nggak
kamu, jangankan daging, atau kulit Abu Bakar, bulunya
pun haram sama kau." Dialog Rosulullah dengan Ular itu
didengar pula oleh Abu Bakar As Shidiq, berkat
mukjizat Beliau. Jawab si Ular "Ya aku ngerti kamu,
bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah
mengatakan "Barang siapa memandang kekasihKu-Muhammad-
fi ainil mahabbah / dengan mata
kecintaan", Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke
surga. Kata Ular " Ya Rabb, beri aku kesempatan yang
begitu cemerlang dan indah.
Aku (ular) ingin memandang wajah kekasihMu fi ainal
mahabbah. Jawab Allah " Silakan pergi ke Jabal Tsur,
tunggu disana, kekasihKu akan datang pada waktunya.
Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku digodok
oleh kerinduan untuk jumpa engkau, Muhammad. Tapi
sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah
dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin
ketemu kamu, ya Muhammad. "Lihatlah, ini
lihatlah wajahku, kata Rosulullah." Ular itu memandang
Rosulullah dengan penuh kecintaan, sesudah itu matilah
dia. Datang ajalnya yang ma'tub, meninggal dengan
sempurna. Ular itu telah mendahului kita
untuk menyimpan rindu untuk bertemu Rosulullah ribuan
tahun yang lalu.

Aku dan kamu setiap hari secara mauqut diberikan
kesempatan untuk mengucapkan "Assalamu'alaika ya
ayyuhan nabiyyu warahmatullah". Tapi with no sense,
with no heart, belum sempat Rosulullah kita pindahkan
ke perasaan, ke hati kita, belum sempat
akherat kita hadirkan ke dalam rasa kita Bagaimana aku
dan kamu bisa menjadi `abid, bagaimana aku dan kamu
menjadi shakir, bagaimana aku dan kamu menjadi
muttaqiin dan seterusnya dan seterusnya. Itulah
persoalan kita. Maha mulia Allah yang memberi kita
rahmat dan taufiq pagi ini, supaya aku dan kamu
berkhitmad.

Sesungguhnya persoalan hidup kita sederhana,
berhentilah dari lalai, berhentilah dari sembrono,
berhentilah dari kebiasaan suka menunda, berhentilah
dan keluar dari benua tidak tanggung jawab.
Kalau ada kewajiban untuk membersihkan, kenapa harus
nyuruh orang, kalau itu bisa dilakukan sendiri.
Sedangkan kalau ada keenakan, cepat-cepat ditarik dan
dimasukkan ke kantong sendiri. Keluarlah aku dan kamu,
saudara saudariku dari semua kebiasaan buruk itu.

Nggak ada cerita Islam, nggak ada cerita Iman, nggak
ada cerita Ihsan tanpa usaha kita untuk membebaskan
diri dari hal yang nista. Kegiatan Abu Bakar As
Shiddiq membersihkan diri dari hal-hal yang nista. Ini
pelajaran yang sangat essential, bukan textual. Cerita
tentang Islam seperti terdeskripsi dalam qur'an, dalam
hadits, tidak dapat kita tangkap muatan sebenarnya
yang ada didalamnya bila tidak dengan hati, with no
sense, with no heart. Gaya hidup di dada Abu Bakar
dalam bercinta, dalam berkerendahan hati, dalam
berketulusan,
dalam berkesediaan untuk patuh, dan untuk membuat
pengkhidmatan, itu adalah rukun Islam yang tidak
tertulis. Semua ini adalah muatan di
dalam kehidupan Rosulullah. Seperti yang saya sebut
dengan cerita tadi, ketika sudah mati ular yang mulia
itu, Rosulullah meminta jin yang sedang ada di gua itu
untuk mengebumikan jenazah ular min ahlil
jannah itu. Maka kemudian dikebumikanlah ular itu oleh
jin penjaga gua.

Ketika itulah terjadilah kongregasi, dari ruhaniah
yang dijemput dari alam barzah maupun alam azali.
Semua orang yang sudah barzahi atau yang masih azali
ruhnya dihadirkan untuk berkhitdmat, berdzikir kepada
Allah Ta'ala, yang mana dzikirnya disebut "Khtm
Khwjagan". Inilah yang disebut "Naqshbandi". Aku
berkhidmat untuk itu. Tarekat itu seperti kemasan
permen fisherman ini. Kalau kemasan
permen ini dibuka, isinya "Islam Plus Sungguh". Islam
yang cuman textual dan yang spiritually diajarkan oleh
Rosulullah, itu tergambarkan begini : "Yang namanya
"Ulama adalah orang yang tahu
bagaimana mengartikulasikan perintah-perintah Allah
yang ada di qur'an dan yang ada di hadits nabi.
Seseorang yang punya kapasitas untuk menggambarkan
apa-apa perintah Allah. Tapi orang yang tahu
menterjemahkan irodah/ kehendah Allah, bukan Amru
Allah itu adalah wali. Wali adalah manusia-manusia
yang bisa menarik sesuatu yang merupakan dari diri
Rosulullah.

Kisah Uways Al Qorni
Ketika Rosulullah mau wafat, beliau berpesan kepada
Sayyidina Umar dan Sayyidina Ali agar baju yang
dipakainya diberikan kepada Uways Al Qorni Al Yamani.
Sayyidina Ali bertanya dalam hati : Siapa dia,
begitu istimewanya mendapatkan atensi yang besar dari
Rosulullah.
Uways Al Qorni adalah orang yang tidak pernah ketemu
Rosulullah physically, tapi tidak sedetikpun berpisah
dengan Rosulullah. Dia juga sangat mulia
pengkhidmatannya pada ibunya. Sayyidina Umar
kurang senang mendengar Rosulullah yang dicintai,
bicara tentang kematiannya. Setelah Rosulullah wafat
dan selesai dimakamkan, Sayyidina Ali bertanya kepada
Sayyidina Umar, Ingatkah kau pesan
Rosulullah." Tentu aku ingat pesan Rosulullah untuk
berpegang kepada qur'an dan sunnah Beliau. "Bukan itu,
jawab Sayyidina Ali, tapi menyerahkan baju yang
dikenakan Rosulullah ini kepada Uways Al
Qorni. Oh..ya kelalen aku...lupa aku. Keduanya
kemudian menuju ke Yaman, suatu kota kecil yang
entitasnya kecil. Ketika sampai di Yaman, Beliau Tanya
kepada orang-orang disana, dan banyak orang yang
tidak mengenal nama "Uways Al Qorni. Rupanya Uways Al
Qorni, itu di Yaman, di desanya namanya tidak
terkernal, kalau disini seperti "Sarimin" atau
"Sariman". Akhirnya, singkat cerita, keduanya
ketemu Uways Al Qorni yang sedang menyulam kurma
dengan ibunya.

Uways Al Qorni membelakangi Ali dan Umar, tapi bisa
mengatakan "Cepat kesini, serahkan baju itu kepadaku.
Ali dan Umar heran, tidak melihat kenapa bisa tahu.
Lebih heran lagi Uways Al Qorni bisa mengetahui siapa
yang sedang berhadapan dengannya, yaitu
Ali dan Umar. Berkat kecintaan Uways Al Qorni ini
dibukakan oleh Allah Basyirah. Jadi, syarat datang ke
Islam adalah membawa kecintaan, karena sudah
ditanamkan sejak jaman azali, dan akhlaq yang kita
bangun adalah menghadirkan Rosulullah ke dalam diri
kita.
Uways Al Qorni adalah salah satu sosok yang hidup pada
masa Rosulullah, tapi tidak pernah bertemu secara
fisik, namun tak sedetikpun terlepas dengan kehadiran
Rosulullah.

Allahumma inna nas aluka antas toyyiqabana minal
ghaflah ilal khudur amma naka wa ammanar rosul wa
ammanal masayih. (Mohon maaf bila kesalahan text
kalimat, karena keterbatasan penulis). Ya Allah, aku
mohon kepadaMu, bangkitkan aku dari lalai, untuk
selalu terus dengan Kamu, dan selalu terkait dengan
Rosul, dan selalu terkait Syaikh.

Wa min Allah at taufiq
Al Fatehah
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

SUMBER : http://www.mail-archive.com/
kmnu2000@yahoogroups.com/msg05188.html
More ... Alfatiha

Nasihat Kyai



Nasehat ini dikutip dari kiriman email Dedy HB. Wicaksono pada milis NU Nihon. Saudara Dedy sendiri mengutip email Fidri Beno yang baru saja berkunjung ke Al-Walid al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy Pekalongan, Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah. Mengingat pentingnya isi dari nasehat ini, maka redaksi memuatnya untuk kaum muslimin sekalian. Namun karena beberapa nasehat yang disampaikan kepada tamu-tamu beliau ini terdapat beberapa poin yang berbeda maka redaksi akan memuatnya secara terpisah dengan judul yang terkait.

Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.
Pegang teguh teladan salaf shalihin

Baik itu thariqah-nya, akhlaknya, amal salehnya. Pegang teguh dan kuat mantap, walaupun kamu sampai sulit dan kere (sangat miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho-Nya.
Jadikanlah keimanan sebagai Imam

Bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir jaman ini, akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya Iman menjadi imamnya, akal & logika menjadi makmumnya, mengikuti iman. Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah SWT, hanya keimanan yang dapat menerima kebesaran Allah SWT.
Ziarah shalihin

Baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan-manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah sholihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah SWT terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.
Jangan suka membeda-bedakan

Ini penyakit yang timbul dan tumbuh di akhir jaman ini. Jangan beda-bedakan itu suku apa, kabilah apa, bangsa apa, partainya apa, thariqah-nya apa, madzhab-nya apa dan sebagainya. Itu urusan Allah SWT, kita ini manusia, hamba-Nya, makhluk ciptaan-Nya, jangan suka usil ikut campur urusannya Allah SWT. Makanya sekarang berbagai macam bala’, musibah bertubi-tubi datang. Karena ulah manusia itu sendiri. Yang suka sok tahu, sok jago, sok suci, sok pintar bukan kembali kepada Allah dan Rasul-Nya, malah ikut campur urusan Allah SWT. Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana lagi Maha Berkehendak, Allah SWT yang akan menghukumi, menentukan secara mutlak kelak di pengadilan Ilahi Yang Maha Adil bagi seluruh makhluk-Nya. Segala sesuatu misal pengadilan itu semua adalah bentuk ikhtiar manusia belaka di muka bumi ini secara syariat. Ketentuan yang mutlak benar dan salah adalah di tangan Allah SWT di hari kemudian. Keyakinan dan keimanan ini harus ditanam kuat dan kokoh dilubuk sanubari keimanan kita.
Jangan tinggal tiap hari membaca Al-Qur’an, shalawat kepada Rasulullah SAW, taat kepada guru/syaikh/mursyid dan birul walidain (berbakti kepada orangtua)

Jadikan hal ini semua awrad-mu. Jangan tinggal hal tersebut. Membaca Al-Qur’an walau satu ayat setiap harinya. Memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Nabi SAW jadikan hal ini semua awrad (wirid yang dilakukan istiqomah) bagi diri kita demi menggapai kebahagian dan keselamatan di dalam agama, dunia dan akhirat.

Cukup sudah lima hal ini kamu pegang erat-erat, Insya Allah, Taufik Hidayah dan Inayah Allah SWT melimpah dan turun kepadamu.

SUMBER :http://pesantren.or.id.29.masterwebnet.com/ppssnh.malang/cgi-bin/content.cgi/artikel/nasihat_kyai/
habib_lutfi_yahya-memburu_pertolongan_allah.single
More ... Alfatiha

Asal-Usul Para Wali: NASAB PARA PELOPOR DA’I YANG MASUKKAN ISLAM KE PULAU JAWA

Asal-Usul Para Wali: NASAB PARA PELOPOR DA’I YANG MASUKKAN ISLAM KE PULAU JAWA

Ditulis oleh Kurtubi di/pada 10 Januari, 2007

Abu Salam Jumad gelar SUSUHUNAN ATAS ANGIN, bin Makhdum Kubra bin Jumad al-Kubra bin Abdallah bin Tajaddin bin Sinanaddin bin Hasanaddin bin Hasan bin Samaim Bin Nadmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

Na’im gelar SUSUHUNAN WALI ALLAH, bin Abdul-Malik Asafrani bin Husain Asfarani bin Muhammad Asfarani bin Abibakar Asfarani bin Ahmad bin Ibrahim Asfarani bin Tuskara, imam Yamen, bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Jasmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zaid al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN TEMBAJAT bin Muhammad Mawla al-Islam bin Ishaq gelar WALI LANANG DARI BALAMBANGAN, bin Abu Ahmad Ishaq dari Malaka bin Hamid bin Jamad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahnul al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdad bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Wahid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN GIRI bin Islam gelar WALI LANANG DARI BELAMBANGAN, bin Abu Ahmad Ishaq dari Malaka bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abudrahman bin Abdullah al-Baghdad bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmadin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Zali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

Hasanaddin gelar PANGERAN SABAKINKING bin Ibrahim gelar SUSUHUNAN GUNUNG JATI bin Ya’qub gelar Sutomo Rojo bin Abu Ahmad Ishaq dari Malaka bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

KIAHI AGENG LURUNG TENGAH bin Syihabuddin bin Nuradin Ali bin Ahmad al-Kubra al-Madani bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN DRAJAT bin SUSUHUNAN AMPEL bin Abu Ali Ibrahim Asmoro al-Jaddawi bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghadadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin Al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN BONANG bin SUSUHUNAN AMPEL bin Abu Ali Ibrahim Asmoro al-Jaddawi bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN KALINYAMAT bin Haji Usman bin Ali gelar RAJA PENDETA GERSIK, bin Abu Ali Ibrahim Asmoro al-Jaddawi bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zainal-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alimbin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

Ibrahim gelar SUSUHUNAN PUGER bin askhian bin Malik bin Ja’far al-Sadiq bin Hamdan al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN PAKALA NANGKA dari Banten bin Makhdum Jati, Pangeran Banten, bin Abrar bin Ahmad Jumad al-Kubra bin Abid al-Kubra bin Wahid al-Kubra bin Muzakir Zain al-Kubra bin Ali Zain al-Kubra bin Muhammad Zain al-Kabir bin Muhammad al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-husain bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w.

SUSUHUNAN KUDUS bin SUSUHUNAN NGUDUNG bin Husain bin al-Wahdi bin Hasan bin Askar bin Muhammad bin Husain bin Askib bin Muhammad Wahid bin Hasan bin Asir bin Al bin Ahmad bin Mosrir bin Jazar bin Musa bin Hajr bin Ja’far al-Sadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husein bin al-Imam Ali k.w.
SUSUHUNAN GESENG bin Husain bin Al-Wahdi,etc. lihat diatas.
SUSUHUNAN PAKUAN bin al-Ghaibi bin al-Wahdi,etc. lihat diatas.

SUSUHUNAN KALIJOGO bin TUMENGGUNG WILO TIRTO, Gubernur Jepara, bin ARIO TEJO KUSUMO, Gubernur Tuban, bin Ario Nembi bin Lembu Suro, Gubernur Surabaya, bin Tejo Laku, Gubernur Majapahit, bin Abdurrahman gelar ARIO TEJO Gubernur Tuban, bin Khurames bin Abdallah bin Abbas bin Abdallah bin Ahmad bin Jamal bin Hasanuddin bin Arifin bin Ma’ruf bin Abdallah bin Mubarak bin Kharmis bin Abdallah bin Muzakir bin Wakhis bin Abdallah Azhar bin ABBAS r.a. bin Abdulmuttalib.

SUMBER : http://santribuntet.wordpress.com/2007/01/10/
asal-usul-para-wali-nasab-para-pelopor-da%e2%80%99i-yang-
masukkan-islam-ke-pulau-jawa/#comment-3186
More ... Alfatiha

The Golden Chain of the Spiritual Transmission of the Naqshabandi Khwajagan Masters



The Golden Chain of the Spiritual Transmission

of the Naqshabandi Khwajagan Masters





1. The Holy Prophet Muhammad Mustafa (Peace be upon him)

2. Abu Bakr as-Siddiq (ral)

3. Salman al Farsi (ral)

4. Al-Imam Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr as-Siddiq (ral)

5. Al-Imam Ja'far as-Sadiq (ral)

6 Abu Yazid al Bistami (ral)

7. Abul Hasan al Kharqani (ral)

8. Abu Ali al Farmadi (ral)

9. Yusuf al Hamdani (ral)

10. Abul Abbas (Khidr, upon whom be peace)

11. Abdul Khaliq al-Ghujadawani (ral)

12. Arif Righwari (ral)

13. Mahmud al Faghnawi (ral)

14. Ali Ramitani (ral)

15. Muhammad Baba Sammasi (ral)

16. Seyyid Amir Kullal (ral)

17. Qutub at Tariqah Shah Bahauddin Naqshband al Uwaysi al Bukhari (ral)

18. Alauddin Muhammad al Attar (ral)

19. Ya'qub al Charkhy (ral)

20. Ubeydullah al Ahrar as-Samarqandi (ral)

21. Muhammad az Zahid (ral)

22. Dervish Muhammad al Bukhari (ral)

23. Hajegi Emkeneki as Samarqandi (ral)

24. Muhammad al Baqibillah as Samarqandi (ral)

25. Mujaddid al Alf ath Thani Imam Rabbani Ahmad Faruq as Sirhindi (ral)

26. Urwat ul Wuthqa Muhammad Ma'sum ar Rabbani (ral)

27. Haji Sayfuddin ar Rabbani (ral)

28. Nur Muhammad al Badwani (ral)

29. Habibullah Mizra Jan i Janan al Mazhar (ral)

30. Ghulam Ali Abdullah ad Dehlawi (ral)

31. Ziyauddin Abu Naasan Muhammad Khalid al Baghidadi ash Shami (ral)

32. Sheikh Ismail an Narani (ral)

33. Khas Muhammad Shirwani (ral)

34. Sheikh Muhammad Yaraghi (ral)

35. Sayyid Jamaluddin al Ghumuqi al-Husseini (ral)

36. Abu Ahmed as Sughuri (ral)

37. Abu Muhammad al Madani (ral)

38. Sayyid Sharafuddin ad Daghistani (ral)

39. Sheik Abdullah Faiz ad Daghistani (ral)

40. Sheikh Muhammad Nazim Adil al Haqqani al Qubrusi (qsa)





SUMBER : http://www.sheiknazim.com/portal-bin/content/view/98/41/
More ... Alfatiha

TAKING BAYYATH THROUGH THE WEBSITE




We the administrators of www.sheiknazim.com visited Moulana Sheikh Nazim in Lefke, Cyprus in February - March 2006. We told Moulana Sheikh Nazim that many people were asking us as to how they could take bayyath from Moulana Sheikh Nazim as they did not have Naqshabandi Centers in their country or that they were residing very far away from the Naqshabandi Centers and as such it was very difficult for them to take bayyath and enter the Most Distinguished Naqshabandi Tariqat. We asked Moulana Sheikh Nazim for an alternative method through which these people could take Bayyath. Moulana Sheikh Nazim gave very good tidings by giving a method of taking bayyath through this website, www.sheiknazim.com itself. This method is as given below.



We thank Allah Almighty and Moulana Sheikh Nazim for these great good tidings which would enable people all over the world to connect up with Moulana Sheikh Nazim and the Naqshabandi Tariqat and to become Mureeds of Moulana Sheikh Nazim. May Allah Almighty bless our Great Sultan ul Awliya Moulana Sheikh Nazim for giving us this easy way. This method of Bayyath is given without any conditions and everyone may use it.


This method was given by Moulana Sheik Nazim on the 12th day of March 2006 at Moulana Sheikh Nazims House at about 2:30 pm after zuhar and Sohbet. It has to be done in the following manner.






THE METHOD



Look at the picture given above ( Moulana was specific about this particular photograph ) and raise your right hand and say ?Assalamu alaikum Ya Sultan al Awliya Maulana Sheik Nazim al Haqqani I put my hand in your hand and ask from you Bayyath to become your mureed and to follow the Tariqat un Naqshabandiyatil Aliyya.?



You may also say "Allahu Allahu Allahu Haqq" - 3 times



You may also recite Fathiha on Prophet Muhammad (sal), Shah Bahaudeen Naqshaband (ral), Sultan ul Awliya Grandsheikh Abdullah Faiz Dagistani and on Moulana Sheikh Nazim al Haqqani.

SUMBER : http://www.sheiknazim.com/portal-bin/content/view/291/138/
More ... Alfatiha

Wejangan Kanjeng Sunan Kalijogo

Wejangan Kanjeng Sunan Kalijogo marang Kyai Ageng Bayat Semarang (Sekar Macapat – kanthi Tembang Dandang Gulo).

Urip iku neng ndonya tan lami.
Umpamane jebeng menyang pasar.
Tan langgeng neng pasar bae.
Tan wurung nuli mantuk.
Mring wismane sangkane uni.
Ing mengko aja samar.
Sangkan paranipun.
Ing mengko podo weruha.
Yen asale sangkan paran duk ing nguni.
Aja nganti kesasar.


Yen kongsiho sasar jeroning pati.
Dadya tiwas uripe kesasar.
Tanpa pencokan sukmane.
Separan-paran nglangut.
Kadya mega katut ing angin.
Wekasan dadi udan.
Mulih marang banyu.
Dadi bali muting wadag.
Ing wajibe sukma tan kena ing pati
Langgeng donya akherat.

sumber : http://artikel-sufi.blogspot.com/2007/09/wejangan-kanjeng-sunan-kalijogo.html
More ... Alfatiha

PROFIL SYEIKH MUHAMMAD HISYAM KABBANI AR RABBANI




Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani adalah seorang ulama dan Syaikh Sufi yang berasal dari Timur Tengah. Beliau adalah lulusan American University di Beirut dalam bidang Kimia. Dari sana beliau pergi ke Belgia untuk meneruskan kuliah kedokterannya di Louvain. Beliau menerima gelar di bidang Hukum Islam dari Damaskus. Sejak masa kanak-kanak, beliau telah menemani Syaikh ‘Abdullah ad-Daghestani Ø dan Syaikh Muhammad Nazhim al-Haqqani, grandsyaikh dari Thariqat Naqsybandi yang paling mulia di masa ini. Beliau banyak melakukan perjalanan ke segala penjuru di Timur Tengah, Eropa, dan Timur Jauh untuk menemani Syaikhnya. Pada tahun 1991 beliau diperintahkan oleh Syaikhnya untuk pindah ke Amerika dan mendirikan Yayasan bagi Thariqat Naqsybandi di sana. Sejak saat itu, beliau telah membuka 13 Pusat Sufi di Kanada dan Amerika Serikat. Beliau telah mengajar di sejumlah universitas, seperti: the University of Chicago, Columbia University, Howard, Berkeley, McGill, Concordia, dan Dawson College, demikian pula dengan sejumlah pusat keagamaan dan spiritual di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Jauh dan Timur Tengah.

Misi dari Syaikh Hisyam Kabbani Ø di Amerika adalah untuk menyebarkan ajaran Sufi dalam lingkup persaudaraan ummat manusia dan kesatuan dalam kepercayaan kepada Tuhan yang terdapat dalam semua agama dan jalur spiritual. Usahanya diarahkan untuk membawa spektrum keagamaan dan jalur-jalur spiritual yang beragam ke dalam keharmonisan dan kerukunan, dalam rangka pengenalan akan kewajiban ummat manusia sebagai kalifah di planet yang rentan ini dan satu sama lainnya. Sebagai seorang Syaikh Sufi, Syaikh Hisyam Ø telah diberi wewenang dan diperbolehkan untuk membimbing para pengikutnya menuju Cinta Ilahi dan menuju maqam spiritual yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Latihan spiritual yang berat yang telah ditempuhnya selama 40 tahun di bawah pengawasan Grandsyaikh dan Syaikhnya, telah menganugerahi nya kecakapan yang tinggi mencakup kebijaksanaan, cahaya, kecerdasan, dan daya tarik yang diperlukan oleh seorang Guru Sufi sejati. Misi Syaikh Hisyam Ø yang jauh melampaui target di Amerika adalah kontribusinya yang unik terhadap usaha ummat manusia dalam mencapai takdir tertingginya, yaitu kedekatan dengan Tuhannya. Usaha beliau untuk membawa kesatuan hati dalam gerakannya menuju Inti Ilahi barangkali yang merupakan warisan terbesarnya kepada Barat.


Mengenai Haqqani Foundation


Misi dari Haqqani Foundation di Amerika adalah untuk menyebarkan ajaran Sufi dalam lingkup persaudaraan ummat manusia dan kesatuan dalam kepercayaan kepada Tuhan yang terdapat dalam semua agama dan jalur spiritual. Usahanya diarahkan untuk membawa spektrum keagamaan dan jalur-jalur spiritual yang beragam ke dalam keharmonisan dan kerukunan, dalam rangka pengenalan akan kewajiban ummat manusia sebagai kalifah di planet yang rentan ini dan satu sama lainnya. Jabatan direktur di Haqqani Foundation adalah posisi yang ditetapkan oleh Grandsyaikh dari Thariqat Sufi Naqsybandi-Haqqani, Maulana Syaikh Muhammad Nazhim al-Haqqani Ø. Beliau telah menunjuk wakilnya (kalifah), Syaikh Hisyam Kabbani Ø, seorang Syaikh Sufi yang telah diberi wewenang dan izin untuk membimbing para pengikutnya menuju Cinta Ilahi dan menuju maqam spiritual mereka. Praktek-praktek keagamaan dan spiritual yang berat dan sukar yang telah dijalani oleh Syaikh Kabbani Ø telah menganugerahinya kecakapan yang diperlukan bagi seorang pemandu di jalannya. Hubungan yang istimewa dengan begitu banyak orang Barat yang beliau temui atau beliau beri nasihat dan pengajaran dalam kehidupan sehari-hari, adalah berkat pendidikannya yang panjang di lembaga-lembaga Barat, dan didukung kemampuan berbahasa yang baik sekali dalam bahasa Inggris, Perancis, Turki dan Arab, dan pengetahuannya yang mendalam mengenai psikologi dan ilmu spiritual.





Mengenai Yayasan Haqqani Indonesia


Secara kejama`ahan, masyarakat Naqsybandi Haqqani Indonesia secara resmi mulai tergelar kebersamaannya sejak ditunjuknya Bapak KH. Mustafa Mas’ud sebagai perwakilan pertama dari As-Sayyid Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani an-Naqsybandi k untuk Indonesia pada tanggal 5 April 1997. Penunjukan dan Bay’at sebagai representatif dilaksanakan melalui As-Sayyid Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani k pada kunjungan perdana beliau di Jakarta pada saat itu. Kedatangan tersebut bermula dari pertemuan beliau dengan beberapa orang Indonesia yang tinggal di California, di mana mereka secara konstan mengikuti ritual Sohbet Naqsybbandi Haqqani di USA, Shalat Jumat, Dzikir Khatam Kwajagan, dan lain sebagainya, di Masjid Mountain View, CA sebagai salah satu Masjid Utama Jama’ah Naqsybandi al-Haqqani Amerika. Pada akhirnya Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani k selaku Khalifah Syaikh Nazhim k di USA bertemu dengan para Muslim Indonesia, termasuk seorang mahasiswa bernama M. Hadid Subki yang sedang berada di San Jose, CA. Selanjutnya beliau mengutarakan maksudnya untuk membuka hubungan ke Indonesia atas nama Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani an-Naqsybandi k. Persiapan yang dilaksanakan di Jakarta membawa saudara Farid Bubbi Djamirin bertemu dengan K.H. Mustafa Mas’ud. Pada dua kunjungan berikutnya Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani k mentasbihkan empat Ulama lainnya sebagai wakil dari Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani an-Naqsybandi k yang tersebar di Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah. Mereka adalah :




Kyai Haji Taufiqqurahman al-Subky (Wonopringgo, Pekalongan, Jawa Tengah)

Al-Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan, Jawa Tengah)

Kyai Haji Qari Ahmad Syahid (Nagrek, Jawa Barat)

Al-Ustadz Haji Wahfiudin, MBA (Jakarta)



Sebagai negara yang mempunyai penduduk mayoritas Muslim, tentunya istilah ’thariqat’ sudah tidak asing lagi di Indonesia, terutama bagi pengikutnya dan para cendikiawan yang mempunyai pengetahuan dan perhatian khusus mengenai hal ini.Meskipun kegiatan sudah berjalan sejak tahun 1997, secara hukum Yayasan Haqqani Indonesia baru diresmikan pada akhir tahun 2000. Para pengurus Haqqani Fondation sebagian adalah jema’ah Thariqat Naqsybandi Haqqani, tanpa tertutup untuk ummat Muslim yang tidak mengikuti thariqat untuk turut berpartisipasi. Yayasan Haqqani Indonesia merupakan cabang Haqqani Foundation yang tersebar di beberapa negara, sehingga pada prinsipnya mempunyai pola dasar keorganisasian yang tidak berbeda dengan Yayasan Haqqani lainnya. Sampai saat ini sudah tersebar beberapa cabang Haqqani Foundation di beberapa negara, misalanya: Italia, Belanda, Jerman, Amerika, Malaysia, Perancis, dan Indonesia. Dalam bentuk kelembagaannya, Yayasan Haqqani diharapkan mampu memiliki peran yang strategis dan berkesinambungan dalam melaksanakan syi’ar Islam kepada sesama ummat penghuni bumi.

sumber : http://jalansufi.multiply.com/journal/item/143/
PROFIL_SYEIKH_MUHAMMAD_HISYAM_KABBANI_AR_RABBANI
More ... Alfatiha

Syeikh Muhammad Abdul Malik bin Muhammad Ilyas




Di Karsidenan Banyumas ada seorang ulama dan waliyullah, dia dinggap sebagai Sesepuhnya. Beliau adalah Syaikh Abdul Malik yang dikenal sebagai ulama yang berbudi luhur, sikap lemah lembut terhadap siapa pun.

Syaikh Abdul Malik semasa hidupnya memegang dua thariqah besar (sebagai mursyid) yaitu: Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah dan Thariqah Asy-Syadziliyah. Sanad thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah telah ia peroleh secara langsung dari ayah beliau yakni Syaikh Muhammad Ilyas, sedangkan sanad Thariqah Asy-Sadziliyah diperolehnya dari As-Sayyid Ahmad An-Nahrawi Al-Makki (Mekkah).

Dalam hidupnya, Syaikh Abdul Malik memiliki dua amalan wirid utama dan sangat besar, yaitu membaca Al-Qur’an dan Shalawat. Beliau tak kurang membaca shalwat sebanyak 16.000 kali dalam setiap harinya dan sekali menghatamkan Al-Qur’an. Adapun shalawat yang diamalkan adalah shalawat Nabi Khidir AS atau lebih sering disebut shalawat rahmat, yakni “Shallallah ‘ala Muhammad.” Dan itu adalah shalawat yang sering beliau ijazahkan kepada para tamu dan murid beliau. Adapun shalawat-shalawat yang lain, seperti shalawat Al-Fatih, Al-Anwar dan lain-lain.

Beliau juga dikenal sebagai ulama yang mempunyai kepribadian yang sabar, zuhud, tawadhu dan sifat-sifat kemuliaan yang menunjukan ketinggian dari akhlaq yang melekat pada diri beliau. Sehingga amat wajarlah bila masyarakat Banyumas dan sekitarnya sangat mencintai dan menghormatinya.

Beliau disamping dikenal memiliki hubungan yang baik dengan para ulama besar umumnya, Syaikh Abdul Malik mempunyai hubungan yang sangat erat dengan ulama dan habaib yang dianggap oleh banyak orang telah mencapai derajat waliyullah, seperti Habib Soleh bin Muhsin Al-Hamid (Tanggul, Jember), Habib Ahmad Bilfaqih (Yogyakarta), Habib Husein bin Hadi Al-Hamid (Brani, Probolinggo), KH Hasan Mangli (Magelang), Habib Hamid bin Yahya (Sokaraja, Banyumas) dan lain-lain.

Diceritakan, saat Habib Soleh Tanggul pergi ke Pekalongan untuk menghadiri sebuah haul. Selesai acara haul, Habib Soleh berkata kepada para jamaah,”Apakah kalian tahu, siapakah gerangan orang yang akan datang kemari? Dia adalah salah seorang pembesar kaum ‘arifin di tanah Jawa.” Tidak lama kemudian datanglah Syaik Abdul Malik dan jamaah pun terkejut melihatnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Habib Husein bin Hadi Al-Hamid (Brani, Kraksaan, Probolinggo) bahwa ketika Syaikh Abdul Malik berkunjung ke rumahnya bersama rombongan, Habib Husein berkata, ”Aku harus di pintu karena aku mau menyambut salah satu pembesar Wali Allah.”

Asy-Syaikh Abdul Malik lahir di Kedung Paruk, Purwokerto, pada hari Jum’at 3 Rajab 1294 H (1881). Nama kecilnya adalah Muhammad Ash’ad sedang nama Abdul Malik diperoleh dari ayahnya, KH Muhammad Ilyas ketika ia menunaikan ibadah haji bersamanya. Sejak kecil Asy-Syaikh Abdul Malik telah memperoleh pengasuhan dan pendidikan secara langsung dari kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya yang ada di Sokaraja, Banyumas terutama dengan KH Muhammad Affandi.

Setelah belajar Al-Qur’an dengan ayahnya, Asy-Syaikh kemudian mendalami kembali Al-Qur’an kepada KH Abu Bakar bin H Yahya Ngasinan (Kebasen, Banyumas). Pada tahun 1312 H, ketika Syaikh Abdul Malik sudah menginjak usia dewasa, oleh sang ayah, ia dikirim ke Mekkah untuk menimba ilmu agama. Di sana ia mempelajari berbagai disiplin ilmu agama diantaranya ilmu Al-Qur’an, tafsir, Ulumul Qur’an, Hadits, Fiqh, Tasawuf dan lain-lain. Asy-Syaikh belajar di Tanah suci dalam waktu yang cukup lama, kurang lebih selama limabelas tahun.

Dalam ilmu Al-Qur’an, khususnya ilmu Tafsir dan Ulumul Qur’an, ia berguru kepada Sayid Umar Asy-Syatha’ dan Sayid Muhammad Syatha’ (putra penulis kitab I’anatuth Thalibin hasyiyah Fathul Mu’in). Dalam ilmu hadits, ia berguru Sayid Tha bin Yahya Al-Magribi (ulama Hadramaut yang tinggal di Mekkah), Sayid Alwi bin Shalih bin Aqil bin Yahya, Sayid Muhsin Al-Musawwa, Asy-Syaikh Muhammad Mahfudz bin Abdullah At-Tirmisi. Dalam bidang ilmu syariah dan thariqah alawiyah ia berguru pada Habib Ahmad Fad’aq, Habib Aththas Abu Bakar Al-Attas, Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi (Surabaya), Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas (Bogor), Kyai Soleh Darat (Semarang).

Sementara itu, guru-gurunya di Madinah adalah Sayid Ahmad bin Muhammad Amin Ridwan, Sayid Abbas bin Muhammad Amin Raidwan, Sayid Abbas Al Maliki Al-Hasani (kakek Sayid Muhammad bin Alwi Al Maliki Al-Hasani), Sayid Ahmad An-Nahrawi Al Makki, Sayid Ali Ridha.

Setelah sekian tahun menimba ilmu di Tanah Suci, sekitar tahun 1327 H, Asy-Syaikh Abdul Malik pulang ke kampung halaman untuk berkhidmat kepada keduaorang tuanya yang saat itu sudah sepuh (berusia lanjut). Kemudian pada tahun 1333 H, sang ayah, Asy Syaikh Muhammad Ilyas berpulang ke Rahmatullah.

Sesudah sang ayah wafat, Asy-Syaikh Abdul Malik kemudian mengembara ke berbagai daerah di Pulau Jawa guna menambah wawasan dan pengetahuan dengan berjalan kaki. Ia pulang ke rumah tepat pada hari ke- 100 dari hari wafat sang ayah, dan saat itu umur Asy Syaikh berusia tiga puluh tahun.

Sepulang dari pengembaraan, Asy-Syaikh tidak tinggal lagi di Sokaraja, tetapi menetap di Kedung Paruk bersama ibundanya, Nyai Zainab. Perlu diketahui, Asy-Syaikh Abdul Malik sering sekali membawa jemaah haji Indonesia asal Banyumas dengan menjadi pembimbing dan syaikh. Mereka bekerjasama dengan Asy-Syaikh Mathar Mekkah, dan aktivitas itu dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama.

Sehingga wajarlah kalau selama menetap di Mekkah, ia memperdalam lagi ilmu-ilmu agama dengan para ulama dan syaikh yang ada di sana. Berkat keluasan dan kedalaman ilmunya, Syaikh Abdul Malik pernah memperoleh dua anugrah yakni pernah diangkat menjadi Wakil Mufti Madzab Syafi’i di Mekkah dan juga diberi kesempatan untuk mengajar. Pemerintah Saudi sendiri sempat memberikan hadiah berupa sebuah rumah tinggal yang terletak di sekitar Masjidil Haram atau tepatnya di dekat Jabal Qubes. Anugrah yang sangat agung ini diberikan oleh Pemerintah Saudi hanya kepada para ulama yang telah memperoleh gelar Al-‘Allamah.

Syaikh Ma’shum (Lasem, Rembang) setiap berkunjung ke Purwokerto, seringkali menyempatkan diri singgah di rumah Asy-Syaikh Abdul Malik dan mengaji kitab Ibnu Aqil Syarah Alfiyah Ibnu Malik secara tabarrukan (meminta barakah) kepada Asy-Syaikh Abdul Malik. Demikian pula dengan Mbah Dimyathi (Comal, Pemalang), KH Khalil (Sirampog, Brebes), KH Anshori (Linggapura, Brebes), KH Nuh (Pageraji, Banyumas) yang merupakan kiai-kiai yang hafal Al-Qur’an, mereka kerap sekali belajar ilmu Al-Qur’an kepada Syaikh Abdul Malik.

Kehidupan Syaikh Abdul Malik sangat sederhana, di samping itu ia juga sangat santun dan ramah kepada siapa saja. Beliau juga gemar sekali melakukan silaturrahiem kepada murid-muridnya yang miskin. Baik mereka yang tinggal di Kedung Paruk maupun di desa-desa sekitarnya seperti Ledug, Pliken, Sokaraja, dukuhwaluh, Bojong dan lain-lain.

Hampir setiap hari Selasa pagi, dengan kendaraan sepeda, naik becak atau dokar, Syaikh Abdul Malik mengunjungi murid-muridnya untuk membagi-bagikan beras, uang dan terkadang pakaian sambil mengingatkan kepada mereka untuk datang pada acara pengajian Selasanan (Forum silaturrahiem para pengikut Thariqah An-Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Kedung paruk yang diadakan setiap hari Selasa dan diisi dengan pengajian dan tawajjuhan).

Murid-murid dari Syaikh Abdul Malik diantaranya KH Abdul Qadir, Kiai Sa’id, KH Muhammad Ilyas Noor (mursyid Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah sekarang), KH Sahlan (Pekalongan), Drs Ali Abu Bakar Bashalah (Yogyakarta), KH Hisyam Zaini (Jakarta), Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (Pekalongan), KH Ma’shum (Purwokerto) dan lain-lain.

Sebagaimana diungkapkan oleh murid beliau, yakni Habib Luthfi bin Yahya, Syaikh Abdul Malik tidak pernah menulis satu karya pun. “Karya-karya Al-Alamah Syaikh Abdul Malik adalah karya-karya yang dapat berjalan, yakni murid-murid beliau, baik dari kalangan kyai, ulama maupun shalihin.”

Diantara warisan beliau yang sampai sekarang masih menjadi amalan yang dibaca bagi para pengikut thariqah adalah buku kumpulan shalawat yang beliau himpun sendiri, yaitu Al-Miftah al-Maqashid li-ahli at-Tauhid fi ash-Shalah ‘ala babillah al-Hamid al-majid Sayyidina Muhammad al-Fatih li-jami’i asy-Syada’id.”

Shalawat ini diperolehnya di Madinah dari Sayyid Ahmad bin Muhammad Ridhwani Al-Madani. Konon, shalawat ini memiliki manfaat yang sangat banyak, diantaranya bila dibaca, maka pahalanya sama seperti membaca kitab Dala’ilu al-Khairat sebanyak seratus sepuluh kali, dapat digunakan untuk menolak bencana dan dijauhkan dari siksa neraka.

Syaikh Abdul Malik wafat pada hari Kamis, 2 Jumadil Akhir 1400 H (17 April 1980) dan dimakamkan keesokan harinya lepas shalat Ashar di belakang masjid Baha’ul Haq wa Dhiya’uddin, Kedung Paruk Purwokerto.

Disarikan dari Buku Biografi Syeikh Muhammad Abdul Malik bin Muhammad Ilyas, karya Sayid Muhdor, AST/Ft.AST

sumber :http://ajisetiawan1.blogspot.com/2007_09_01_archive.html
More ... Alfatiha
Print Halaman Ini

Searching




BEBERAPA ZAWIYAH/MAJLIS DZIKR NAQSYBANDI

1. PONDOK PESANTREN AL-MADANIYAH
Anggrek Mas F-5 Baloi, Batam, Riau Islands, Indonesia
H.Nugrahanto 0811701176

2. PONDOK PESANTREN AL-QURAN AL-FALAH I
Cicalengka, Bandung, West of Java, Indonesia
KH Syahid 081321526295

3. PONDOK PESANTREN AT-TAUFIQY
Wonopringgo, Pekalongan, Central of Java, Indonesia
K.H.Taufiq Subki (0285) 785018

4. ZAWIYAH NAQSYBANDI AL KINDY
Jl.Reformasi 31 Api-api, Bontang, East of Kalimantan, Indonesia
Isom 0813-5025-6708

5. PONDOK PESANTREN SIRAJUL HUDA
Tiga Binanga, Kab.Karo, North of Sumatera
Encep Fariduddin 08192097181

6. PESANTREN PONDOK ASRI
Singaraja, Bali, Indonesia
H. Sauqi 081338775421 Ridwan Pinem 08123992329

7. ZAWIYAH NAQSYBANDI GALUNG
Depan Balai Nagari Galung,Banuhampu, Bukittinggi, West of Sumatera
Sukardi Jatman 08161833598

8. ZAWIYAH NAQSYBANDI
Tiara Citra II B5 MAGUWOHARJO YOGYA, Indonesia
Darul TM 081227000322
9. ZAWIYAH NAQSYBANDI BUANA GUMILAR
Wisbun B-12 Batam Center telp 0778-478835 Indonesia
Abdul Mughist 081325256938

10. ZAWIYAH NAQSYBANDI
CILANDAK-TOWNSQUARE
Abd. Aziz 0812844421

11. ZAWIYAH NAQSYBANDI CIREBON
Weru_Plered Cirebon, West of Java, Indonesia
M.Rofiq 081315445446
12. ZAWIYAH NAQSYBANDI DEMEN-NGANDHEL
Ngantingan-Senori, Jojogan, Tuban East of Java, Indonesia
Munzakki 0813-3563-6418
13 ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Jl.Hasbi 40 Ottista JAKARTA 13330, Indonesia
Telp 021-8190475

14. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Orchid Park D-11 Batam Center, Indonesia
Yandri Irzaq 08127022415

15. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI CIKRETEG
Vila Pancawati, Cikreteg, Ciawi, Bogor, West of Java, Indonesia
Abd.Qadir 08128014661

16. ZAWIYAH NAQSYBANDI JEMBER
Jl.Sawo II/3 Jember, East of Java, Indonesia
Muji-Irmulandari 08124982163

17 ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI KEBAYORANLAMA
Jl. Sholihun Kby.Lama Jakarta, Indonesia
Wahyudi Yusuf 08158903433

18. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
KEBONTENGAH-PEKALONGAN, Central of Java, Indonesia
Muhlishin 081548092838 Muhib 081326841075

19. ZAWIYAH NAQSYBANDI LUMAJANG
Rogotrunan, Lumajang, East of Java, Indonesia
A.Rosyid Murodi 081336528874

20. ZAWIYAH NAQSYBANDI PADANG
Jl.Raya Padangpasir 17 Padang West of Sumatera, Indonesia
Telp 0751-36257 Effendi Awal 0811661285

21. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
PANDANARUM-PEKALONGAN, Central of Java, Indonesia
Mutawali 081575359228
Susilo 081575652358


22. ZAWIYAH NAQSYBANDI SIWALAN
Komplek Siwalan Permai, Tuban, East of Java, Indonesia
Yudi 081330654310

23. ZAWIYAH NAQSYBANDI ASY-SYIFAA PEKANBARU
Jl.Farmasi 24 Pekanbaru 28111, Riau, Indonesia
Dr.Chairuddin Lubis 0811755721

24. ZAWIYAH SAWIYAH
Jl.Sawi 16, Semarang, Central of Java, Indonesia
Joko Abd.Haqq 0811279108

25. ZAWIYAH AL FATTAH
Pisangan, Bontang, East of Kalimantan, Indonesia
Lutfi 0813-4739-7472, Mulkan 0852-4634-4150

26. ZAWIYAH AL-MUBAROKAH
Sanden, Mranggen, Semarang, Central of Java, Indonesia
Ajib 0818455527 Riza 081325632124

27. ZAWIYAH NAQSYBANDI PAKIS SURABAYA
Pakis Surabaya, East of Java, Indonesia
Madyo 031-70699644

28. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Jl.Panjaitan Dalam 37 Malang, East of Java, Indonesia,
Masud 081334520958

29. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Jl. Mandala Selatan 16, Tomangraya, Jakarta, Indonesia
H.Sunarto Telp 021-5670472

30. ZAWIYAH NAQSYBANDI SULAIMAN TARIGAN
Cempaka Putih Raya 114 Jakarta, Indonesia
A.Malik Tarigan 08159968067

31. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Jl.Brawijaya IA/16 Kby.Baru, Jakarta, Indonesia

32. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Jl. Teuku Umar 41 Jakarta, Indonesia
Sekretariat Yayasan Haqqani Indonesia

33. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI KEBONJERUK
Jl.Raya Klapadua no.1, Kebonjeruk, Jakarta, Indonesia
H. Ahmadin 0811131629

34. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Jl.Pangkalanjati 71, Pondoklabu, Jakarta, Indonesia
Effendi Siregar 0817-987-0793

35. MUSHALLA UKHUWAH ISLAMIYAH
Templek, Takeran, Magetan, East of Java, Indonesia
Suyitno 08883402757 S. Riyanto 08123408790

36. ZAWIYAH LEMBAH KHWAJAGAN
Jl. Garuda Sakti Km 7 Pekanbaru, Riau, Indonesia
Dr. Pramudjo Abdul Gani 08127518084

37. ZAWIYAH NAQSYBANDI INDRAPURA
Jl.Turi blk V Indrapura Asahan. north of Sumatera, Indonesia
Zainal Arifin 081361749324

38. ZAWIYAH NAQSYBANDI SIMALUNGUN
Lalang, North of Sumatera, Indonesia
Budhi Dalimunthe

39. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Patran 99, Gamping, Sleman, Yogya, Indonesia
Dwi 0811255774

40. ZAWIYAH NAQSYBANDI DENPASAR
Perum Lukluk, Denpasar, Bali, Indonesia
Bambang Supriyanto 081338535239

41. ZAWIYAH TELAGA AL KAUTSAR
Vila Kenali Permai C-18 Asam Bawah Jambi 36361, Indonesia
Debby 081366917752

42. ZAWIYAH PANTAI DANAU TOBA
binti Yahya 3RAS, TOBA, North of Sumatera, Indonesia
Abd Karim

43. ZAWIYAH RENGGANIS
Bumi Rengganis 5A/110 Balikpapan, East of Kalimantan
Ahmad Hidayat 08125429981

44. ZAWIYAH JABALNUR
Jl. Monginsidi 54 Samarinda, East of Kalimantan, Indonesia
H.Zahruddin Tarmizi 081347113135

45. ZAWIYAH SETANGKUP DAMAI
Jl. Gunung Malabar no. 27 Komplek BSD Bontang
Rahmat Effendi 085246023058

46. ZAWIYAH BANDAR TINGGI
Bandar Tinggi Asahan Medan, Indonesia
Zainal Abidin 081361749324. Roslan

47. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
JL.Pattimura,.hidayat lane no 56 Jambi, Indonesia
Amin Abdullah (0741) 66305

48. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Bulungan, Jakarta, Indonesia
Iseng 08176669545

49. ZAWIYAH NAQSYBANDI HAQQANI
Sea, Jaga1 Pineleng Minahasa Induk, Manado, North of Sulawesi,
Indonesia, Hanz 0852-4096-1749

50. ZAWIYAH Naqsybandi Haqqani
Masjid Jabal.Rahmah Bohabak IV Bolangitang, Bolaang Mangondow,
North of Sulawesi, Indonesia

51. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Masjid Turobunnur Sipatanah, Jl Membramo Bulotadaa Tmr
Gorontalo, Indonesia
KH.Ridwan Padungge

52. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Masjid Diponegoro, Air Madidi, Manado, North of Sulawesi,
Indonesia, Fritz 0815-2367-4769

53. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Banjarbaru, South of Kalimantan, Indonesia
Untung 0511-768-8494

54. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Jl.Sei Putih 11A, Medan, North of Sumatera, Indonesia
Hasan Sebayang 081362317176

55. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Sirajul Huda, Tigabinanga, Karo, North of Sumatera
Indonesia, Encep Fariduddin 0819-209-7181



56. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Kabanjahe, Karo. North of Sumatera, Indonesia
A.Aziz Tarigan 0813-7616-2688

57. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Simalungun, North of Sumatera, Indonesia
Supardi Zulham 0813-622-2446

58. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Ma’had Daarus Syifa al Fitrat, Sukabumi, West of Java,
Indonesia, Ece Supriatna 0811-115-875

59. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Masjid Darussalam, Jababeka, Cikarang, West of Java, Indonesia
Arif Hamdani 0816-830-748

60. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Pesantren Al Falah Cicalengka Bandung, West of Java, Indonesia
HQ Rif’at Syahid 0815-715-5776

61. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Citeureup, Bogor, West of Java, Indonesia
Eka 0813-8386-3497

62. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Kampus ITS Surabaya, East of Java, Indonesia
Son Kuswadi 0813-3193-2011

63. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Taman Sepanjang East of Java, Indonesia
Sentot Punjangpunjung 0813-3013-0897

64. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Bondowoso, East of Java, Indonesia
Pujer, Bustomi 0852-5852-0200
Kajar, Abdul Hamid 0819-1386-3552

65. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Aceh, Indonesia
Lambhuk, Zamhuri 0813-6095-0190
Lhok Sumawe, Syamsul Bahri 0852-1674-2447

66. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Depok, West of Java, Indonesia
Pes.Al Ma’unah 702-40607, Limo, Shohib 0813-1727-6504

67. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Baiturrahim, Jl.Erlangga, Semarang, Indonesia
M.Rosyad 0813-2526-0088

68. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Jembrana, Negara, Bali, Indonesia
Asep Abdus Sattar 0812-396-4538

69. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Islamic Center Jakarta, Indonesia
Dedi Alim 0813-8000-9933

70. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Cijantung, Jakarta, Indonesia
Nurhidayat 0815-1412-0122

71. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Pasar Lapan, Batubara, North of Sumatera
Syahruddin Siregar 0813-6174-9388

72. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Jl.Diponegoro 50 Sumenep, Madura, Indonesia
Syehra Chozin 0856-4821-0333

73. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Taman Burung Bintaro, West of Java, Indonesia
Ir.Syaiful Husni 0813-8914-4591

74. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Taman Cibubur, Bogor, West of Java, Indonesia
Linggogeni 0816-105-464

75. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Tiara Citra Asri F-14 Candi, Sidoarjo, East of Java,
Indonesia, Faizuddin Firdaus 0812-324-3458

76. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Kudus, Central of Java, Indonesia
Sa’dulloh Wahab +62291-432567

77. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Griya Mukti Bumi Sempaja, Samarinda, East of Borneo, Indonesia
Muiz 0856-4266-5681


78. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Sinar Qubro Samarinda Seberang Mahakam, East of Borneo, Indonesia,
Sumari 081347372366

79. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Al Musthafawiyah, Madina, North of Sumatera, Indonesia
Saleh Hasibuan 0858-3058-9056

80. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Tenggarong, East of Borneo, Indonesia
Ir. Chairul Anwar 0811-583-249

81. Zawiyah Naqsybandi Haqqani
Imogiri, Yogya. Indonesia
Iskandar Waworuntu 0819-0405-2228

*****Manunggaling Kawula Klawan Gusti*****