Minggu, 03 Mei 2009

Si Pitung Di Klaim Malaysia!!!

pitung.jpg

Ini baru berita heboh….!! setelah angklung, batik, reog dan juga lagu rasa sayang

hei

E … ternyata ada lagi yang di klaim oleh malaysia..

Si Pitung Jagoan BETAWI pun sekarang di klaim juga…!!!! ck ck ck ck…..

Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.

Setelah dewasa siPitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.

Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama siPitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.

Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap siPitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap siPitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah siPitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.

Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru siPitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian siPitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan siPitung.

Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan siPitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya siPitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan siPitung dari gurunya Haji Naipin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar